Tips Memilih Drone Untuk Pemetaan Lahan Pertanian

Selasa, 17 September 2019, 19:22 WIB

Drone merupakan sebuah teknologi yang sekarang ini semakin banyak digunakan, termasuk di dunia pertanian. | Sumber Foto:Agronet 360

AGRONET - Drone merupakan sebuah teknologi yang sekarang ini semakin banyak digunakan. Pesawat tanpa awak ini bisa mengendalikan diri mereka sendiri ataupun dikendalikan oleh penggunanya dari jarak jauh. Teknlogi ini semakin populer di Indonesia untuk berbagai.  Fungsi dari sebuah drone sudah berbeda dibanding awal pembuatannya.

Sekarang ini drone bukan cuma digunakan untuk keperluan militer tapi juga untuk keperluan bisnis bahkan hobi. Selain itu keberadaan drone ini juga sangat penting bagi para pecinta fotografi, videografi, media dan termasuk juga bagi dunia pertanian.  Berbagai fungsi drone di dunia pertanian diantaranya untuk pemetaan lahan, hingga untuk menebar benih dan pestisida.

Dengan adanya tren droines ini banyak petani milenial yang berikeinginan untuk membeli sebuah drone mereka sendiri. Namun kalian tidak boleh asal dalam memilih sebuah drone, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. 

Ketahanan Terbang
 
Sebuah drone pemetaan udara akan sangat baik jika mampu terbang lebih lama di udara saat melakukan pemetaan kami menyarankan untuk memilih UAV dengan lama penerbangan diatas 30menit dalam sekali terbang agar dapat mengambil foto dan video udara dengan lebih cepat sebagai contoh pesawat uav pemetaan kami dengan jenis AirMapper X8  mampu terbang 60-90 menit dalam per penerbangan jika di bandingkan dengan DJI Phantom 4 pro yang hanya mampu terbang 30 menit.
 
Jangkauan Komunikasi / Telemetri
 
 Setelah ketahanan terbang  faktor penentu baik atau tidaknya fix wing pemetaan udara yaitu jangkauan komunikasi atau telemetri dari drone / uav ke ground station (GCS) agar tetap dalam kendali harusnya sebuah drone pemetaan mempunyai jarak jangkauan long range minimal 10 K dari ground station dengan demikian uav akan tetap dalam kendali meski ketika terbang dalam mode manual atau saat berada pada jarak yang jauh.
  
Kecepatan Jelajah 
 
 
Faktor ketiga yaitu kecepatan jelajah pesawat UAV Pemetaan yang mana menjadi hal paling penting untuk diperhatikan sebelum memutuskan membeli drone pemetaan udara dengan kecepatan jelajah yang cukup maka proes survey udara secara langsung akan menjadi lebih cepat untuk nilai efisien harusnya sebuah drone mapping mampu terbang dengan kecepatan minimal 5 m/s  sebagai contoh pesawaAirMapper X8. Mampu terbang dengan kecepatan penjelajahan 15 – 18 m/s dengan recording mode HDSystem Navigasi GPS
System navigasi GPS merupakan bagian sangat penting dalam pemetaan udara, selain untuk navigasi pesawat fix wing juga biasa digunakan untuk geolocation tag dalam proses fotogrametri, pesawat fix wing yang bagus harus menggunakan system gps GNSS/RTK yaituGNSS secara sederhana merupakan teknologi yang digunakan untuk menentukan posisi atau lokasi dalam satuan ilmiah di Bumi. Satelit akan mentransmisikan sinyal radio dengan frekuensi tinggi yang berisi data waktu dan posisi yang dapat diambil oleh penerima yang memungkinkan pengguna untuk mengetahui lokasi tepat mereka di manapun di permukaan bumi. Terdapat dua GNSS yang berjalan diatas bumi:
 
  • GLONASS – Global Navigation Satellite System
  • GPS – Global Positioning System
Apakah yang dimaksud dengan GPS RTK? RTK memiliki kepanjangan Real Time Kinematik, artinya koordinat titik dapat kita peroleh secara Real time dalam Koordinat UTM ataupun Lintang dan Bujur tanpa melalui pemrosesan baseline. Metode RTK ini berbeda dengan metode Statik, Karena pada metode statik koordinat baru diperoleh setelah dilakukan pemrosesan baseline (Post Processing). GPS RTK memiliki ketelitian yang tinggi yaitu dalam fraksi milimeter (1-5 mm).(234-dronesolution.com)

BERITA TERKAIT