Cara Mudah Mencangkok Pohon Mangga

Kamis, 07 Pebruari 2019, 16:11 WIB

Untuk mendapatkan buah mangga yang berkualitas, berbuah lebat dan enak, Anda bisa melakukan budidaya dengan cara mencangkok. | Sumber Foto:Istimewa

AGRONET --  Mangga atau Mangifera indica merupakan buah yang banyak disukai semua orang.  Untuk mendapatkan buah mangga yang berkualitas,  berbuah lebat dan enak, Anda bisa melakukan budidaya dengan cara mencangkok. Mencangkok adalah cara pembiakan vegetatif buatan yang akan membantu memperbanyak tanaman yang sifatnya sama dengan indukan.

Dengan metode cangkokan  bisa dihasilkan buah lebih cepat dan pertumbuhan pohonnya tidak terlalu besar. Oleh karena itu saat ini rata-rata bibit buah  didapatkan dengan cara cangkok. Termasuk bibit pohon mangga.

Supaya metode mencangkok sukses Anda harus memilih indukan yang bagus.  Kriteria yang paling penting pada saat memilih indukan pohon mangga adalah memilih indukan yang produktif.  Sudah terbukti menghasilkan buah yang banyak, buah mangga yang manis, pertumbuhannya baik dan bebas dari penyakit. 

Pilihlah batang indukan yang sudah dewasa. Paling tidak indukan sudah berumur 2 tahun. Jadi batang sudah siap untuk dicangkok dan sudah terbukti hasil produksinya.

Pilih batang yang tidak lecet,  tidak luka dan kuat. Pada saat Anda mengelupas kulit batang, akan ada cairan yang keluar di sekitar tempat pengelupasan. Cairan tersebut berasal dari cambium yang merupakan khas dari metode pencangkokan. Nanti setelah dikelupas, diamkan terlebih dahulu supaya cairan cambium tersebut kering. Jangan melakukan pencangkokan jika masih ada cambium di dalamnya. Anda bisa menggunakan batang bagian tangga ke tiga percabangan dari bagian pangkal batang.

Alat dan Bahan

  • Pisau
  • Gunting
  • Kompos
  • Pupuk kandang
  • Tali rafia
  • Tabung bambu / plastic bening / sabut kelapa atau ijuk untuk membalut

Cara Mudah mencangkok pada indukan pohon mangga:

  1. Pilihlah batang pohon mangga yang tidak terlalu tua dan tidak terlalu mudah. Ukurannya sekitar 120 cm.
  2. Kerat batang tersebut dengan menggunakan pisau. Panjang luka keratan kurang lebih 10 cm.
  3. Kambium yang terdapat dibatang harus dibersihkan terlebih dahulu. Anda bisa membersihkannya dengan cara mengeriknya.
  4. Getah yang masih menempel biarkan mengering terlebih dahulu. Anda membutuhkan waktu 2 sampai 3 minggu untuk membuat getahnya benar-benar kering.
  5. Berikan zat perangsang tumbuh  dan pupuk pada bagian batang yang sudah dikerat.
  6. Ambil beberapa tanah subur kemudian kepalkan dan balut pada bagian batang tadi. Pastikan semua bagian batang yang sudah dikerat tertutup tanah dengan sempurna.
  7. Bungkus sayatan tersebut dengan menggunakan media pembalut yang Anda gunakan. Bisa plastic bening, sabut kelapa dan sebagainya. Kemudian ikat dengan tali rafia sampai kencang.
  8. Sirami batang cangkokan tersebut secara rutin setiap harinya.
  9. Kurang lebih selama 3 sampai 4 bulan dan akar sudah mulai tumbuh, balutan plastiknya bisa Anda lepas dan cangkokan bisa ditanam pada media yang baru.
  10. Potong bagian daun dan ranting kecil, supaya tidak berpengaruh pada pertumbuhan cangkokannya.
  11. Buka bungkus cangkokannya dengan hati-hati.
  12. Tanam batang cangkokan pada polybag terlebih dahulu sampai daun dan rating bertumbuh.
  13. Jika ranting dan daun udah tumbuh, batang cangkokan bisa ditanam pada tanah.

Dalam metode pencangkokan yang paling penting adalah pemilihan indukan yang baik. Anda harus memilih batang cangkokan dengan baik, supaya hasil tanamannya dapat tumbuh dengan baik. Setelah ditanam jangan lupa untuk selalu melakukan perawatan dengan baik. Berikan pupuk dan penyiraman secara rutin. Cara pencangkokan diatas juga berlaku untuk tanaman dikotil lainnya. (234)

Agro Pilihan