Kayu Termahal di Dunia. Apa Saja ?

Kamis, 02 November 2017, 02:15 WIB

Kayu ebony digunakan juga pada tuts piano

AGRONET – Dalam kehidupan sehari-hari, tanpa disadari kita selalu berhubungan dengan kayu. Kursi, meja, lemari, alat memasak, alat musik, jendela dan pintu rumah, dan masih banyak lagi peralatan yang menggunakan kayu. Bahkan, sekitar tahun 70-an raket tenis dan bulutangkis juga menggunakan kayu.

Diperkirakan ada ribuan jenis kayu. Di Indonesia kita banyak menjumpai kayu jati, mahoni, duren, kelapa, akasia, sonokeling, trembesi, dan kamper dipakai sebagai bahan baku untuk furnitur, jendela, dan pintu rumah.

Harga dan kualitas barang sangat dipengaruhi oleh jenis kayu yang dipakai. Biasanya, semakin mahal harga barang, semakin awet dan indah penampilannya. Karena, kayu yang dipakai memang memiliki sifat-sifat tersebut. Seperti kayu jati misalnya.

Tapi, tahukah Anda, jenis kayu apa yang termahal di dunia ? Berikut beberapa jenis kayu yang memiliki harga jual melebihi jenis kayu lainnya. Beberapa di antaranya tidak tumbuh di Indonesia.

1. Kayu Bogote
Kayu ini dianggap sebagai yang terbaik dari yang terbaik (The creme de la creme) dari semua jenis kayu yang ada di permukaan bumi. Oleh sebab itu kayu bogote harrganya termasuk yang termahal. Kayu bogote memiliki penampilan yang indah, perpaduan warna coklat kekuningan dan coklat.

Tinggi pohon bogote mencapai 30 meter dengan diameter 1 sampai 1,5 meter. Pohon bogote paling banyak dijumpai di Amerika Selatan dan Tengah, juga di Meksiko. Umumnya kayu bogote digunakan untuk furniitur, alat musik, gagang senjata dan peralatan lainnya.

2. Kayu Bubinga
Ranking berikutnya ditempati oleh kayu Bubinga. Kayu ini termasuk dalam keluarga Fabaceae. Kebanyakan kayu bubinga ditemukan di benua Afrika. Kayu ini terbagi menjadi 16 spesies berbeda, yang masing-masing memiliki sifat yang unik.

Kayu bubinga banyak dipakai untuk furniture kualitas premium, lapisan kayu, dan barang lain dengan kualitas jempolan. Kayu bubinga juga banyak dipakai sebagai bahan baku alat musik, khususnya gitar dan kecapi, karena kualitas suara yang dihasilkan sangat baik.

Pohon bubinga sangat besat. Tingginya dapat mencapai 50 meter dengan diameter 2 meter. Kayunya mempunyai warna merah muda hingga coklat kemerahan dengan garis ungu atau hitam.

3. Kayu Dalbergia
Kayu ini masuk dalam genus Albertina dan tergolong dalam pohon ukuran sedang. Dalbergia banyak dijumpai di daerah tropis, khususnya di Amerika Selatan dan Tengah, Asia, Afrika, dan Madagaskar.

Kayu ini menghasilkan minyak dengan aroma unik yang kuat dan memiliki tekstur yang indah. Oleh sebab itu kayu dalbergia banyak dipakai untuk furnitur kelas premium, gerbong tidur kereta api, alat olahraga, dan alat musik akustik. Jenis kayu dalbergia yang paling terkenal adalah rosewood.

Kelebihan kayu dalbergia adalah mudah diolah, baik dengan cara manual atau menggunakan mesin.

4. Kayu Purple Heart
Kayu ini banyak dijumpai dengan ukuran –panjang dan lebar- yang bervariasi. Kayu Purple Heart banyak digunakan untuk furnitur kelas premium dan perahu. Harganya mahal karena memiliki tampilan yang indah dengan warna coklat muda dengan corak berwarna ungu. Phon kayu ini dapat mencapai tinggi 50 meter dengan diameter 1,5 meter.

Kayu purple heart sudah digunakan sejak dulu. Hal ini dapat dibuktikan dengan ditemukannya barang-barang kuno yang menggunakan kayu jenis ini. Kayu ini memiliki sifat tahan air dan tidak lekang oleh perubahan suhu. Namun, berbeda dengan rosewood, kayu purple heart agak sulit diolah karena ketiak dipotong mengeluarkan semacam getah.

5. Kayu Lignum Vitae
Kayu ini dapat disebut dengan ”kayu yang indah” karena mempunyai variasi warna dari coklat hingga hijau zaitun. Sedangkan jika diartikan dari namanya, Lignum Vitae (bahasa Latin), nama kayu ini memiliki arti ”Pohon Kehidupan”.

Kayu Lignum Vitae banyak digunakan untuk alat kesehatan yang tidak memerlukan kekuatan khusus. Kayu ini agak berminyak dan ini membuatnya menjadi awet sehingga cocok digunakan untuk keperluan di luar ruangan. Namun, kayu ini mudah tenggelam dalam air karena memiliki tingkat kepadatan yang tinggi.

6. Kayu Pink Ivory
Kayu ini mempunyai hubungan dengan kayu red ivory, jenis kayu dari Afrika yang sudah jarang ditemukan. Bahkan sebagian orang mengatakan kalau kayu pink ivory lebih langka dibandingkan dengan berlian.

Harganya cukup mahal. Umumnya kayu Pink Ivory tumbuh di Afrika Selatan, Mozambique, dan Zimbabwe.
Diperlukan waktu yang cukup lama, hingga ratusan tahun, agar kayu ini dapat dimanfaatkan. Biasanya kayu pink ivory dipakai sebagai gagang pisau, tongkat bilyar, dan juga untuk peralatan yang berhubungan dengan kesehatan.

Keindahan kayu pink ivory akan semakin terlihat dengan cukup satu kali polesan saja.

7. Agar wood
Di Indonesia agar wood lazim disebut dengan gaharu dan termasuk salah satu kayu termahal di dunia. Sebenarnya kayu gaharu berasal dari pohon Aquilaria.

Gaharu dihasilkan oleh tanaman sebagai respon akibat adanya mikroba yang masuk ke dalam jaringan yang terluka. Respon dari tanaman terhadap mikroba dapat berupa getah atau resin yang berwarna coklat dan aromanya harum.

Karena aromanya harum, maka perusahaan minyak wangi memanfaatkan resin sebagai bahan utama minyak wangi. Sebenarnya resin ini adalah senyawa fitoaleksin yang fungsinya sebagai pertahanan tanaman terhadap penyakit.

Jadi tidak semua batang gaharu beraroma harum. Hanya sekitar 7 persen yang terinfeksi mikroba yang beraroma wangi. Ini yang membedakan kayu gaharu dengan kayu cendana. Kayu cendana yang dikenal juga dengan nama sandalwood, seluruh batang kayunya beraroma wangi dan keharumannya dapat bertahan hingga puluhan tahun.

Gaharu telah menjadi komoditi perdagangan dari kepulauan Nusantara ke India, Persia, Jazirah Arab, dan Afrika Timur sejak 200 tahun yang lalu. Harga jualnya sangat tinggi. Gaharu memang masuk dalam kelompok kayu yang harganya paling mahal, hingga saat ini.

8. Ebony
Kayu yang memiliki warna hitam pekat ini termasuk salah satu kayu termahal di dunia. Pohon ebony dapat tumbuh hingga 40 meter dan memiliki kepadatan yang tinggi sehingga jika diletakkan di air akan tenggelam.

Kayu ebony mempunyai tekstur yang baik dan banyak digunakan untuk furnitur kualitas premium dan produk ornamen. Karena mengandung minyak, ebony memiliki daya tahan yang hebat. Jika Anda ingin membeli furnitur dan pilihannya jatuh pada yang menggunakan bahan ebony, dapat dipastikan pilihan ini sudah tepat.

Ebony banyak digunakan sebagai bahan untuk pembuatan alat-alat musik seperti biola, piano, gitar, dan lainnya. Bidak catur juga banyak menggunakan kayu ebony.

9. Sandal wood
Kita mengenal sandal wood sebagai kayu cendana. Kayu ini masuk dalam jenis kayu wangi dan berasal dari genus Santalum. Tidak ada kayu jenis lain yang dapat menandingi keharuman kayu ini.
Sandal wood memiliki warna kekuningan dan tekstur yang halus. Aroma wanginya yang dapat bertahan bertahun-tahun membuat kayu ini juga diolah menjadi minyak.

Sebenarnya sandalwood adalah tanaman parasit yang membutuhkan inang untuk tumbuh. Kondisi ini membuat sandal wood sulit dibudidayakan. Walaupun tumbuh tanaman parasit, pohon sandalwood dapat tumbuh hingga mencapai 15 meter.

Sandal wood biasanya dipakai sebagai asesoris, bahan minyak wangi, bahan pembuatan dupa, aromaterapi, dan bahan balsam.

10. African Blackwood

Kayu ini dikenal juga dengan tanaman berbunga yang masuk ke dalam keluarga Fabaceae. Pohon african blackwood berukuran kecil. Daunnya akan gugur pada saat musim kering dengan cara terlontar dan berputar sambil mengeluarkan suara.

Pohon african blackwood ini dapat ditemukan di daerah kering Afrika, tersebar ke daerah timur, mulai Senegal sampai Eritrea dan ke daerah selatan sampai provinsi Transvaal di Afrika Selatan.
Umumnya african blackwood dipakai sebagai bahan pembuatan alat musik dan kerajinan ukir-ukiran.

                                                                     ***

Selain sepuluh jenis kayu yang disebutkan di atas, masih ada beberapa jenis kayu lainnya yang memiliki harga jual tinggi seperti kayu elm, kayu maple, snake wood, rose wood, mahogany, dan tiger wood. Di Indonesia, kayu dengan harga jual mahal yang paling populer adalah kayu jati. Di luar Indonesia, kayu jati dikenal dengan nama teak.
Kayu jati memiliki harga jual yang tinggi karena memiliki beberapa kelebihan dibandingkan kayu lain pada umumnya. Kayu jati merupakan kayu kelas satu karena kekuatan, keawetan, dan keindahannya. Secara teknis, kayu jati memiliki kekuatan kelas I dan keawetan kelas I. Kayu ini sangat tahan terhadap serangan rayap.
Meskipun keras dan kuat, kayu jati mudah dipotong dan dikerjakan, sehingga banyak dipakai untuk membuat furnitur dan ukir-ukiran. (555)

 

Komunitas