Memetik Salak Pondoh di Agrowisata Bangunkerto

Minggu, 14 Januari 2018, 19:37 WIB

Salak Pondoh | Sumber Foto:Wikipedia

AGRONET – Jika suatu kali Anda dalam perjalanan darat menuju Yogyakarta dari arah Magelang, mampirlah ke Agro Wisata Bangunkerto. Di sini tempatnya salak pondoh yang sudah terkenal karena rasanya yang manis.

Agro Wisata Bangunkerto terletak di Desa Bangunkerto, Kecamatan Turi Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Tepatnya sekitar 25 km se arah Yogyakarta. Di sini sebagian besar penduduk di wilayah ini bekerja sebagai petani salak pondoh. Dari tempat inilah salak pondok dihasilkan.

Agro Wisata Bangunkerto berdiri sejak tahun 1989 dan dikelola pertama kali oleh Dr. Soebroto Soedibyo, di atas lahan seluas sekitar 27 hektar. Agro Wisata Bangunkerto memiliki sekitar 17 varietas salak pondoh, seperti salak pondoh super, salak madu, salak pondoh hitam, salak pondoh merah, salak pondoh manggala, salak pondoh kuning, salak pondoh gading, salak pondoh gula pasir, salak pondoh klinting, dan beberapa varietas salak lainnya

Seperti diketahui salak pondok adalah salah satu kultivar salak yang memiliki rasa manis dan tidak sepet sejak buah masih muda. Salak pondoh (Salacca zalacca Gaertner Voss) masuk dalam famili palmae. Memiliki duri dan bertunas banyak. Salak pondoh termasuk dalam jenis buah tropis.

Di Agro Wisata Bangunkerto Anda dapat memetik dan mencicipi langsung buah salak pondoh dari pohonnya. Di kawasan ini udara sejuk pedesaan masih dapat dirasakan selain pemandangan Gunung Merapi dan pohon salak yang ditanam berjajar.

Agro Wisata Bangunkerto setiap harinya buka mulai pukul 08.00 hingga pukul 16.00. Harga karcis masuknya cukup murah. Dengan karcis seharga Rp 3000, Anda sudah dapat masuk dan menikmati pemandangan di sana. Atau, jika Anda membeli karcis masuk seharga Rp 10.000, Anda akan ditemani pemandu wisata yang akan menjelaskan segala sesuatunya mengenai tanaman di Agro Wisata Bangunkerto dan khususnya cara budidaya tanaman salak.

Anda juga diizinkan untuk memetik buah salak langsung dari pohonnya dan makan di tempat. Namun jika Anda membeli tiket seharga Rp 20.000, ketika Anda telah selesai berwisata di Agro Wisata Bangunkerto, Anda akan diberi bingkisan salak pondoh.

Dari sekian banyak jenis salak pondoh yang ada di Agro Wisata Bangunkerto, salak pondoh super adalah yang paling digemari. Salak jenis ini memiliki rasa manis, daging buahnya besar, dan harganya relatif murah. Sementara salak pondoh yang paling mahal adalah salak pondoh gading, karena termasuk jenis salak yang agak langka.

Salak gading mempunyai bentuk mirip bulat telur. Daging buahnya tebal, berwarna putih kekuningan, dan baunya cukup tajam. Sedangkan kulit buahnya bersisik besar. Karena warna kulit mirip gading, maka salak ini diberi nama salak pondoh gading.

Meskipun salak pondoh gading rasanya tidak semanis salak pondoh super –bahkan agak sepet- namun tetap saja dicari orang. Konon salak pondoh gading dapat dipakai sebagai obat lambung dan diare. Selain pohon salak Anda dapat pula menjumpai jenis tanaman lain di Agro Wisata Bangunkerto. Umumnya tanaman untuk bahan obat-obatan seperti temulawak, jahe, kencur dan lain-lain.

Selain tanaman, di Agro Wisata Bangunkerto juga menyediakan kolam pemancingan ikan. Fasilitas lain yang juga dapat ditemui adalah kolam renang, taman bunga, taman rekreasi dengan sepeda air, dan kios penjualan salak.
Waktu terbaik berkunjung ke Agro Wisata Bangunkerto adalah saat panen buah salak, yaitu antara bulan Mei-Juni dan November-Desember. Di luar waktu ini, biasanya buah salak masih kecil dan sedikit.

Perlu diingat jika Anda ingin membawa salak pondoh sebagai oleh-oleh, pilihlah salak yang masih ada tandannya supaya lebih tahan lama dan jangan disimpan di dalam tempat yang tertutup rapat. Anda dapat meminta wadah dari anyaman bambu sebagai wadah untuk membawa salak. (555)

 

BERITA TERKAIT