Tips Menangani Ikan Hias yang Baru Dibeli

Selasa, 08 Januari 2019, 11:47 WIB

Lakukan persiapan sebelum memasukkan ikan ke lingkungan yang baru. | Sumber Foto:dok wikimedia

AGRONET --  Menambahkan ikan baru ke dalam akuarium atau kolam, bisa menjadi saat-saat yang menyenangkan karena  bisa menambah koleksi dan semakin semarak dunia bawah air yang Anda ciptakan.
Sayangnya, banyak ikan yang jika dipindahkan ke akuarium baru dengan cara yang tidak benar akhirnya akan sakit bahkan  mati. Anda harus mempersiapkan akuarium terlebih dahulu sebelum memasukkan ikan ke lingkungan yang baru. Perlu penanganan secara khusus, ikan hias yang baru Anda beli dari toko ikan hias atau yang Anda dapatkan dari pemberian keluarga atau kerabat.
Berikut ini beberapa langkah yang harus dilakukan:

Untuk kolam atau aquarium yang masih baru atau belum diisi ikan:
  • Pastikan kolam atau aquarium sudah tersedia setidaknya aerator (mesin gelembung). Akan lebih baik lagi jika sudah tersedia juga mesin filter.
  • Jika kolam itu baru dibuat, pastikan Anda sudah mengairinya dan mengurasnya kembali sebanyak min. 3 kali sampai bau semen atau cat nya benar-benar sudah hilang. Untuk Aquarium juga bisa dilakukan dengan metode kolam, untuk membuang sisa bahan kimia dari lem kaca.
  • Sediakan garam, perkubik (per 1000 liter) sediakan 4kg, jika kurang dari 1 kubik silakan tinggal dihitung sesuai ukuran air kolam atau aquarium agan dan sista, kemudian taburkan merata garam tersebut ke dalam kolam/aquarium, ini berguna untuk menetralisir air dari macam-macam patogen yang dapat menyebarkan penyakit.
  • Ikan yang sudah Anda beli (yang masih dalam packing) jangan langsung dilepas ke kolam. Harus direndam dulu dengan plastik packingnya, selama 15 menit hingga 1 jam. Hal ini berguna untuk penyesuaian suhu air agar ikan tidak stress dan kaget dengan air yang baru.
  • Setelah penyesuaian tersebut atau dalam bahasa lainnya Aklimatisasi, lepaskan ikan ke kolam atau ke aquarium.
  • Setelah ikan dilepaskan, ikan harus dipuasakan (jangan diberi makan) setidaknya 24 jam.
  • Setelah masa puasa dan ikan terlihat aktif dalam berenang, itu tandanya ikan sehat dan siap dipelihara. Barulah beri makan secukupnya. Jika terlihat murung dan diam di bagian bawah kolam/aquarium, itu berarti ikan masih belum sehat, Anda boleh menambahkan 50% garam dari hitungan pemberian garam pertama kali, dan puasakan lagi minimal 2 hari sampai ikan terlihat aktif.
 Untuk Kolam atau Aquarium yang sudah ada terisi ikan lain,  Anda perlu melakukan tindakan Aklimatisasi dan Karantina ini sangat penting.

‘Karantina adalah tindakan penanganan ikan baru yang wajib dilakukan sebelum ikan tersebut di campur dengan ikan yang sudah ada (lama).’  Berikut tips penanganannya:
  • Sediakan bak kosong/kolam kosong khusus untuk karantina ikan baru, Sediakan garam khusus ikan, sediakan gelembung udara/Aerator dan disarankan ada mesin Filter,
  • Tambahkan air ke bak karantina,
  • Larutkan garam ke air yang telah disediakan di bak karantina, hitungannya adalah 4-5Kg per 1 kubik air. Silakan di estimasi sesuai bak/kolam,
  • Jangan lupa nyalakan mesin gelembung dan filter,
  • Beri Aklimatisasi untuk ikan yang baru datang,
  • Lepaskan ikan ke bak/kolam karantina,
  • Puasakan ikan setidaknya 2 hari
  • Setelah masa puasa, usakan ada air baru yang masuk ke bak dan air yang lama ke buang (jika tidak ada pembuangan, boleh disedot pakai selang.
  • Biarkan ikan di Karantina selama Minimal selama 5 hari
  • Setelah 5 hari, lihat kondisi ikan, jika aktif dan yakin sehat, baru boleh dilepaskan ke kolam pemeliharaan.
Awasi ikan baru selama beberapa minggu untuk memastikan ikan tersebut mampu beradaptasi dengan teman-teman dan lingkungan barunya dan tidak menunjukkan tanda-tanda terserang penyakit apa pun. (dari berbagai sumber/ 234)