Belajar Menenun Sutra di Bali

Rabu, 04 Oktober 2017, 15:44 WIB

Ulat sutera dalam proses metamorfosa menjadi kepompong yang membutuhkan waktu sekitar 34 hari

AGRONET – Liburan ke Bali tidak musti jalan-jalan ke pantai. Sesekali cobalah cari tempat wisata lain yang juga dapat memberi pengetahuan, terutama untuk anak-anak.

Sekitar 14 km dari kota Denpasar, tepatnya di Desa Sibangkaja, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, terdapat Agrowisata Sutera Alam. Namanya, Sutera Sari Segara. Agrowisata yang pernah mendapat penghargaan dari Bupati Badung ini, dibangun pada tahun 2008 di atas lahan seluas sekitar 5.000 m2.

Agrowisata Sari Segara dibangun oleh Nyoman Sarya untuk keperluan pendidikan. Selain budidaya ulat sutera, agrowisata ini juga memiliki kebun binatang mini. 

”Pengunjungnya kebanyakan murid-murid sekolah. Kadang ada juga turis lokal dan asing,” ujar Oman, pengurus agrowisata Sari Segara. Begitu melewati pintu gerbang pengunjung pertama kali akan menjumpai 3 ekor rusa ’Tutul Axis-axis’. Hewan ini bukanlah asli Indonesia, melainkan berasal dari India dan Srilanka.

Kemudian pengunjung dapat melihat kelinci dan burung kalkun. Kalkun merupakan hewan yang unik, karena memiliki kemampuan aseksual. Artinya, kalkun dapat bereproduksi tanpa harus dibuahi oleh pejantan. Namun, anakan dari proses aseksual kebanyakan jantan dan ini lebih rentan terhadap penyakit.

Berikutnya, pengunjung dapat melihat pemeliharaan burung Jalak Bali. Burung ini termasuk langka dan dilindungi undang-undang. Burung Jalak Bali termasuk jenis burung berkicau. Cirinya, di seluruh tubuhnya bulunya berwarna putih, kecuali pada ujung ekor dan sayapnya yang berwarna hitam.

Pada bagian pipi yang tidak ditumbuhi bulu, berwarna biru cerah dan kakinya berwarna keabu-abuan. Di alam bebas, Jalak Bali hanya ditemukan di hutan bagian barat pulau Bali.

Selesai melihat hewan di kebun binatang mini, pengunjung khususnya anak-anak, dapat membatik atau mewarnai pola yang terdapat di atas kain yang telah diberi bingkai. Jika telah selesai diberi warna, setiap anak dapat membawa pulang hasil karyanya.

Selanjutnya, yang paling menarik, adalah melihat budidaya sutera alam. Menurut Oman, agrowisata Sutera Sari Segara mendatang telur ulat sutera dari Makassar, Sulawesi Selatan. Setelah telur ulat datang, sebagian ditetaskan menjadi ulat, dan sebagian lagi disimpan dalam lemari es. Telur yang disimpan dalam lemari es tidak akan menetas.

Proses dari telur menetas sampai menjadi ulat dewasa dibutuhkan waktu sekitar 28 hari. Pada proses ini, dari ulat kecil sampai menjadi ulat dewasa, ulat mengalami proses metamorfosa atau pergantian kulit secara bertahap.

Di atas lahan agrowisata Sutera Sari Segara, pengunjung juga dapat melihat kebun murbei. Tanaman ini sengaja ditanam untuk makanan ulat sutera. Selain sebagai makanan ulat sutera, daun murbei juga dapat dibuat menjadi teh. Jika ingin mencoba, pengunjung dapat mencicipi teh murbei.

Pengunjung juga dapat menikmati segarnya jus Pokcoy di agrowisata Sutera Sari Segara. Di samping membuat kebun murbei, agrowisata Sutera Sari Segara juga menanam Pokcoy. Selain memberikan rasa segar, jus Pokcoy juga berkhasiat untuk kesehatan.

Setelah menjadi ulat dewasa, dibutuhkan lagi waktu sekitar 5 hari, agar kokon atau kepompong dapat dipanen. Kepompong yang berwarna putih bersih ini, diseleksi dahulu, dipilih yang kualitasnya bagus, sebelum kemudian dipintal menjadi benang sutera yang kuat dan indah.

”Sekali memintal, sekaligus 25 kepompong dijadikan satu untuk dipintal menjadi seutas benang,” jelas Oman. Satu kilogram kepompong, tambah Oman, jika dipintal akan menghasilkan 1.000 meter benang sutera.

Jika kepompong telah dipintal menjadi benang sutera, maka tahap berikutnya adalah menenun menjadi kain. Di agrowisata Sutera Sari Segara, pengunjung selain dapat melihat peragaan memintal benang dan menenun kain sutera, juga dapat membeli kain sutera yang telah jadi. Harga kain sutera sangat bergantung pada warna dan motif. Semakin indah warnanya dan juga semakin sulit proses menenunnya, maka harga kain sutera semakin mahal.

Selesai berkeliling di agrowisata Sutera Sari Segara, pengunjung dapat menyaksikan pemutaran film animasi di bioskop mini yang terdapat di agrowisata Sutera Sari Segara. Waktu satu jam yang tidak terasa telah berlalu. Cukup dengan membayar tiket masuk Rp 30.000 untuk dewasa dan Rp 15.000 untuk anak-anak, kita sudah dapat berlibur sekaligus belajar di agrowisata Sutera Sari Segara. (555)

 

BERITA TERKAIT