Asyiknya Menyeruput Kopi di Kampoeng Kopi Banaran

Minggu, 10 Juni 2018, 22:41 WIB

Para pekerja pemetik dan pengumpul kopi di Kampoeng Kopi Banaran

AGRONET – Minum kopi saat ini sudah menjadi gaya hidup di kota besar. Tidak heran jika banyak bermunculan cafe, sebagai tempat orang membicarakan bisnis atau sekadar berkumpul dengan teman. Sudah barang tentu sambil ”ngopi”.

Kopi hasil bumi Indonesia sudah lama dikenal kualitasnya “jempolan”. Jika pernah mampir ke Starbucks –salah satu coffee house yang memiliki jaringan terbesar di dunia- di luar negeri, jangan heran jika kopi Indonesia menjadi salah satu unggulan dalam menu suguhan mereka. Salah satunya adalah kopi Mandailing (Mandheling Coffee).

Menurut pengamat kopi, kopi Mandailing tergolong dalam kopi yang lembut dan memiliki keunikan rasa sehingga layak dinobatkan sebagai salah satu kopi terbaik di dunia. Jenis kopi Indonesia lain yang juga telah dikenal di luar negeri adalah Kopi Luwak, Toraja, Lanang, Kintamani, Aceh Gayo, Wamena, Flores Bajawa, dan Java.

Saat ini Indonesia menduduki ranking ke 4 sebagai negara penghasil kopi terbesar di dunia setelah Brasil, Vietnam, dan Kolumbia. Dalam setahun Indonesia menghasilkan sekitar 10 juta karung kopi (@60 kg) yang dipanen dari kebun kopi seluas 1,24 juta hektar.

Namun, walaupun kualitas kopinya nomor satu dan jumlah produksinya cukup besar, ternyata orang Indonesia bukan tergolong peminum kopi jika dibandingkan dengan penduduk negara lain. Peminum kopi terbesar di dunia adalah orang Finlandia yang mengonsumsi kopi sebanyak 12,5 kg setahun. Kemudian diikuti oleh orang Swedia, Islandia, Norwegia, dan Denmark.

Jika Anda pecinta kopi, tidak ada salahnya pada liburan panjang Idul Fitri ini menyempatkan mampir ke Kampoeng Kopi Banaran. Agrowisata milik PT. Perkebunan Nusantara IX ini terletak di area Perkebunan Kopi Kebun Getas Afdeling Assinan. Tepatnya di jalan Raya Semarang – Solo Km. 35. Lokasinya tidak jauh dari pertigaan terminal Bawen. Bila datang dari arah Semarang, letaknya ada di kanan jalan. Kampoeng Kopi Banaran berada pada ketinggian 480 – 600m dpl. Sehingga udaranya cukup sejuk, antara 23 – 27 derajat C.

Jika Anda telah sampai di Kampoeng Kopi Banaran, lebih baik mampir dahulu ke Banaran Cafe untuk menikmati seduhan kopi Banaran, sambil istirahat melepas penat. Di cafe ini tersedia berbagai macam jenis minuman kopi. Selain kopi ada juga coklat panas, teh poci, dan minuman lain.

Agrowisata ini juga memiliki beberapa fasilitas seperti kolam renang, taman buah, flying fox, out bound games, arena bermain anak seperti mandi bola dan trampolin, lapangan tenis, dan taman buah.

Untuk permainan flying fox, pengunjung dikenakan biaya Rp 20 ribu. Sedangkan untuk permainan anak, dikenakan biaya Rp 10 ribu untuk setiap jenis permainan. Jika memilih berenang, cukup membayar Rp 8 ribu. Kampoeng Kopi Banaran juga menyediakan Griya Robusta. Tempat ini dapat disewa untuk acara pertemuan.

Jangan lupa sempatkan berkeliling kebun kopi. Pengunjung dapat menggunakan ATV (all terrain vehicle), kereta wisata, atau menaiki kuda. Jika menggunakan kuda biayanya Rp 40 ribu untuk satu putaran, atau Rp 30 ribu jika memilih dengan ATV. Namun jika pergi dengan keluarga, lebih baik pilih kereta wisata. Harganya Rp 60 ribu untuk satu kereta. Supir kereta selain mengemudi juga akan bertindak sebagai pemandu wisata.

Perjalanan menjelajahi kebun kopi sekitar 20 menit atau menempuh perjalanan sekitar 2 km. Kadang-kadang dapat disaksikan beberapa orang sedang bekerja memetik dan mengumpulkan biji kopi. Dari tempat ini, dapat dilihat pemandangan Rawa Pening.

 

Tidak jauh dari lokasi ini, terdapat museum Kopi Banaran. Posisinya di Km 1,5 jalan Raya Semarang - Bawen KM 1,5. Tepatnya di Desa Gemawang, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang. Museum ini bersebelahan dengan pabrik Kopi Banaran. Keduanya merupakan one stop tourism and education service, dan masih milik PT Perkebunan Nusantara IX. Sebagai perusahaan milik negara, PT Perkebunan Nusantara IX memiliki beberapa produk unggulan selain kopi Banaran. Antara lain; teh Kaligua, Gula 9, dan Sirup Pala 9.

Di museum kopi ini, pengunjung dapat mempelajari sejarah kopi di Indonesia, termasuk varian-varian kopi Indonesia. Dapat disaksikan juga peralatan pengolahan kopi tradisional seperti alu (penumbuk kopi) dan alat penggiling kopi.

Sedangkan di pabrik kopi Banaran yang dibangun pada tahun 1911, pengunjung dapat melihat proses pengolahan kop, mulai dari panen dari kebun. Termasuk proses penyortiran awal, pengupasan kulit kopi, hingga proses penyortiran biji kopi. Disini pengunjung juga dapat merasakan kopi setelah biji kopi di roasting dan kemudian digiling menjadi kopi bubuk.

Jika telah lelah berkeliling dan bermain, Kampoeng Kopi Banaran menyediakan joglo yang ditempatkan di area taman. Pengunjung bersama keluarga dapat beristirahat sambil merasakan sejuknya udara perkebunan.

Namun jika tidak terburu-buru pulang, boleh juga mencoba bermalam di sini. Di area agrowisata ini terdapat camping ground, berupa hamparan rumput hijau seluas satu hektar. Jangan khawatir di malam hari akan gelap gulita. Pengelola agrowisata ini telah melengkapi area camping ground dengan penerangan.

Pilihan lain adalah menginap di Banaran 9 resort. Hotel dengan konsep resort ini masih berada di dalam kawasan kampoeng kopi Banaran. Rasakan sensasi yang berbeda. Menyeruput kopi sambil menikmati pemandangan kebun kopi. Pasti asyik. (555)

 

BERITA TERKAIT