Berani Coba Steak Kobe Beef ?

Sabtu, 02 September 2017, 17:20 WIB

Daging sapi Kobe dengan skala MQS A-5

AGRONET – Apakah Anda menyukai burger ? Jika ya, burger apa yang paling lezat yang pernah Anda makan ? Jangan terburu-buru merujuk pada satu restauran burger – seperti McDonald’s, American Hamburger, Burger King, Shake Shack, Rockit Burger, atau Kua’aina – sebelum Anda mencoba burger yang satu ini.

Sekitar 10 tahun yang lalu, sebuah restauran di hotel berbintang lima di Jakarta, menjual burger yang diklaim sangat lezat. Burger ini menggunakan daging sapi Kobe dan disajikan bersama dengan foie gras (masakan khas Perancis dari hati angsa), portobello mushrooms (jamur kancing), buah pear Korea, dan tentu saja dilengkapi dengan french fries (kentang goreng).

Tahu berapa harga satu buah burger itu ? Jangan kaget, 110 dolar AS (sekitar Rp 1,4 juta) per buah. Apakah dengan harga yang begitu mahal, ada orang yang ’nekad’ membeli ? Menurut keterangan manager restauran, belum sampai satu bulan burger itu dimuat dalam menu, telah terjual 20 burger !

Mengapa ada orang yang rela mengeluarkan uang begitu banyak hanya untuk sebuah burger ? Seorang ahli kuliner yang saat itu diminta untuk mencicipi memberi komentar yang mengejutkan. ”Menurut saya harga ini masih terlalu murah untuk sebuah burger yang sangat lezat,” ujarnya.

Lepas dari harga yang fantastis dan resep yang jempolan, tahukah apa yang membuat burger itu menjadi sangat mahal dan enak ? Jawabannya ada pada kualitas 250 gr daging sapi Kobe yang istimewa pada burger itu.

Untuk Anda yang belum penah mendengar atau bahkan belum pernah mencicipi daging sapi Kobe, jangan sampai keliru dengan daging sapi Wagyu. Setiap daging Kobe adalah Wagyu, tapi tidak semua Wagyu adalah daging Kobe. Lalu, apa yang membuat daging Kobe menjadi sangat mahal ? Hingga saat ini daging sapi Kobe masih diakui sebagai daging sapi yang terbaik kualitasnya, juga termahal harganya.

Dalam bahasa Jepang, Wagyu berarti sapi Jepang. Daging sapi Wagyu Jepang ini dikenal sangat berkualitas karena pada dagingnya terdapat pola lemak seperti marmer (marbling). Pada saat dimakan, terasa seperti meleleh di dalam mulut. Selain itu, daging sapi Wagyu Jepang juga mengandung lemak tak jenuh tunggal, serta mengandung asam lemak omega-3 dan omega-6 yang lebih tinggi dari daging sapi lain.

Sudah sejak lama Jepang dikenal sebagai salah satu negara maju di Asia, walaupun negara ini memiliki beberapa keterbatasan. Dengan jumlah penduduk sekitar 125 juta jiwa, minim dengan sumber alam, dan bencana gempa bumi kerap terjadi, Jepang telah banyak menghasilkan produk pertanian, peternakan, perkebunan dan perikanan yang berkualitas. Bahkan banyak yang diakui sebagai nomor satu di dunia !

Masih ingat beberapa jenis buah termahal di dunia (http://www.agronet.co.id/detail/vivo/pertanian/109-Buah-Termahal-di-Dunia)? Dari 10 jenis buah termahal di dunia, 8 di antaranya dihasilkan dari perkebunan di Jepang.

Sama halnya dengan buah-buahan, Jepang menghasilkan Wagyu sebagai daging sapi terbaik dan termahal di dunia. Daging sapi Kobe dijual dengan harga sekitar Rp 4,5 juta per kg.

Di restauran steak Aragawa di kota Tokyo, yang diklaim sebagai salah satu restauran steak terbaik di Jepang dan mungkin di dunia, menjual satu porsi steak daging Kobe seharga Rp 4,9 juta. Harga yang selangit ini menurut beberapa orang yang pernah datang ke Aragawa sepadan dengan kualitas rasanya.

Daging sapi Kobe memang beda dengan daging sapi lain. Dagingnya mirip dengan marmer, memiliki lapisan lemak antar serat daging yang banyak. Selain itu, daging sapi Kobe memiliki warna daging, tekstur daging, dan lapisan lemak yang sempurna.

Faktor lemak yang mirip marmer dan serat daging inilah yang membuat daging sapi Kobe menjadi begitu lezat. Ini membuat daging sapi lain sulit menandingi.

Daging sapi Kobe, oleh Japan Meat Grading Association (JMGA), dibedakan tingkat kualitasnya berdasarkan Beef Marbling Score (BMS). Skala BMS mulai dari 1 hingga 12. Semakin tinggi nilai BMS daging sapi, semakin sempurna kualitasnya dan semakin mahal harganya.

Daging Kobe wajib memiliki skore BMS di atas 6. Selain itu ada penilaian lain, yaitu Meat Quality Score (MQS), dengan skala A-1 hingga A-5 (terbaik). Daging Kobe wajib memiliki skore terendah A-4.

Untuk dapat menghasilkan daging sapi Kobe berkualitas tinggi, para peternak di Japang merawat sapi Kobe dengan sangat hati-hati. Setiap hari diputar musik untuk sapi-sapi yang di kandang, khususnya saat menjelang waktu makan. Sapi-sapi juga selalu dihadapkan pada pemandangan alam yang indah.

Sikat Jerami

Kebersihan kandang juga menjadi prioritas utama. Setiap 2 minggu sekali sapi-sapi dikeluarkan dari kandang, dipijat dengan sikat jerami yang diyakini dapat membantu penyebaran lemak dalam daging.

Sapi juga digembalakan hanya di lahan yang rumputnya ditanam sendiri oleh peternak agar kualitas rumput terjaga. Sapi Kobe memang harus selalu diberi rumput, sayuran, dan buah-buahan yang masih segar. Sepanjang hidupnya, sapi Kobe tidak pernah diberi makanan yang telah layu. Dan, yang pasti makanan sapi Kobe harus organik. Tidak boleh tercemar bahan kimia.

Kandang sapi pun wajib dibersihkan secara rutin dengan seksama agar benar-benar bebas dari kotoran. Semua ini dilakukan untuk menjaga agar sapi-sapi selalu rileks, dan pada akhirnya berpengaruh pada kualitas daging.

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar daging sapi dapat disebut sebagai daging sapi Kobe, yaitu;

1. Sapi harus keturunan murni dari sapi Tajima. Tidak hasil dari perkawinan silang.
2. Sapi harus lahir, dibesarkan, dan disembelih di wilayah prefektur Hyogo.
3. Sapi harus diberi makan rumput yang berasal dari prefektur Hyogo.
4. Sapi harus dipotong sebelum dengan bobot maksimum 470 kg.
5. Daging sapi harus memiliki skore BMS minimum 6 atau lebih.
6. Daging sapi harus memiliki skore MQS minimum A-4 atau A-5.

Dengan kriteria yang ketat seperti di atas, setiap tahunnya tidak lebih dari 3.000 ekor sapi yang lolos penilaian dan diberi label sebagai daging sapi Kobe.

Sejauh ini dikenal ada empat ras sapi Kobe, yaitu; Sapi Hitam Jepang (Kuroge Washu), Sapi Coklat Jepang (Akage Washu), Sapi Tanpa Tanduk Jepang (Mukaku Washu), dan Sapi Tanduk Pendek Jepang (Nihon Tankaku Washu). Sekitar 90?ri seluruh populasi sapi yang digemukkan di Jepang adalah Sapi Hitam Jepang dan biasanya dapat dijumpai di daerah Tojima, Shimane, Tottori, dan Okayama.

Sapi Kobe

Sedangkan sapi Coklat Jepang yang dikenal juga dengan Sapi Merah Jepang, dapat dijumpai di wilayah Kumamoto dan Kochi. Sapi Tanduk Pendek Jepang adalah populasi yang paling sedikit, kurang dari 1 persen jumlah populasi sapi di Jepang.

Dari sekian jenis sapi yang ada di Jepang (Wagyu), ada satu jenis sapi yang pernah memecahkan rekor penjualan. Sapi ini berasal dari daerah Matsuzaka dan jenisnya adalah Sapi Hitam Jepang (Kuroge Washu). Pada tahun 1989, seekor sapi Matsuzaka terjual dengan harga Rp 5,2 milyar.

Sapi Matsuzaka adalah sapi betina yang diternakkan di daerah Matsuzaka yang tenang. Sapi ini dipotong ketika masih perawan. Konon, daging sapi Matsuzaka dengan skala A-5 MQS adalah yang terempuk di dunia. Daging sapi Matsuzaka memang salah satu daging sapi terbaik di Jepang bersama dengan daging sapi Kobe dan Omi (atau Yonezawa).

Jika Anda penggemar steak, dan sering mencoba daging prime dari Australia atau Selandia Baru, maka sudah saatnya mencoba steak daging Kobe. Jangan mudah percaya dengan promosi restauran yang menawarkan daging wagyu. Jika harganya masih dalam ukuran normal, dapat dipastikan daging wagyu yang ditawarkan adalah daging sapi hasil persilangan dengan skala BMS dan MQS yang rendah.

Perlu diingat kualitas daging Kobe berada dua sampai tiga tingkat di atas daging prime Australia dan Selandia Baru. Harganya sudah pasti selangit. Tapi, mencoba sekali seumur hidup toh tidak ada salahnya. (555)