Wisata Tanam Padi di Sendangsari

Kamis, 10 Agustus 2017, 00:36 WIB

Anak-anak membajak sawah | Sumber Foto:Desa Wisata Sendangsari

AGRONET - Kemana Anda pergi berlibur ? Ke pantai, gunung, luar kota, luar negeri, museum, atau sekadar jalan-jalan ke mal ? Jika ingin liburan Anda bermanfaat bagi seluruh anggota keluarga, khususnya anak-anak, Desa Wisata Sendangsari dapat menjadi pilihan.

Desa Wisata Sendangsari (Dewi Sri) terletak di jalan Dieng km 9, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Dewi Sri adalah satu dari lima belas desa yang ada di Kecamatan Garung. Sendangsari dijadikan nama desa karena di sebelah utara pinggiran desa ini, terdapat sendang (kolam) yang airnya bersih dan mengalir sepanjang musim. Sedangkan di sebelah timur desa, terdapat gunung Sindoro.

Dewi Sri dikelilingi oleh hamparan ladang dan sawah. Pemandangan alam yang asri ini membuat Dewi Sri memiliki pesona alami pedesaan. Selain itu, Dewi Sri dikenal juga karena memiliki keunggulan di bidang pertanian dan kebudayaan. Pertanian di Dewi Sri mengkhususkan diri pada produk hortikultura, khususnya komoditas sayuran seperti; selada air, kubis, cabai, kangkung, padi, jagung, sawi, dan tembakau.

Untuk bidang kebudayaan, desa Sendangsari memilki 19 kelompok kesenian, mulai dari kesenian tradisional hingga modern. Kesenian yang paling dekat dengan masyarakat Sendangsari adalah Tari Lengger. Selain itu ada juga kesenian peninggalan warga Tiongkok, yaitu Barongsai dan Liongsai.

Anda bisa menyaksikan beragam aksi kesenian ini, jika kebetulan sedang ada pentas di desa atau pada saat kelompok kesenian sedang latihan. Namun, jika ingin menonton seluruh kelompok kesenian tampil, biasanya diadakan setiap bulan Mei setiap tahunnya, pada saat acara Pariwiyatan Budaya Jawi.

Cikal bakal Dwi Sri berawal dari terbentuknya Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) pada tahun 2008. Berkat usaha semua stake holder, akhirnya delapan tahun kemudian, Dewi Sri mendapat Surat Keputusan sebagai ”Desa Wisata”.

Jika Anda berkunjung ke sana, tidak perlu bingung mencari penginapan. Di desa Sendangsari terdapat Home Stay Pondok Bamboo. Menurut Bambang Adi Nugroho, pembina Dewi Sri, umumnya yang tinggal di penginapan ini adalah orang asing yang tengah berlibur di kawasan Dieng. Tapi, jika Anda ingin lebih merasakan suasana pedesaan, menginap di rumah warga dapat menjadi pilihan. ”Istilah kami, Kampung Home Stay,” ujar Bambang yang juga menjabat sebagai Sekdes. Kampung Home Stay ini dapat menampung hingga 200 tamu.

Menanam Padi

Pengunjung Dewi Sri kebanyakan dari wisatawan domestik. Mereka datang dari kawasan Wonosobo sendiri, Jawa Tengah, Jakarta. Untuk pilihan wisata, Dewi Sri menawarkan Wisata Edukasi, Wisata Alam, Wisata Kesenian, Agrowisata, dan kunjungan ke Home Industry.

Tracking adalah salah satu jenis wisata yang dapat dipilih. Kita akan diajak berkeliling menelusuri Dewi Sri. Selama perjalanan berkeliling, kita kan melalui spot-spot alam yang indah seperti; Kali Gondang, Kedung Siwuluh, Kedung Pawon, Bukit Katimuruh, dan hutan bambu.

Anda dapat juga memilih River Tubing, yaitu mengarungi sungai dengan menggunakan ban. River tubing Dewi Sri memiliki dua jalur, jalur Wanganaji dan jalur Serayu. Sedangkan jika kita berkunjung ke Home Industry, kita dapat menyaksikan pembuatan barongsai, brondong, tempe, tahu, jantir, opak, dan cinderamata.

Untuk wisata kesenian, selain kita dapat menyaksikan pertunjukan kesenian seperti Tari Lengger dan Kuda Kepang, kita juga juga menikmati Barongsay dan Liongsay. Selain itu, kita dapat pula belajar tari, gamelan, dan melukis topeng.

Memanen Selada air

Nah, jenis wisata yang satu ini menjadi favorit anak-anak. Agrowisata. Anak-anak yang tinggal di kota besar, seperti Jakarta, selama ini hanya mengenal beras dan nasi. Sangat jarang dari mereka yang pernah turun langsung ke sawah, bersentuhan dengan tanaman padi.

Di Dewi Sri, anak-anak dapat belajar menanam padi di sawah. Mereka juga dapat turun ke sawah, berjalan di atas kubangan lumpur, belajar membajak sawah bersama kerbau, dan sekaligus menanam padi. Dijamin, anak-anak akan senang mendapatkan suasana yang berbeda dari kesehariannya di kota besar. Siapa tahu, ada dari mereka yang kelak akan menjadi petani sukses. (555)

 

 

 

BERITA TERKAIT