Membuat Pupuk Kompos dari Sampah Rumah Tangga.

Kamis, 14 Maret 2019, 15:29 WIB

Memanfaatkan sampah rumah tangga dibuat menjadi pupuk kompos, memberi keuntungan ganda. | Sumber Foto:Istimewa

AGRONET --  Jika Anda pecinta tanaman yang mempunyai banyak waktu luang, memanfaatkan sampah rumah tangga untuk  dibuat  menjadi pupuk kompos akan memberi keuntungan berlipat ganda.  Mengatasi masalah sampah, mendapatkan pupuk tanpa membeli,  waktu luang menjadi lebih bermanfaat dan kecintaan Anda terhadap tanaman pun lebih terdukung.

Membuat kompos dari sampah rumah tangga juga tidaklah sulit. Berikut ini langkah membuat pupuk kompos sederhana:

   1. Langkah pertama siapkan bahan baku dan peralatannya.

Bahan baku : sampah limbah rumah tangga yang sudah anda sortir, sampah coklat, sampah hijau, tanah.

Alat : Bak atau drum plastik besar, karung goni, paving block.

Bahan tambahan : larutan effective microorganism (EM4)

  1. Langkah kedua campurkan satu bagian sampah hijau dengan satu bagian sampah coklat ke dalam bak atau drum plastik besar yang di bawahnya telah ditutupi dengan tanah dan diberi lubang sebagai jalan mengeluarkan kelebihan air.
  2. Berikutnya tambahkan satu lapisan tanah pada bagian atas dan biarkan mikroba aktif dalam tanah bekerja mengolah sampah menjadi pupuk kompos.
  3. Ulangi proses kedua dan ketiga untuk lapisan berikutnya hingga bahan baku sampah dan tanah habis. Kemudian tutup drum dengan karung goni. 
  4. Setelah satu minggu, buka dan aduk pupuk kompos tersebut, kemudian tutup kembali dan lakukan proses tersebut setiap seminggu sekali.
  5. Untuk mempercepat proses pengomposan, anda dapat menambahkan bio-activator berupa larutan effective microorganism (EM4) yang dapat anda beli di toko pertanian.
  6. Setelah kurang lebih 1 bulan, cek akhir pupuk kompos. Jika campuran pupuk sudah berwarna kehitaman dan tidak berbau sampah lagi, berarti proses pengomposan telah selesai dan tidak ada masalah.
  7. Langkah terakhir adalah memisahkan bagian yang kasar dengan ayakan, ambil yang halus. Pupuk kompos yang kasar dapat dicampurkan kembali ke dalam bak pengomposan sebagai activator.

Beberapa masalah yang mungkin muncul dalam pembuatan pupuk kompos dan solusinya:

Muncul serangga dan belatung pada proses pembuatan pupuk kompos
Penyebab : Ada bahan-bahan seperti sampah daging, ikan, susu, lemak dan santan dalam bahan bakunya. Atau sampah tidak ditutup.
Solusi : tutup kompos dengan selapis tanah atau kompos lain atau sebaiknya bahan tersebut tidak dikomposkan.

Muncul bau busuk (amonia)
Penyebab : terlalu banyak unsur nitrogen/ jumlah sampah hijau terlalu banyak
Solusi : menambahkan sampah coklat dan membuka karung untuk menambahkan oksigen.

Muncul bau busuk (tengik, telur busuk)
Penyebab : kurang oksigen/terlalu lembab
Solusi : menambahkan sampah coklat dan membuka karung untuk menambahkan oksigen, mengaduk kompos sampai bau hilang.


Pupuk mengempal
Penyebab : terlalu lembab
Solusi : menambahkan sampah coklat, membuka karung untuk menambahkan oksigen dan kompos dibolak-balik sampai bau kurang sedapnya hilang .

Pupuk kompos terlalu kering
Penyebab : kurang air
Solusi : basahi dengan air dan dibolak-balik biar merata basahnya.

Tidak terjadi reaksi/perubahan
Penyebab : nitrogen terlalu rendah , oksigen rendah, kurang lembab 
Solusi : tambahkan sampah hijau untuk meningkatkan kadar nitrogen, kompos dibalik-balik untuk menambah udara atau oksigen. 

Selamat mencoba dan berkreasi, mengisi waktu luang Anda. (234)