Ini Beras Paling Enak di Dunia

Minggu, 07 Januari 2018, 23:11 WIB

Beras impor dari jepang, India dan Pakistan juga memasuki pasar Indonesia

AGRONET – ”Belum makan, jika belum makan nasi”. Beginilah kebiasaan umum orang Indonesia. Bahkan di luar negeri pun –ketika sedang berlibur atau bertugas- orang Indonesia tetap berusaha mencari nasi.

Kebiasaan ini dapat dimaklumi, karena beras memiliki sejarah panjang di bumi nusantara. Sejak zaman dulu, Indonesia sudah dikenal sebagai penghasil beras dan diberi julukan ”Jawadwipa” yang berarti Pulau Jawa penghasil beras. Ini menunjukkan bahwa sejak dulu orang Indonesia memang sudah terbiasa makan nasi.

Sebagai makanan pokok di Indonesia, beras memiliki banyak varian dengan nama yang telah akrab dikenal seperti; Rojolele, Pandan Wangi, Setra Ramos dan Mentik Wangi Susu. Selain itu dikenal juga beras merah, beras hitam, dan beras ketan.

Walaupun beras setelah ditanak menjadi nasi memiliki bentuk yang nyaris sama, namun ternyata setiap jenis beras menghasilkan rasa yang berbeda. Ada beras yang menghasilkan nasi yang pulen, ada yang wangi, dan ada pula yang pera. Biasanya beras Indonesia yang harganya mahal menghasilkan nasi pulen dan wangi.

Namun tidak selalu nasi pulen dan wangi menjadi pilihan utama. Nasi goreng umumnya menggunakan beras yang menghasilkan nasi pera. Bubur dan nasi tim juga tidak mewajibkan menggunakan beras kualitas nomor satu. Nasi pulen dan wangi biasanya dipilih jika dimakan dalam kondisi masih panas bersama lauk pauk.

Melimpahnya produksi dan jenis beras di Indonesia ternyata tidak menghalangi masuknya beras dari luar. Beras Basmati misalnya. Beras yang berasal dari India dan Pakistan ini disukai karena sangat cocok dibuat sebagai nasi biryani, kebuli, mandhi, dan kabsa. Beras Basmati menghasilkan nasi yang pera.

Beras Basmati memiliki bentuk panjang, tidak seperti beras Indonesia yang agak pepat. Selain itu, Beras Basmati memiliki index glikemik yang rendah, tidak seperti beras Indonesia yang index glikemiknya tinggi. Rendahnya index glikemik dan kandungan karbohidrat amylose yang cukup tinggi membuat Beras Basmati tidak mudah dicerna sehingga kadar gula darah tidak cepat naik dan tidak mudah lapar kembali.

Dibandingkan dengan beras Indonesia, Beras Basmati harganya lebih mahal. Ini dapat dipahami karena Beras Basmati hanya ditanam di India dan Pakistan. Harga Beras Basmati akan semakin mahal jika setelah panen disimpan dulu dalam gudang dengan kondisi khusus sampai dua hingga tiga tahun. Beras Basmati seperti ini disebut dengan Matured Rice. Mahalnya harga Matured Rice karena diperlukan biaya tambahan untuk penyimpanan Beras Basmati.

Ada lagi jenis beras dari luar yang dapat ditemui di Indonesia. Beras ini dihasilkan oleh Jepang, negara yang sangat memerhatikan kualitas hasil pertaniannya. Delapan dari sepuluh buah termahal di dunia dan daging sapi terbaik di dunia dihasilkan oleh negara dijuluki ”Negeri Matahari Terbit”.

Beras Jepang sudah terkenal rasanya pulen, bentuknya bulat, teksturnya bagus, warnanya putih bersih, dan wangi. Jepang memang sangat memerhatikan kualitas berasnya. Ini dapat dimengerti karena selain beras adalah makanan pokok penduduk Jepang seperti halnya di Indonesia, Jepang juga dikenal sangat peduli dengan kualitas.

Berbeda dengan beras Indonesia, kandungan amilosa beras Jepang lebih rendah. Ini sebabnya mengapa beras Jepang cenderung lebih transparan dan lengket. Sifat seperti ini membuat beras Jepang sangat cocok dibuat menjadi sushi dan dimakan dalam mangkuk dengan menggunakan sumpit.

Untuk sushi biasanya diperlukan nasi yang lebih lengket. Beras yang dipakai mengandung kadar amilosa 12-15%. Jika kadar amilosa lebih dari 24% akan dihasilkan nasi pera.

Beras Jepang juga memiliki bermacam kualitas, bergantung pada daerah penanaman dan musim panen. Jika ingin mencoba beras Jepang dengan rasa terbaik, pilihlah beras yang dipanen pada musim gugur. Beras ini rasanya yang lebih lezat dibandingkan dengan beras yang dipanen pada musim lain.

Beras yang baru dipanen dan dijual pada tahun yang sama oleh orang Jepang disebut dengan shinmai (beras baru). Beras shinmai yang populer adalah beras koshihikari dan salah satu daerah penghasil beras koshihikari adalah Niigata.

Namun jika dijual pada tahun yang berbeda, maka disebut dengan komai (beras lama). Beras komai masih diizinkan untuk dijual dengan persyaratan yang telah ditentukan Kementerian Pertanian Jepang.

Beras shinmai dan komai memiliki kelembutan tekstur yang berbeda, walapun keduanya pulen. Kelembutan beras shinmai lebih terasa dibandingkan komai. Jika ingin mencoba lezatnya beras shinmai, cukup dalam bentuk onigiri, nasi yang dibungkus nori (rumput laut). Atau, semangkuk nasi dengan lauk ikan teri. Jangan menggunakan lauk yang bermacam-macam, supaya kelezatan nasi tidak terganggu.

Belum lama ini Guiness World Records mengumumkan beras termahal di dunia. Beras yang disebut dengan Kinmemai Premium ini lagi-lagi diproduksi oleh Jepang. Harganya 109 dolar Amerika atau sekitar Rp. 1,5 juta per kilogram. Beras ini mulai dipasarkan di Jepang tahun 2016.

Beras Kinmemai Premium adalah kombinasi dari lima varietas beras terkenal seperti Koshihikari dan Pikamru. Beras jenis ini diproduksi dari wilayah penghasil beras di Jepang, yaitu Niigata, Gunma, dan Nagano.

Setiap tahunya kombinasi beras Kinmemai dapat berbeda, tergantung rasa masing-masing jenis beras. Jenis varietas beras yang dipakai sebagai campuran ditentukan oleh Toyo Rice Corporation, perusahaan yang memproduksi Konmemai Premium.

Toyo Rice Corporaton mengklaim beras Kenmemai Premium tidak perlu dicuci lagi sebelum ditanak. Dengan teknologi penggilingan yang khusus membuat lapisan yang menyelimuti biji beras tetap terjaga. Ini membuat vitamin, protein, dan rasanya tetap terjaga.

Beras Kinmemai Premium harus disimpan dulu sekitar 6 bulan sebelum digiling. Ini berguna untuk meningkatkan tekstur dan rasanya. Dibandingkan dengan beras Jepang jenis lain, beras Kinmemai Premium disebut memiliki keunggulan dalam hal nilai gizi, tingkat kemanisan dan seudah barang tentu rasa. Berani coba ? (555)