Petik Strawberry di Berastagi

Minggu, 18 Maret 2018, 20:36 WIB

Kebun strawberry di Desa Tongkoh, Berastagi | Sumber Foto:www.liahasty.com

AGRONET – Siapa yang tidak tahu danau Toba ? Danau tekto-vulkanik yang ditengahnya terdapat pulau Samosir, merupakan salah satu tujuan wisata paling populer di Indonesia. Danau terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara ini memiliki panjang 100 km dan lebar sekitar 30 km. Kedalamannya mencapai sekitar 505 meter.

Jika suatu waktu Anda berkunjung ke danau Toba, cobalah mampir ke Berastagi. Jaraknya sekitar 46 km saja dari dari danau Toba atau sekitar 11 km dari Kabanjahe, ibukota Kabupaten Karo. Jika dari Medan, jaraknya sekitar 66 km.

Berastagi terletak di daerah pegunungan Bukit Barisan -diapit oleh dua gunung berapi aktif yaitu Gunung Sibayak dan Gunung Sinabung- dan berada pada ketinggian sekitar 1.300 meter di atas permukaan laut. Tidak heran jika Berastagi udaranya sejuk. Dengan suhu tahunan rata-rata 18 °C, membuat Berastagi menjadi salah satu kota terdingin di Indonesia.

Aktivitas ekonomi di Berastagi terpusat pada produksi sayur,buah-buahan, dan pariwisata. Berastagi merupakan salah satu penghasil sayur dan buah buahan terbesar di Sumatera Utara. Salah satu buah yag terkenal dari Berastagi adalah markisa.

Jika Anda telah sampai di Berastagi, cobalah mampir ke desa Tongkoh. Desa ini memiliki kebun strawberry terbesar di Berastagi dan telah menjadi salah satu tujuan agrowisata. Jadi, agrowisata memetik strawberry tidak hanya ada di Bandung. Berastagi pun punya.

Kebun strawberry di desa Tongkoh terhampar luas dan tertata rapi. Jangan membayangkan kebun strawberry hanya memanfaatkan lahar datar. Kebun strawberry juga memanfaatkan lahan yang miring.

Kebun-kebun strawberry di Desa Tongkoh dimiliki oleh beberapa orang. Sehingga luas kebunnya pun bervariasi. Salah satu kebun strawberry yang terkenal adalah milik Rini Colia. Karena, lahannya cukup luas untuk dijelajahi.

Di sini, pengunjung dapat membeli strawberry dan dipersilakan untuk memetik sendiri. Sebenarnya kebun strawberry di desa Tongkoh telah ada sekitar enam tahun yang lalu. Wisatawan yang datang ke kebun ini tidak hanya dari pelosok Indonesia. Wisatawan dari luar negeri pun seperti dari Malaysia, Singapura, Thailand dan Eropa, pernah datang ke kebun ini.

Pengunjung yang datang tidak dipungut biaya. Setiap pengunjung akan dibekali keranjang untuk membawa buah strawberry yang telah dipetik. Selain itu, jika kebetulan panas sedang terik, pengunjung juga akan dibekali topi.

Sambil berjalan memilih strawberry yang telah matang dan layak dipetik, Anda dapat menikmati pemandangan yang indah. Jangan ”nakal”. Buah strawberry yang telah dipetik, jangan langsung dimakan. Kumpulkan dalam keranjang, untuk kemudian ditimbang. Setiap kilogramnya, strawberry dihargai Rp 20.000.

Selain memetik strawberry, di Berastagi Anda juga dapat mengunjungi agrowisata tanaman selada air. Dalam bahasa Karo, selada air disebut dengan kurmak parik. Jika di Medan disebut dengan sayur parit.

Di Berastagi, selada air tumbuh di daerah aliran air atau irigasi. Biasanya berbentuk menyerupai kolam atau petak-petak kecil. Harga selada air di Berastagi sangat murah. Hanya dengan Rp 2.000 Anda sudah dapat memperoleh 2 sampai 3 ikat kecil selada air.

Tanaman selada air memang dikembangkan oleh masyarakat dan Pemerintah kabupaten Karo. Saat ini pertanian selada air di Berastagi telah menjadi salah satu daya tarik agrowisata. (555)

 

BERITA TERKAIT