Agrowisata Sido Muncul. Ada Liger di Sana.

Senin, 06 Agustus 2018, 02:01 WIB

Agrowisata Sido Muncul

AGRONET – Tidak seperti lazimnya agrowisata yang ada di Indonesia, yang umumnya menanam tumbuhan sayuran, buah-buahan dan juga padi, agrowisata yang ada di daerah Semarang, Jawa Tengah ini memilih untuk menanam jenis tanaman obat. Tidak heran, karena agrowisata yang terletak di jalan Soekarno Hatta km 28 Kecamatan Bergas – Klepu, Semarang ini didirikan oleh PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, sebuah perusahaan jamu tradisional dan farmasi terbesar di Indonesia.

Sido Muncul yang saat ini dikomandani oleh Irwan Hidayat –generasi ketiga pemilik Sido Muncul- berdiri pada tahun 1951. Kelahiran Sido Muncul dibidani oleh ibu Rahmat Sulistio, yang tidak lain adalah nenek dari Irwan Hidayat. Kedua tokoh Sido Muncul ini dapat kita lihat pada foto yang terdapat di logo Sido Muncul. Pada foto itu tampak ibu Rahmat Sulistio dan cucunya, Irwan Hidayat, yang saat itu masih berusia 4 tahun.

Agrowisata Sido Muncul mulai dibangun pada tahun 1999 dengan tujuan mengoleksi berbagai macam tanaman obat, khususnya yang telah langka. Lokasinya berada di dalam kawasan pabrik Sido Muncul dengan luas sekitar 1,5 hektar dan pada ketinggian 440 mdpl (meter di atas permukaan laut).

Sebagian besar koleksi tanaman obat ini adalah tanaman yang biasanya dipakai sebagai bahan untuk membuat jamu. Ada yang asli tanaman Indonesia. Tapi ada juga yang harus didatangkan dari luar negeri.

Saat ini paling tidak terdapat sekitar 400 jenis tanaman obat yang menjadi koleksi Sido Muncul seperti Jamur Ganoderma Lucidum, Tribulus Terrestris, Sybilum Marianum, Echinacea purpurea, dan Mintha Piperita. Seluruh tanaman obat ini ditanam dengan rancangan khusus, agar indah dilihat.

Tidak hanya tanaman obat. Agrowisata Sido Muncul juga memelihara berbagai jenis satwa. Ada sekitar 27 jenis satwa yang dipelihara, dan semuanya telah memiliki izin konservasi. Ada berbagai jenis kera (OwaJawa, Lutung Kelabu, Si Amang, Kera Jawa), harimau Siberia, harimau Sumatra, liger (perkawinan silang harimau dan singa), buaya muara, orang utan Kalimantan, babi hutan, burung merak putih, burung kakak tua, ular, burung elang, kuda, kasuari, dan lainnya.

Awalnya, agrowisata hanya memiliki 2 ekor harimau. Namun, setelah beberapa tahun dan harimau berkembang biak, jumlahnya pun bertambah banyak. Kebun binatang mini ini juga menerima penitipan binatang dari tempat lain.
Di dalam agrowisata Sido Muncul juga dapat dijumpai kolam ikan yang di dalamnya ada ikan Arapaima. Ikan ini adalah ikan air tawar raksasa yang berasal dari sungai Amazon, Amerika Selatan.

Agrowisata ini memang tidak dibuka untuk umum, tapi siapa saja yang ingin berkunjung, dapat dizinkan masuk dengan cara untuk menulis surat dahulu. Lebih baik jika berkunjung dalam bentuk rombongan. Biasanya pengunjung akan melihat kegiatan di pabrik jamu dulu. Setelah itu baru akan diajak melihat ke tempat agrowisata. Semuanya gratis, tidak dipungut biaya.

Dalam sebulan, rata-rata 5.000 orang datang berkunjung ke kawasan industri jamu Sido Muncul. Untuk melihat kegiatan di pabrik dan juga agrowisata, Sido Muncul mempersilakan siapa saja yang ingin berkunjung, asalkan telah mengantongi izin berkunjung. (555)

BERITA TERKAIT