Buah Hibrida. Eksotis

Minggu, 22 April 2018, 21:32 WIB

Pineberry adalah buah hibrida yang merupakan gabungan dari nanas dan berry | Sumber Foto:Wikimedia

AGRONET – Sejak bumi diciptakan jutaan tahun yang lalu, Tuhan telah membekali manusia. Tuhan menciptakan hewan, tumbuhan, sungai, dan laut. Semua ini ada agar manusia dapat bertahan hidup dan berkembang ke generasi selanjutnya.

Namun perjalanan waktu telah membuktikan bahwa manusia telah banyak melakukan perubahan di atas permukaan bumi. Ada yang berdampak baik, namun ada pula yang berakibat buruk. Perkembangan teknologi dan tuntutan kebutuhan hiduplah yang membuat perubahan itu.

Pada hewan, para ilmuwan telah mencoba untuk menyilangkan beberapa jenis hewan seperti persilangan Unta Arab jantan dan llama betina. Tujuan perkawinan silang ini adalah untuk mendapatkan hewan yang memiliki bulu lebih tebal dari llama dengan ukuran dan kekuatan seperti unta. Selain itu juga memiliki sifat yang jinak. Hewan hasil perkawinan silang ini diberi nama Cama.

Percobaan tidak berhenti sampai di situ. Perkawinan silang juga dilakukan pada tanaman, seperti pada tanaman buah-buahan. Pernahkan Anda menemukan di pasar, buah yang diberi nama agak asing terdengar di telinga ? Tidak seperti durian, mangga, duku, jeruk, manggis, pisang, atau buah lainnya yang telah akrab kita konsumsi.

Perkawinan silang pada tanaman buah umumnya tidak menggunakan teknologi rekayasa genetika. ”Hibrida pada tanaman buah menggunakan penyerbukan tradisional yang biasa dan dapat terjadi di alam," jelas Leith Gardner dari Genetika Inc dari Zaiger. Sejak 50 tahun yang lalu, ayah Gardner telah mengerjakan penyerbukan serbuk sari pada bunga tanaman buah dengan menggunakan sikat kecil.

Penyerbukan ini tetap dikontrol agar dapat dihasilkan kultivar yang selanjutnya dapat membiakkan generasi baru dengan karakteristik yang diinginkan. ”Begitu diperoleh variasi yang memuaskan, akan dihasilkan tanaman hibrid dengan varietas yang pasti, ujar Gardner. Sebenarnya alam dapat melakukan ini, namun membutuhkan waktu yang lama karena perkawinan silang terjadi secara acak dan tidak terkontrol. Manusia telah menyingkat waktu perkawinan silang ini.

Dari perkawinan silang ini, dihasilkan buah hibrid yang secara alami lebih tahan terhadap penyakit, hasil yang lebih konsisten dan lebih berkualitas, serta waktu pematangan buah yang dapat diprediksi. Buah hibrid tidak hanya menguntungkan petani, tapi juga konsumen karena buah hibrid memiliki bentuk yang unik dan seragam, lebih banyak mengandung air (juiciness), rasa yang lebih enak, dan lebih kaya kandungan nutrisi.

Berikut beberapa buah hibrida yang telah dihasilkan;

1. Pluot
Buah yang berasal dari persilangan buah plum dan aprikot ini memiliki tekstur yang lembut. Karena keduanya berasal dari genus yang sama, Prunus, membuat persilangan dua jenis buah ini menjadi relatif mudah bagi Floyd Zaiger, seorang ahli biologi Nebraskan. Saat ini pluot telah memiliki sejumlah varietas yang berbeda dan telah dikenal baik di kalangan penggemar buah.

2. Tangelo
Tangelo dihasilkan dari persilangan buah jeruk keprok dan pomelo. Dibuat oleh seorang ahli biologi USDA bernama Walter Swingle pada tahun 1911. Tangelo mengandung banyak air (super juicy) dan berukuran lebih besar dibandingkan jeruk keprok biasa.

3. Ugli
Ugli adalah nama merek dagang untuk Tangelo Jamaika. Namun Cabel Hall Citrus Company menambahkan jenis jeruk lain ke dalam campuran tangelo untuk membuat varian lain untuk mendapatkan rasa jeruk yang lebih kuat.

4. Tayberry
Buah ini lahir pada tahun 1979 ketika ditemukan cara menyilangkan blackberry dan raspberry. Namun karena berry sulit untuk dipetik dalam skala industri, sehingga tidak pernah dimasukkan ke dalam tanaman pertanian komersial.

5. Rabbage
Sayuran ini dihasilkan oleh seorang ahli agronomi Soviet yang bernama Georgi Dmitrievich Karpechenko pada 1910-an dan 20-an. Ia berhasil menyilangkan kubis dan lobak untuk menghasilkan rabbage. Namun rabagge tidak terlalu disukai konsumen.

6. Limequat
Buah ini hasil persilangan antara jeruk nipis dan kumquat. Hasil persilangan ini berhasil menghilangkan rasa asam, sehingga limequat memiliki rasa yang manis. Limequat mempunyai kulit yang lembut.

7. Yuzu
Buah Yuzu lazim digunakan dalam masakan Jepang dan Korea, terutama untuk saus ponzu. Masuk akal, karena Yuzu memang berasal dari Jepang. Di negara barat, Yuzu kurang populer. Buah ini terjadi dari hasil persilangan alami. Buah Yusu mempunyai rasa campuran dari rasa anggur, jeruk mandarin, dan lemon.

8. Jostaberry
Siapa pun yang pernah mencicipi jostaberry akan mengira buah ini sebagai persilangan antara gooseberry dan blackcurrant. Meskipun banyak orang menyukai rasa jostaberry, namun selama 36 tahun pengembangannya tidak ada yang berhasil memanen buah pada skala komersial.

9. Pineberry
Buah pineberry memiliki rasa seperti nanas. Nama pineberry merupakan gabungan dari pineapple (nanas) dan berry. Buah unik ini sudah ada sejak lama namun jenis buah berry lainnya seperti blackberry, blueberry, dan strawberry lebih dikenal orang.

10. Lemato
Lemato lahir dari hasil rekayasa genetika seorang peneliti asal Israel. Buah ini merupakan hail persilangan lemon dan tomat. Dibandingkan dengan tomat, lemato memiliki warna merah yang kurang pekat, namun lebih tahan lama saat disimpan. (555)