Memilih Bibit Sapi Penggemukan

Jumat, 08 Maret 2019, 09:19 WIB

Keberhasilan usaha penggemukan sapi, ditentukan dari memilih bibit atau bakalan. | Sumber Foto:Istimewa

AGRONET --  Pada saat ini telah banyak orang yang ingin beralih profesi menjadi seorang peternak, salah satunya adalah menjadi peternak sapi. Para peternak pemula ini sering mencari informasi mengenai bagaimana cara beternak sapi yang bisa menjadi panduan untuk memulai usaha beternak dengan baik dan benar.

Hal yang tidak boleh disepelekan berkaitan dengan budidaya sapi, terutama bagi pemula, sebagai langkah awal harus jelas dulu, sapi apa yang akan diternakkan. Apakah sapi lokal, apakah sapi limosin, apakah sapi betina, atau sapi jantan, dan model usahanya apakah pembibitan atau penggemukan.

Sapi bakalan merupakan sapi yang dipersiapkan untuk ditempatkan di kandang penggemukan dalam waktu tertentu dengan tujuan mendapatkan peningkatan bobot badan yang besar. Untuk mendapatkan peningkatan bobot badan yang besar dibutuhkan bibit bakalan sapi yang memiliki kualitas unggul sehingga dibutuhkan  kemampuan memilih bibit sapi harus dilakukan  secara tepat dimana tidak semua orang mengetahuinya terlebih di kalangan pemula dalam bisnis sapi.

Oleh karena itu harus diketahui cara-cara memilih sapi bakalan agar potensi taksiran sapi berhasil dengan tepat.

Berikut adalah beberapa faktor yang bisa menjadi acuan bagi pemula untuk memilih jenis-jenis sapi:

  1. Sapi Bali

Sapi bali adalah jenis sapi lokal yang paling banyak di ternakan, cirri-cirinya adalah tubuhnya yang berwarna merah sedangkan dari bagian kaki sampai ke lutut bawah dan pantatnya berwarna putih. Punggungnya bergaris warna hitam. Semakin bertambah umur dan semaki bertambah dewasa maka warna tubuhnya akan semakin gelap. Keunggulan dari sapi bali adalah adaptasinya yang baik pada lingkungannya yang baru.

  1. Sapi Madura

Sapi Madura tergolong sapi yang memiliki badan yang kecil karena daya pertumbuhan berat badannya yang rendah. Ciri khas sapi Madura adalah punuknya, ekor serta kakinya berwarna putih, tubuhnya warna kuning hingga merah bata dan terkadang moncong.

  1. Sapi Brahman

Daya tumbuh dari sapi Brahman ini cepat, sehingga jadi pilihan bagi para peternak sapi potong. Ciri tubuhnya yang berwarna coklat hingga coklat tua dan warna kepalanya yang putih. Sapi jenis ini daya tahan tubuhnya tinggi pada cuaca panas dan kebal gigitan akan serangga. Serta presentase karkasnya cukup tinggi yaitu sekitar 45%.

  1. Sapi Limousin

Sapi impor asal prancis ini terkenal karena tubuhnya yang berukuran besar dan tingkat produksinya yang baik. Warna tubuhnya hitam bercampur warna merah bata dan putih pada moncongnnya.

  1. Sapi Ongole

Sapi yang berasal dari india ini banyak juga di ternakan, sapi jenis ini ada 2 tipe yaitu: Peranakan Ongole (PO) hasil kawin silang dengan sapi Madura, dan Sumba Ongole (SO). Ciri khasnya adalah warna tubuh putih, di sekitar kepala lebih gelap cenderung abu – abu, memiliki gelambir dan punuk, berpostur tubuh agak panjang, lehernya sedikit pendek dengan kaki yang terlihat panjang. Sapi ongole memang mampu beradaptasi dengan baik di iklim tropis, tapi produksi dan pertumbuhannya cenderung lemah atau lambat.

Setelah mengenal jenis-jenis sapi dan memilih jenis sapi mana yang akan diternakkan barulah cari bibit atau bakalan sapi yang berkualitas baik. Bakalan sapi yang berkualitas baik akan mempengaruhi hasil akhir dari usaha penggemukan.

Berkut ini adalah tanda-tanda yang harus diperhatikan dalam pemilihan bakalan penggemukan sapi potong:

  1. Ukuran badan dan kepala harus seimbang, leher sapi kekar, serta tulang punggung lurus dan sejajar, tidak bengkok.
  2. Umur bibit sapi kisaran 2 – 3 tahun. Umur 2 tahun ditandai dengan gigi powel maksimal 4. Umur tersebut merupakan waktu yang paling optimal sapi untuk tumbuh bobot badannya. Sapi dengan usia tersebut tidak terlalu muda dan terlalu tua. Sehingga bagus untuk diternakkan dan untuk penggemukan sapi.  Umur sapi yang kurang dari 2 tahun memiliki pertumbuhan bobot hariannya masih agak lambat  sehingga tidak akan optimal. 
  3. Pilih sapi jantan. Karena sapi jantan harganya akan lebih mahal, jika tujuan usaha ternak sapi adalah penggemukan.  Selain itu jenis kelamin jantan memiliki pertumbuhan bobot badan dan bobot badan yang lebih besar dibandingkan dengan sapi betina.
  4. Bentuk tubuh sapi,  fisik kokoh, panjang dan memiliki rongga perut yang lebar dan bulat.
  5. Ukuran tubuh sapi yang baik untuk penggemukan idealnya 170 cm dengan tinggi pundak normal sekitar 135 cm.
  6. Hindari cacat pada sapi.
  7. Berat minimal 200 kilogram.
  8. Badan sapi silindris dengan rusuk yang cembung, punggung lurus serta rangkanya besar.  Pilih bodi Sapi Bakalan yang sehat dan kuat, tidak terlalu gemuk atau terlalu kurus. Jika terlalu kurus akan lama waktu pemeliharaannya, jika terlalu gemuk kita sudah kehilangan kompensatori gainnya.
  9. Perhatikan bulunya, karena bulu sapi yang bagus itu pendek dan tidak berminyak. Bulu halus, cerah dan tidak kusam atau berdiri. jika bulu kusam atau berdiri maka harus diberikan penanganan khusus sebelum sapi digemukkan yaitu jika terkena defisiensi mineral solusinya harus ditambahkan mineral atau jika sakit misalnya cacing harus diobati terlebih dahulu.
  10. Ciri yang terakhir adalah bentuk muka sapi, sebaiknya panjang dengan mata berbinar cerah.

Langkah di atas menjadi penting dan perlu diperhatikan karena faktor genetik dan jenis kelamin dari bakalan atau bibit sapi yang dipilih adalah faktor penentu awal keberhasilan usaha ternak sapi yang akan Anda rintis. Selain tentu saja faktor budidaya lain seperti pakan yang berkualitas, kandang dan lahan yang memadai serta pemeliharaan dan perawatan yang benar. (234)