Manisnya Petik Buah di Karangcengis

Kamis, 21 Juni 2018, 16:51 WIB

Panen jeruk di kebun agrowisata Botania Garden, Desa Karangcengis, Purbalingga

AGRONET – Pada mulanya mereka hanya pemuda desa yang rajin memakmurkan masjid di desa Karangcengis, Kecamatan Bukateja, Purbalingga. Namun, melihat ulah tengkulak yang membeli hasil tani dengan harga seenaknya, Jirman Muzaki dan kawan-kawan kemudian memikirkan bagaimana caranya agar petani seperti dirinya dan masyarakat di desa Karangcengis dapat lebih sejahtera dari hasil tanamnya.

Pada tahun 2016, Jirman Muzaki, dan Abdi Legowo, yang kebetulan memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman mengelola wisata, serta keempat rekannya yang lain, kemudian menggagas desa wisata sebagai cara meloloskan diri dari kehidupan masyarakat tani yang senantiasa ditekan oleh tengkulak.

Mereka kemudian menamakan wahana agrowisatanya Botania Garden (Bogar). Dengan bermodalkan lahan tanaman buah jambu biji, jeruk siam, jambu kristal, dan klengkeng milik para petani Karangcengis ini, mereka menggerakkan perekonomian desa Karangrecis, mereka juga memberdayakan pemuda-pemuda setempat untuk bersama-sama mengembangkan agrowisata Bogar ini.

Sebenarnya awal perintisan Botania Garden ini juga penuh terjal. Para petani punya kekhawatiran lahannya akan rusak apabila para pengunjung datang dan bermain-main ke lahannya.

“Pada masa awal-awal, petani yang bergabung dengan kita hanya tiga orang petani. Itu juga termasuk saya,” terang Jirman.”Kita juga membersihkan lahan dan membuka jalan sendiri saat itu. Tak ada dukungan sama sekali dari pemerintah desa.”

Seiring waktu, agrowisata petik buah Bogar yang dikelola Jirman dan kawan-kawan mulai dikenal masyarakat luas. Dengan harga tiket masuk yang relatif terjangkau, yakni Rp. 7500,- per orang dan sudah termasuk sebotol air minum kemasan, pengunjung dapat menikmati asrinya kebun buah seluas 183 hektare.

Sebuah pengalaman yang tak terlupakan oleh pengunjung agrowisata Bogar adalah, pengunjung dipersilakan memetik sendiri buah matang dari pohonnya langsung dengan harga yang tentu sangat terjangkau. Jeruk siam yang manis bisa pengunjung bawa pulang dengan harga hanya Rp. 12.000,-/kg.

“Rata-rata setiap pengunjung membawa 3 Kg buah yang sedang panen,” ujar Herma, petugas yang mendampingi pengunjung memetik buah di dalam kebun Jeruk siam. Pada libur lebaran ini, keberkahan juga dinikmatri agrowisata Bogar.

“Jambu kristal yang baru saja panen sudah habis. Alhamdulillah, lebaran ini pengunjung Bogar ramai sekali,” terang Herma.

Saat ditanya bagaimana aturan main bagi pengunjung agrowisata Bogar ini, Herma menjelaskan, “Setiap pengunjung di sini kita perbolehkan untuk melihat seluruh koleksi tanaman buah yang ada di kebun. Namun,untuk wisata petik buah, kami hanya membuka lahan yang serdang panen. Karena lahan ini, ‘kan milik petani. Kita, sebagai pengelola wisata, juga harus menjaga lahan tersebut.”

Semangat agrowisata petik buah Botania Garden memang semangat pemberdayaan. Hasil penjualan buah dari pengunjung akan diserahkan kepada petani langsung. Beberapa wahana bermain yang kini sudah berdiri, seperti kolam renang anak, taman bermain, mobil odong-odong wisata, dan andong, juga hanya diberlakukan bagi hasil antara pemilik lahan/pengelola wahana wisata dengan pengelola inti Bogar.

“Untuk biaya operasional, kami mengambilnya dari tiket masuk,” terang Jirman saat ditanya bagaimana sistem pengelolaan agrowisata Bogar.

Dari 183 hektare lahan yang tersedia, saat ini pengelola Bogar baru mengoptimalkannya 30 hektare. Masih banyak pengembangan yang akan dilakukan. Saat ini buah duren dan belimbing juga sedang dibudidayakan. Jadi, bila Anda ingin merasakan memanen buah segar datanglah ke agrowisata Bogar. (222)

BERITA TERKAIT