Tips Bisnis Musiman Hewan Kurban

Senin, 17 Juni 2019, 13:23 WIB

Menjelang Iedul Adha, bisnis hewan kurban sangat menjanjikan. | Sumber Foto:Istimewa

AGRONET --  Jika ingin memanfaatkan momen Iedul Adha bulan Agustus mendatang sebagai bisnis musiman hewan kurban, sekarang saatnya untuk memulai. Bisnis hewan kurban memang sangat menjanjikan. Keuntungan yang bisa diraup dari berdagang hewan  kurban tidak bisa dibilang sedikit.

Tapi meski untungnya berlipat, tentu saja risikonya juga cukup besar. Oleh karena itu, para pebisnis hewan kurban terutama pemula, harus memahami betul seluk beluk hewan kurban mulai dari membeli, memelihara dan menjual.

Beberapa hal  yang harus dipahami antara lain :

1.     Modal bisnis hewan kurban cukup besar

Karena keuntungannya besar, modal yang dibutuhkan tentu juga besar, bahkan hingga ratusan juta tergantung target omzet.

Salah seorang pengusaha hewan kurban mengaku harus mengeluarkan Rp 650 juta sebagai modal bisnis ini, untuk membeli 20 ekor sapi dan 100 ekor kambing.

Modal yang dibutuhkan besar karena selain untuk membeli hewan, juga harus menanggung biaya pengiriman dan pemeliharaan selama ternak datang hingga laku dijual.

2. Beli ternak langsung dari peternak atau depot pasar hewan

Alasannya adalah harga yang lebih murah jika dibandingkan dengan harga ternak di perkotaan. Jangan lupa pastikan tempat asal ternak tersebut aman dari aksi gelonggongan atau bentuk pelanggaran tata laksana pemeliharaan lain.

Bila perlu, Anda membeli hewan ternak ini dari sebuah kelompok ternak. Biasanya, selain ada kelompok tani, di suatu kampung ada juga kelompok ternak

3. Beli ternak kurban jauh jauh hari

Jika Anda membeli dalam waktu yang dekat, maka bukan saja harga yang sudah naik melainkan juga keuntungan yang sedikit.

Oleh sebab itu, belilah sapi atau kambing jauh-jauh hari. Paling tidak, beberapa bulan sebelum hari raya Iedul Adha datang.

Dengan demikian, Anda bisa membeli hewan ternak tersebut dengan harga yang lebih murah jika dibandingkan dengan hari menjelang Iedul Adha. Selain itu, Anda akan memiliki waktu untuk melakukan penggemukan.

4. Pelihara dan lakukan penggemukan ternak

Dengan membeli hewan ternak saat jauh-jauh hari, maka harga yang ditawarkan tentunya akan lebih murah. Pelajari bagaimana menilai ternak yang sehat. Belilah yang kurus, karena biasanya lebih murah,  tetapi sehat. Kurus karena kurang pakan atau peternak memelihara secara asal asalan. Setelah itu, lakukan strategi investasi  hewan ternak dengan cara menggemukannya secara  baik, sehat dan sesuai dengan prosedur.

Beri makan sehat dan bila perlu multivitamin yang akan merangsang nafsu makan dan pertumbungan serta bobot dagingnya.

Rawatlah dengan baik karena akan berbeda hewan ternak yang dirawat dengan baik dan tidak, walau sama-sama gemuk. Hewan ternak juga perlu dirawat kebersihannya dengan dimandikan. Beberapa pedagang bahkan merawat secara khusus hewan ternaknya layaknya salon kecantikan agar ternak tidak bau, terlihat bersih, cantik sehingga pembeli tidak segan mendekat dan memilih milih.

5. Hati-hati membeli ternak dari tengkulak

Tidak sedikit pedagang hewan kurban yang membeli hewan di tengkulak  kemudian dijual ke masyarakat menjelang Idul Adha. Para tengkulak atau pengepul memang terkadang menguntungkan karena mereka bisa mendapatkan hewan dalam waktu cepat.

Tapi, sebagai pedagang kita tetap harus hati-hati. Bisa jadi hewan yang dibeli tidak sehat atau terkadang cacat. Banyak informasi yang beredar bahwa para tengkulak seringkali menjajakan hewan yang kelihatannya sehat, padahal sebaliknya. Dalam hitungan hari, pedagang baru sadar bahwa hewan yang dibeli tidak sehat.

6. Perhatikan usia hewan kurban

Soal usia hewan kurban jangan sampai diabaikan. Terkait dengan syarat hewan kurban untuk kambing dan sapi, hewan untuk kurban sudah harus powel atau sudah ganti gigi. Tidak boleh lebih muda dari 18 bulan atau 1.5 tahun untuk kambing. Jika sudah dua tahun maka usia tersebut dibilang sempurna. Sedangkan untuk sapi, minimal usia 2 tahun, lebih sempurna kalau sudah umur tiga tahun.

6. Pilih lokasi strategis

Tanpa lokasi yang strategis, mustahil hewan-hewan kurban yang kita tawarkan bisa laku terjual.

Lokasi yang strategis akan sangat menentukan. Pilih lokasi di pinggir jalan, dekat dengan masjid, pemukiman penduduk tetapi jauh dari rumah makan, sekolah atau fasilitas publik lainnnya agar tidak ada keluhan baik bau maupun keberadaannya. Jangan terlalu mepet dari jalan utama agar tidak mengganggu lalu lintas.

Pastikan target pasar yakni calon pekurban yang lalu lalang melihat keberadaaan hewan kurban yang kita tawarkan. Jika diperlukan, buat promosi atau informasi yang menyolok agar menarik perhatian.

7. Jangan titip jual hewan kurban

Jangan terbuai janji orang lain yang berniat membantu dalam urusan jual hewan kurban. Apalagi jika Anda tidak kenal cukup dekat. Biasanya ada saja yang mengaku berpengalaman, mempunyai pasar pekurban atau mempunyai lokasi strategis. Tetapi menitipkan penjualan ternak kurban akan beresiko dalam permainan harga, kepuasan pembeli dan kejelasan transaksi.

Demikian tips bisnis musiman hewan kurban.  Jika Anda memang paham mengenai ternak sapi dan kambing, serta mempunyai modal, kenapa tidak? (dari berbagai sumber.//234)

BERITA TERKAIT