Hewan Hibrida. Asli atau palsu ?

Senin, 25 September 2017, 00:59 WIB

Liger

AGRONET – Anda sudah menonton film ”Planet of the Apes” atau ”Dawn of the Planet of the Apes” ? Film itu menceritakan tentang persaingan sekaligus persahabatan antara kelompok manusia dan kera.

Sudah pasti film tersebut adalah sebuah karya fiksi. Tidak mungkin manusia dapat berkomunikasi dengan kera secara verbal. Dari film itu, muncul sebuah pikiran liar. Bagaimana jadinya jika dimungkinkan perkawinan antara manusia dan kera. Apakah keturunannya adalah kera yang dapat berbicara seperti kera dalam film ”Dawn of the Planet of the Apes” ?

Perkawinan silang lebih dulu dilakukan oleh para ilmuwan di dunia flora. Tujuannya untuk menghasilkan tanaman yang lebih baik; tahan hama dan gangguan, memperpendek masa panen, meningkatkan kualitas hasil (buah dan sayur), dan lainnya.

Dunia fauna tak terelakan juga tersentuh oleh para ilmuwan. Walaupun memerlukan teknologi lebih rumit, dengan inseminasi buatan dan rekayasa genetika, namun perkawinan silang antar hewan terjadi juga. Hasil persilangan ini lazim disebut dengan hewan hibrida (hybrid animals).

Agronet pernah menulis tentang kucing Savanah yang merupakan kucing hibrida. Kucing ini merupakan hasil persilangan kucing liar Serval dari Afrika dengan kucing domestik ras Siamese, Bengal, dan EgyptIan.

Selain kucing Savanah, telah lahir beberapa hewan hibrida hasil persilangan dari dua jenis hewan. Awalnya, segudang pertanyaan dan keraguan mengganggu. Apakah hewan hibrida nyata (real) ? Atau palsu (fake).

Dalam bentuk foto, banyak orang memanipulasi foto hewan hibrida dengan menggunakan program komputer. Namun, sejumlah hewan hibrida dinyatakan sebagai nyata.

Berikut adalah beberapa hewan hibrida yang diakui nyata keberadaannya.

Cama (Camel + Llama)

Hewan hibrida ini dihasilkan dari persilangan antara unta Arab jantan dan llama betina. Cama pertama lahir pada tanggal 14 Januari 1998 lewat inseminasi buatan di pusat reproduksi unta di Dubai.

Tujuan dilakukan perkawinan silang ini adalah untuk mendapatkan hewan yang memiliki bulu lebih tebal dari llama dengan ukuran dan kekuatan seperti unta, dengan sifat yang jinak. Perkawinan silang antara unta Arab betina dan llama jantan juga dilakukan. Namun Cama yang dilahirkan tidak dapat hidup lama.

Cama pertama yang lahir memiliki tingkah laku yang buruk. Namun, lambat laun sifat cama ini berubah menjadi lebih penurut. Cama kedua adalah betina dan diberi nama Kamilah. Lahir tahun 2002. Cama terakhir, yang kelima, dilahirkan pada April 2008.

Tigon (Harimau Jantan + Singa Betina)

Kebalikan dari Liger, maka Tigon dilahirkan dari perkawinan silang antara harimau jantan dan harimau betina. Tigon mirip dengan Liger.

Nama spesiesnya adalah gabungan dari nama spesies harimau dan singa, Panthera Tigris x Panthera Leo. Tigon termasuk dalam Kingdom Animalia (Hewan), Phylum Chordata, Classis Mamalia (Beranak), Ordo Carnivora (Pemakan daging), Familia Felidae, Genus Panthera (Panther).

Liger (Singa Jantan + Harimau Betina)

Liger (persilangan dari lion (singa) dan tiger (harimau)) atau dalam bahasa Indonesia  disebut dengan simau (singa dan harimau) adalah hewan hasil perkawinan silang antara singa jantan dan harimau betina.

Jika seekor singa jantan dikawinsilangkan dengan seekor liger betina, maka akan dihasilkan liliger yang lebih dominan seperti singa. Namun jika seekor harimau jantan dikawinkan dengan seekor liger, maka akan dihasilkan tiliger yang lebih dominan seperti harimau.

Liger umumnya memiliki tubuh lebih besar dari induknya, tidak seperti tigon yang cenderung mirip harimau betina. Dapat dikatakan Liger adalah keluarga kucing terbesar di hidup di atas bumi. Hercules, seekor liger dengan tubuh proporsional (tidak gemuk) mempunyai bobot 410 kg.

Liger dapat berenang seperti harimau dan memiliki sifat bersosialisasi seperti singa. Tetapi liger hanya dapat bertahan di lingkungan tertentu karena habitat induknya tidak berada di alam liar.

Zebroid (Zebra + hewan yang masuk dalam keluarga kuda)

Zebroid adalah nama umum yang diberikan untuk semua jenis zebra hibrida. Untuk jenis yang berbeda biasanya menggunakan gabungan dari nama kedua orang tuanya.

Jika zebra dikawinsilangkan dengan keledai, keturunannya disebut dengan zonkey, zebonkey, zebronkey, zebrinny, zebrula, zebrass, zedonk, atau zebadonk. Secara umum tidak ada pemilihan khusus spesies zebra yang dipakai untuk perkawinan silang dengan keledai.

Pernah beberapa kali dilakukan perkawinan silang antar spesies zebra untuk mendapatkan keturunan yang lebih baik. Umumnya perkawinan silang ini untuk mendapatkan zebra yang tidak kerdil.

Perkawinan silang di dalam keluarga (family) kuda tidak terjadi di alam bebas. Kalaupun terjadi, keturunannya akan mandul.

Zorse merupakan hasil perkawinan silang antara zebra jantan dan kuda betina disebut juga dengan zebrula, zebrule, atau bagal zebra. Kebalikan Zorse (perkawinan silang zebra betina dan kuda jantan) lebih jarang dilakukan.

Perkawinan silang ini menghasilkan keturunan yang disebut dengan horbra, hebra, zebrinny atau zebret. Seperti halnya hewan hibrida lainnya, maka Zorse bersifat mandul.

Selain Cama, Liger, Tigon dan Zonkey, dikenal pula beberapa jenis hewan hibrida lainnya, seperti Jaglion (jaguar + singa), Geep (Kambing + domba), Grolar Bear (beruang kutub + beruang coklat), Coywolf (coyote + serigala), Savannah Cat (Serval dari Afrika + kucing domestik ras Siamese, Bengal, dan EgyptIan), Wholphin (paus pembunuh + lumba-lumba hidung botol), Beefalo (banteng + sapi), Dzo (sapi + yak), Leopon (leopard + singa), Mulard (itik + bebek), Zubron (sapi + bison Eropa).

Teknologi masih akan terus berkembang dan jenis hewan hibrida masih akan terus dilahirkan. Selama tidak mencoba mengawinsilangkan dengan manusia dan bermanfaat untuk umat manusia, rasanya sah-sah saja kelahiran hewan-hewan hibrida ini. (555)