Enaknya Mangga Gincu Cirebon

Minggu, 25 Pebruari 2018, 22:18 WIB

Mangga Gedong Gincu yang berwarna kuning kemerahan menjadi andalan daerah Cirebon dan Indramayu.

AGRONET – Berbahagialah kita tinggal di negara yang berada di iklim tropis. Tidak hanya soal cuaca yang lebih bersahabat, tapi juga tanahnya yang subur. Kombinasi keduanya ini menghasilkan buah-buahan yang sangat banyak macamnya. Ada durian, mangga, nanas, pepaya, semangka, melon, manggis, kedondong, jambu, belimbing, pisang, rambutan, salak, duku, jamblang, markisa, dan masih banyak lagi jenis buah yang dapat tumbuh subur di Indonesia.

Dari sekian banyak jenis buah asli Indonesia, mangga adalah salah satu buah yang selalu ditunggu musim berbuahnya. Jenisnya pun beragam. Ada mangga manalagi, mangga golek, mangga gincu, mangga nam dok mai, mangga harum manis, mangga madu, mangga malibu, dan mangga apel.

Selain rasanya yang manis, di Indonesia mangga dapat dibeli dengan harga yang cukup murah. Beda jauh dengan di Jepang misalnya. Di sebuah supermarket di Nihonbashi, Tokyo, dua buah mangga beni kualitas istimewa yang dikemas dalam kotak karton dijual dengan harga 32.400 Yen (sekitar Rp 4,1 juta).

Rekor harga jual mangga di Jepang tercapai tahun 2014, pada saat cuaca sedang tidak bersahabat untuk menanam mangga. Saat itu sepasang mangga berhasil dijual dengan harga 300.000 Yen (sekitar Rp 38 juta), pada sebuah lelang di Prefektur Miyazaki. Padahal, di Indonesia mangga kualitas terbaik, dapat dibeli dengan harga sekitar Rp 100 ribu per kg.

Ada satu jenis mangga yang rasanya berbeda dengan jenis mangga lain. Orang biasanya menyebut dengan mangga gedong gincu atau cukup disebut dengan mangga gincu. Rasanya yang unik membuat buah ini digemari banyak orang.

Daging buah mangga gincu berwarna kuning kemerahan. Rasanya manis. Selain di Indramayu dan Cirebon, mangga gincu dapat dijumpai juga di daerah Majalengka dan Sumedang. Mangga gincu dari tiap daerah ini masing-masing memiliki ciri. Ada yang manis tapi ukuran buahnya kecil. Ada yang bentuk buahnya bagus dan besar, namun rasanya kurang manis. Karena kelezatannya, buah ini juga diekspor ke mancanegara.

Konon nama mangga gedong gincu berawal dari orang-orang Gujarat yang membawa mangga. Oleh orang-orang gedongan (kaya) di Cirebon, mangga itu dibeli. Hingga akhirnya mangga itu disebut dengan mangga gedong gincu.

Jika kebetulan Anda berkendara melewati daerah Indramayu dan Cirebon, biasanya pada saat musim mangga, akan terlihat banyak pedagang mangga gincu di pinggir jalan. Sebelum Anda membeli mangga gincu di penjual pinggir jalan, lebih baik mampirlah dulu ke sentra mangga gincu. Agrowisata ini terletak di Desa Sedong Lor, Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon.

Agrowisata Sedong telah dikenal oleh masyarakat Cirebon sebagai pusat perkebunan mangga gincu. Jalan menuju tempat ini cukup mudah dilalui. Dari pusat kota Cirebon dapat ditempuh hanya sekitar 40 menit.

Di Desa Sedang Lor, terdapat dua tempat wisata. Sebelum ke perkebunan Mangga Gincu, tidak ada salahnya mampir ke Agrowisata Setu Sedong. Agrowisata ini memiliki luas sekitar 70 ha. Suasananya asri dengan pemandangan hamparan sawah. Jauh dari suara bising kendaraan. Udaranya pun masih bersih dari polusi kendaraan bermotor.

Setu ini sebenarnya waduk buatan yang berfungsi untuk menampung air hujan. Mulai dibangun tahun 1918 untuk mengairi perkebunan tebu milik pabrik gula Sindang Langit. Namun saat ini air dari setu ini digunakan untuk mengairi sawah penduduk di Kecamatan Sedong pada saat musim kemarau.

Rencananya tempat wisata ini akan dikembangkan juga untuk kebun buah naga dan durian. Di sekitar Setu Sedong terdapat Taman Teknologi Pertanian (TTP) Kabupaten Cirebon. Di TTP ini kita dapat belajar bercocok tanam dan berkebun. Masuk ke tempat wisata ini dan juga memancing di setu, tidak dipungut biaya.

Tidak jauh dari Setu Sedong terdapat sentra mangga gincu. Agrowisata yang memiliki luas 25 ha ini memang khusus ditanami pohon mangga gincu. Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono dan Ani Yudhoyono pernah berkunjung ke agrowisata ini, karena ingin melihat langsung pusat perkebunan mangga gincu di Cirebon. Mangga gincu memang kerap disuguhkan di Istana Negara.

Tidak hanya wisatawan domestik yang berkunjung ke Agrowisata Mangga Gincu. Wisatawan dari luar negeri pun tertarik untuk datang ke sini. Mereka terpicut oleh enaknya Mangga Gincu.

Rencananya, Agrowisata Mangga Gincu akan dikembangkan dengan penambahan kolam ikan dan saungnya. Ikan yang dipancing akan lebih sedap disantap dengan sambal yang diolah dengan bahan baku Mangga Gincu.

Jika Anda pernah berkunjung ke Agrowisata Strawberry di Bandung dan Agrowisata Apel di Malang, tidak ada salahnya berkunjung ke Agrowisata Mangga Gincu di Desa Sedong Lor, Cirebon. Selain dapat menjadi alternatif lain berwisata, Anda sekaligus dapat menikmati manisnya mangga gincu yang sudah terkenal lezat. (555)

 

BERITA TERKAIT