Nicholas Kurniawan, Kecil-Kecil Eksportir Ikan Hias

Senin, 11 Juni 2018, 19:40 WIB

Nicholas Kurniawan | Sumber Foto:Dokumen Pribadi

AGRONET – Sebagian orang menganggapnya masih anak kecil.  Barang dagangannya pun berukuran kecil. Namun, skala usahanya sudah mendunia. Dialah Nicholas Kurniawan, eksportir ikan hias.  “Koleksi ikan hias saya saat ini, antara lain : Ikan Gar, Ikan Pari, Ikan Macan Siam, Ikan Lele, polypterus, dan arwana,” kata Nicho.

Bocah kelahiran 1993 ini namanya berkibar dengan bendera Venus Aquatics. Ratusan juta rupiah Nicho peroleh tiap bulannya.  Tak hanya itu, Nicho juga meraih juara satu Nasional Wirausaha Muda Mandiri 2013 serta 1st Winner of UGM National Business Case Competition.

Nicho memulai bisnis ikan hias berawal dari keisengan semata.  Bemula saat ia kelas 2 SMA Sekolah Menegah Atas) seorang teman memberi sepaket ikan terapi.  Karena tidak begitu suka dengan ikan, Nicho menjual ikan tersebut di forum komunitas online.

Respon positif pun Nicho peroleh.  Para anggota komunitas banyak yang berminat membeli ikan garra rufa yang Nicho tawarkan.  Nicho lantas mencari penjual ikan garra rufa untuk memenuhi permintaan para konsumen.

Melihat peluang yang menjanjikan dari berbisnis ikan garra rufa, Nicho menginisiasi membentuk Garra Rufa Center.  Sebuah toko online yang tidak hanya menjual ikan garra rufa, namun juga berbagai perlengkapannya.

Dari sana, Nicho mulai mengantongi 2 hingga 3 juta rupiah per-bulannya.  Jumlah yang cukup fantastis untuk penghasilan pelajar kelas 2 SMA.  Namun sayang, pundi-pundi rupiah yang Nicho peroleh tidak sebanding lurus dengan prestasi akademiknya di sekolah.

Nicho harus rela tinggal kelas.  Nicho yang sejak kecil berprestasi, merasa malu saat ia harus tinggal kelas.  Berpindah sekolah menjadi pilihannya.  Di sekolah yang baru, Nicho kembali menata hidupnya dan bertekat meraih kesuksesan.

“Kegagalan adalah bukti dimana saya belum menemukan cara yang tepat untuk mencapai kesuksesan,” ujar Nicho.  Sejak kecil Nicho sering mengalami kegagalan dalam berdagang.  Demi membantu ekonomi keluarga, dibangku Sekolah Dasar (SD) Nicho sudah mulai mendagangkan makanan, minuman, pakaian, dan produk lainnya.

Menginjak SMP (Sekolah Menegah Pertama) ia juga bergabung dalam Bisnis MLM (Multi Level Marketing).  Bermodalkan tekat dan keinginan keras, Nicho dengan ulet menekuni tiap usaha yang ia jalankan.  Menurutnya, gengsi tidak akan membuatnya sukses tetapi sukseslah yang kelak membuatnya bergengsi. 

Prinsip itu yang terus Ia junjung tinggi.  Tak berlama-lama meratapi kegagalan dibangku SMA, Nicho perlahan bangkit.  Ia mulai mencari berbagai informasi berbisnis ikan hias.  Tak tanggung-tanggung, skala ekspor incarannya.

Tropical Fish Indonesia, nama website yang Nicho buat agar para konsumen mudah mengetahui produk yang Nicho tawarkan.  Selain mempromosikan produk di dunia maya, Nicho juga menyebar proposal kerjasama pada kios-kios ikan.  Dari 100 proposal, hanya 10 yang merespon.

Kerjasama dengan berbagai pihak sudah berjalan, namun tetap ada saja krikil yang membuatnya tergelincir.  Nicho sempat tertipu oleh rekan bisnisnya.  Dalam waktu semalam 30 juta rupiah hilang.  Nicho hampir berputus asa.  Namun, para konsumen luar negeri malah yang juga tertipu oleh rekan bisnis Nicho malah mempercayakan pemesanan selanjutnya pada Nicho.

Nicho dengan cermat melayani permintaan yang berdatangan.  Hanya membutuhkan waktu 90 hari, Nicho berhasil meraih keuntungan 100 juta rupiah.  Demi menjaga kepuasan pelanggan, Nicho memasok ikan hias pilihan dari Jawa, Kalimantan, hingga Papua.  Tak hanya di dalam negeri, di mancanegara pun nama Nicho sudah terkenal sebagai eksportir ikan hias. (269)

BERITA TERKAIT