Memilih Telur Ayam Kampung untuk Ditetaskan

Selasa, 06 Agustus 2019, 19:23 WIB

Semua telur kelihatannya sama, namun tidak semua telur bisa ditetaskan. | Sumber Foto:Dok Istimewa

AGRONET -- Memilih telur yang berkualitas baik  menjadi syarat utama sebelum kita menetaskan telur ayam untuk dijadikan sebagai bibit dalam usaha  ternak ayam kampung.

Tujuan memilih telur agar telur-telur yang kita tetaskan nantinya bisa menetas semua serta mendapatkan kualitas bibit yang unggul.

Semua telur kelihatannya sama, namun tidak semua telur bisa ditetaskan. Hal  yang perlu diperhatikan dalam memilih telur untuk ditetaskan, adalah memilih telur yang baik, yang bisa dilihat dari tampilan fisik serta aromanya.

Ciri-ciri telur yang baik untuk ditetaskan

Telur yang baik memiliki kontribusi yang sangat besar bagi keberhasilan dalam proses penetasan. Berikut ciri-ciri telur yang bagus untuk ditetaskan :

1. Kulit telur tidak retak

Telur yang berkualitas baik adalah cangkang atau kulitnya tidak retak, karena jika cangkangnya retak sedikit saja, maka proses penetasan dapat dipastikan tidak akan berhasil.

Kemungkinan gagalnya proses penetasan terjadi karena bakteri masuk melalui cangkang yang retak yang akan mengkontaminasi telur sehingga telur tidak berhasil menetas.

2. Kulit telur bersih dari kotoran

Telur yang akan ditetaskan harus bersih atau terbebas dari kotoran yang mengandung bakteri, karena bakteri-bakteri tersebut bisa mengganggu proses perkembangan embrio, dan mengakibatkan telur gagal menetas.

Untuk masalah yang satu ini bisa diatasi dengan membersihkan kulit telur menggunakan air hangat, kemudian dikeringkan dengan kain lap.

3. Telur memiliki ukuran yang standar

Ciri telur yang baik juga bisa dilihat dari bentuk dan ukuranya, telur yang baik memiliki bentuk yang tidak terlalu besar dan kecil, atau memiliki ukuran yang rata-rata hampir sama, dengan bentuk yang normal (bulat lonjong).

Selain memiliki ukuran yang standar, bobot telur juga bisa anda jadikan patokan, yaitu berat untuk telur ayam kampung yang baik adalah 40 gram/butir.

4. Warna cangkang cenderung gelap

Warna cangkang telur yang baik untuk ditetaskan adalah yang cenderung berwarna gelap, sebab biasanya kulit telur yang berwarna gelap lebih cepat menetas jika dibanding dengan telur yang warnanya terang.

5. Telur tidak bau busuk

Telur yang memiliki aroma tidak sedap sebaiknya jangan ditetaskan, karena dapat dipastikan telur tidak akan menetas, biasanya telur tersebut sudah terkontaminasi oleh bakteri karena terlalu lama disimpan dalam suhu yang tidak sesuai.

6. Perhatikan lama penyimpanan telur

Seperti yang sudah saya singgung diatas tadi, salah satu factor yang menyebabkan telur tidak menetas adalah penyimpanan telur yang terlalu lama.

Jadi jika anda ingin menetaskan telur ayam sebaiknya jangan menyimpanya telur terlalu lama, sebab kualitas telur semakin lama semakin menurun.

7. Perhatikan asal induk

Telur yang berkualitas baik, pada umumnya berasal dari indukan yang unggul, maka dari itu usahakan telur yang akan anda tetaskan berasal dari indukan yang sehat, terbebas dari penyakit, serta induk sudah berumur.

Umur indukan ayam kampung yang ideal untuk dijadikan sebagai bibit harus sudah lebih dari 1,5 tahun, selain itu perbandingan untuk induk jantan dan betina yaitu 1:4, satu ekor induk jantan untuk 4 ekor induk betina agar telur dibuahi secara sempurna.

8. Test menggunakan teropong

Untuk mendapatkan kualitas telur yang baik untuk ditetaskan selain dapat dilihat dari ciri fisiknya, bisa juga dilihat dengan menggunakan teropong yang tanda-tandanya yaitu rongga udara pada bagian yang tumpul dan tidak berpindah tempat saat diputar, dan  terlihat ada bibit embrio atau titik kecil pada kuning telur.

Ciri-ciri tersebut di atas  bisa menjadi panduan dalam memilih telur agar telur berhasil ditetaskan. Semoga bermanfaat (234)