Dea Salsabila Amira, Founder dan CEO UR-FARM

Mempromosikan Gaya Hidup Organik, Memberdayakan Petani Kopi

Kamis, 27 Desember 2018, 09:17 WIB

Dea Salsabila Amira, Founder dan CEO Ur-Farmm saat berbagi pengalaman di Balairung Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga. | Sumber Foto:Dok KKIN- FPB UKSW

AGRONET -- Hadir di Balairung Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW),  pertengahan September 2018 yang lalu, Dea Salsabila Amira (Founder and CEO UR-FARM) menjadi pembicara pertama Konser Karya Ilmiah Nasional (KKIN) 2018 yang diselenggarakan Fakultas Pertanian dan Bisnis (FPB) UKSW.  

Dihadirkannya Founder and CEO UR-FARM tersebut, sangat cocok dengan tema “Peluang dan Tantangan Pembangunan Pertanian Berkelanjutan di Era Global dan Digital” yang ditetapkan panitia. Membawakan topik tentang peluang bisnis pertanian virtual,  pengalaman bisnis Dea, menjadi pembelajaran penting bagi peserta.

“Di Indonesia ada begitu banyak komoditi pertanian yang bisa dimanfaatkan oleh mahasiswa. Sebagai contoh hasil pertanian kopi, dimana Indonesia adalah salah satu penghasil kopi terbesar di dunia. Untuk pengelolaan kopi sendiri sudah sangat banyak, hanya saja petani di Indonesia belum mempunyai wawasan luas seputar cara pengolahan yang baik sampai menghasilkan produk yang bagus,” Ujarnya memotivasi.

Dea Salsabila Amira adalah founder sekaligus Chief Empowerment Officer (CEO) dari Ur-Farm. bisnis sosial yang mencoba fokus memberdayakan petani kopi berskala kecil-menengah agar mereka dapat semakin menjangkau pasar yang lebih luas. Setidaknya sudah sekitar 100 petani kopi di wilayah Provinsi Jawa Timur dan Bali yang telah diberdayakan.  Konsep pemberdayaannya adalah melalui konsep pertanian organic serta produk tersertifikasi kopi alami.

BERITA TERKAIT

Menurut Dea, masyarakat Indonesia sudah mulai melirik dan membuktikan manfaat dari gaya hidup organik. Namun terdapat dua dari sejumlah alasan mengapa gaya hidup organik belum begitu populer hingga saat ini: harga relatif mahal dan tidak mudahnya mendapatkan barang organik itu sendiri di sekitar. 

Komitmen Ur-Farm menjual 100% produk lokal khususnya hasil para petani Indonesia dan kemudahan dalam melakukan pembelian diharapkan dapat menjadi jawaban dari kedua situasi tersebut. Selain memasarkan produk pertanian organik, Ur-Farm ingin membantu untuk meningkatkan taraf hidup para petani. Khususnya petani komoditas kopi.

“Misi utama dari UR Farm adalah untuk memotong keterlibatan tengkulak dalam rantai pasok komoditas kopi. Itu mengapa kami mengusung Farmer Grown, Farmer Roasted Coffee. Kepercayaan adalah kunci utama berhubungan dengan petani, dan itu butuh waktu. Tapi ketika mereka tahu nilai yang kami berikan, maka respon mereka sangat baik. Misi kami adalah untuk memotong keterlibatan tengkulak dalam rantai pasok dan menyejahterakan petani melalui pendampingan secara berkala dari hulu hingga hilir,” ujar Dea.

Keberadaan Ur-Farm sudah memberikan banyak manfaat kepada para petani, salah satunya adalah keuntungan secara finansial. Jika dulu petani hanya mendapatkan keuntungan 20% setiap panen, setelah bergabung dengan Ur-Farm mereka mendapat keuntungan mencapai 100%.

“Kami bukan tengkulak, so kami tidak ambil keuntungan dari petani. Misi kami adalah untuk membuat mereka sejahtera. Because if there is no farmers, there will be no food. Jika jumlah petani makin sedikit, makin berasa juga ancaman tidak adanya food security di Indonesia. Selain itu, kami juga memberikan dampak yang baik bagi konsumen yang memilih layanan kami. Karena pada dasarnya produk kami 100% organik dan fresh, konsumen merasakan manfaat tersebut di tubuh mereka,” paparnya.

Di sisi lain, Dea dan rekan-rekannya juga melakukan riset bagaimana caranya agar produk dapat diterima masyarkat luas. Apalagi mereka tidak memiliki latar belakang ilmu di bidang pertanian. Namun Dea yakin dia dan teman-temannya akan mampu mengembangkan usaha ini. Setelah yakin dengan produk yang mereka peroleh, maka Ur-Farm pun meluncurkan produk di pasar secara luas.

Alumni Universitas Mercu Buana ini mendirikan Ur-Farm bersama dengan dua rekannya, dengan modal awal sekitar Rp 15 juta  yang dipergunakan untuk melakukan survey, mencari petani dan berkomunikasi secara langsung dengan para petani. Situs Ur-Farm secara resmi diluncurkan pada Januari 2016, platform masih terus berkembang untuk tawarkan berbagai layanan baru, traffic  sudah mencapai lebih dari 7000 pengunjung dengan jumlah transaksi mencapai 250 hingga 300.

Ur-Farm fokus pada produk kopi organik. “Saat ini Ur-Farm memiliki 5 produk kopi terdiri dari: Java Raung Herby, Java Raung Fruity, Luwak Java Raung, Java Arjuno dan Java Argopuro. Semua kopi kami klasifikasikan berdasarkan gunung tempat kopi ini ditanam. Dan semua kopi kami ditanam dan dipanggang langsung oleh petani,” kata Dea dengan nada bangga.

“Saat ini kelompok tani yang kami bina berjumlah 100 petani. Ur-Farm memberikan akses pasar yang lebih luas ke petani. Kami menghadirkan kopi yang ditanam dan dipanggang langsung oleh petani tanpa perantara. Sehingga income petani meningkat 25% sejak bergabung dengan Ur-Farm,” klaim perempuan kelahiran Surabaya, 6 Agustus 1995 tersebut.

Lebih jelas Dea menambahkan, ketika memutuskan untuk berbisnis kopi, demi menghasilkan produk yang bagus kita harus terjun langsung di hilir dalam artian ikut membantu petani dengan memberikan pendampingan cara menghasilkan kopi yang bagus. Mulai dari proses tanam sampai fermentasi, sehingga produk yang di jual adalah produk unggulan. Tidak hanya sampai disitu, kita juga perlu memperhatikan limbah dari pengelolaan kopi tersebut.

“Kita juga harus membantu petani untuk mengelola limbah menjadi energi terbarukan. Jadi tidak hanya mengelola kopi tetapi juga limbahnya. Contoh pengolahan limbah kopi yang baik adalah dijadikan biobriket atau sebagai pupuk organik. Harapan saya ke depan, mahasiswa lebih punya rasa memiliki terhadap produk Indonesia dan mampu mengelola produk Indonesia sendiri,” pungkasnya.

Rupanya jiwa wirausaha sudah tumbuh sejak dia berusia 17 tahun. Saat masuk kuliah. Bisnis pertama Dea, brand clothing line yang dirintisnya sejak tahun 2012 sebenarnya memberi keuntungan yang cukup besar. “Saya memutuskan menyudahi bisnis tersebut di tahun 2015, karena saya ingin fokus mengembangkan Ur-Farm.Walaupun saya mencintai dunia fesyen, tapi passion saya di industri pertanian,” ungkapnya. (234)

BERITA TERKAIT

Agro Pilihan