Cabai Semakin Pedas

Minggu, 03 Juni 2018, 20:15 WIB

Carolina Reaper | Sumber Foto:everydayhealth.com

AGRONET – Sudah diketahui bersama kalau orang Indonesia suka dengan makanan pedas. Tengok saja, keripik Mak Icih dari Bandung. Dibuat dari level 1 yang paling ringan pedasnya sampai level 10, yang paling pedas. Sensasi pedas ini yang membuat keripik Mak Icih laku keras.

Di Yogyakarta ada juga makanan pedas favorit. Namanya “oseng-oseng mercon”. Makanan super pedas yang terdiri dari kulit, lemak, dan tulang rawan sapi ini cocok dimakan pada malam hari. Rasa pedasnya terasa seperti membakar lidah.

Ada lagi mi instan di daerah Tomang Jakarta yang diberi label ”sedang” dengan 10 cabai, ”pedas” dengan 30 cabai, ”garuk” dengan 50 cabai, ”gila” dengan 75 cabai, dan ”mampus” dengan 100 cabai. Menurut pemiliknya, level ”mampus” yang paling banyak dipesan. Selain rasa pedasnya yang luar biasa, mi instan ini disajikan dengan tambahan telur setengah matang, keju, dan kornet.

Tidak hanya tiga contoh makanan di atas yang menghadirkan sensasi pedas. Masih banyak lagi makanan di Indonesia yang selalu menggunakan cabai sebagai salah satu bahan makanan. Ini mempertegas kalau orang Indonesia memang suka dengan makanan pedas.

Namun ternyata cabai rawit, cabai yang diklaim sebagai cabai terpedas di Indonesia dan dikenal juga dengan cayenne pepper hanya memiliki 30.000 – 50.000 Scoville Heat Unit (SHU). Apa itu SHU ?

SHU adalah skala untuk mengukur rasa pedas cabai. Skala ini dibuat oleh Wilbur Scoville. Skala ini untuk mengukur konsentrasi capsaicin, senyawa aktif dalam cabai yang melahirkan rasa pedas atau panas. Cabai paling tidak pedas adalah bell pepper yang memiliki 0 SHU. Tapi, cabai apa yang paling pedas ?

Ternyata peringkat pertama cabai paling pedas terus berubah. Inovasi dibidang pertanian membuat selalu ada cabai baru yang menduduki ranking pertama sebagai cabai paling pedas.

Awalnya red savina habanero memegang gelar sebagai cabai terpedas di dunia tahun 1994 hingga 2006. Kemudian Bhut Jolokia mengambil alih sekaligus sebagai ditobatkan sebagai cabai pertama yang berhasil menembus angka 1 juta SHU. Namun kemudian lahir cabai jenis baru yang menggeser Bhur Jolokia.

Memang belakangan ada berita yang mengabarkan jika telah ditemukan jenis cabai baru yang tingkat kepedasannya melampaui sang juara bertahan. Dragon’s Breath, demikian nama cabai itu. Ditemukan oleh Mike Smith, seorang ahli tanaman dari Inggris. Ia membudidayakan dragon’s breath selama 7 tahun.

Cabai Dragon’s Breath diklaim memiliki tingkat kepedasan hingga 2,48 juta skala Scoville, mengalahkan sang juara bertahan carolina reaper. Tingginya tingkat kepedasan dragon’s breath dianggap membahayakan kesehatan. Bahkan dapat mengakibatkan kematian.

Sebagai perbandingan, cabai Scotch Bonnet yang biasa digunakan dalam tantangan makan pedas di Amerika tingkat kepedasannya hanya berkisar antara 100.000 sampai 300.000 SHU. Sementara itu, semprotan merica yang biasa digunakan oleh militer AS memiliki tingkat kepedasan 2 juta SHU. Namun belakangan klaim dragon’s breath telah dibantah. Klaim tersebut dianggap palsu.

Lainnya, Pepper X. Cabai ini juga diklaim telah berhasil mengalahkan carolina reaper sebagai cabai terpedas di dunia. Pepper X ditemukan oleh Smokin Ed Currie, pendiri sekaligus ilmuwan di balik PuckerButt Pepper Company. Ed juga yang menciptakan Carolina Reaper.

Ed mencoba memformulasikan Pepper X sekitar 10 tahun yang lalu dengan menyilangkan berbagai varietas cabai yang ada. Kabarnya, Pepper X memiliki tingkat kepedasan sekitar 3,18 juta SHU. Karena pedasnya, Pepper X yang dikonsumsi mentah dapat berpotensi mematikan. Karena itulah Pepper X saat ini hanya tersedia sebagai bahan saus terpanas yang pernah dibuat, The Last Dab. Namun The Last Dab pun masih lebih pedas daripada Carolina Reaper.

Belum lama ini dalam kontes makan cabe New York, seorang pria 34 tahun yang menyantap satu cabai Carolina Reaper telah dibawa kje rumah sakit. Ia menderita sakit kepala mendadak yang luar biasa yang disebut dengan ”Thunderclap”. Sakit kepala ”Thunderclap" disebabkan oleh pengetatan tiba-tiba dari pembuluh yang memasok darah ke otak. Kondisi ini dikenal sebagai sindrom vasokonstriksi serebral reversibel (RCSV).

Berikut peringkat terbaru cabai terpedas di dunia dengan angka SHU-nya.

1. Carolina Reaper 2.200.000 SHU
Carolina Reaper sejak tahun 2013 secara resmi telah dinobatkan sebagai cabai terpedas di dunia. Belum lama ini, pada April 2018, Guinness Records mengumumkan bahwa Carolina Reaper yang dihasilkan dari persilangan antara Pakistani Naga and Red Habanero, berhasil memperbaiki rekor lama sebagai cabai paling pedas atas namanya sendiri. Artinya, carolina reaper bertambah pedas.

2. Trinidad Moruga Scorpion 2.009.231 SHU
Dengan level 2.009.231 SHU, Moruga Scorpion siap ”membakar” perut dan usus Anda. Cabai ini diberi nama sesuai dengan tempat asalnya, seperti kebanyakan cabai lain. Mudah ditebak, cabai ini berasal dari Moruga, Trinidad.

3. 7 Pot Douglah 1.853.936 SHU
Di antara komunitas cabai, 7 pot Douglah dikenal sebagai salah satu cabai terpanas dengan rasa terbaik. Umumnya, cabai pedas memiliki warna merah. Namun 7 Pot Douglah berwarna coklat. Cabai ini dikenal juga dengan 7 Pod Douglah, Chocolate 7 Pod, atau 7 Pot Brown.
Cabai 7 Pot Douglah adalah salah satu cabai yang paling langka dan terpanas dari 7 strain pod. Cabai ini ditandai dengan kulit coklat gelap atau ungu tua dengan banyak ”jerawat” di permukaannya.

4. 7 Pot Primo 1.469.000 SHU
Cabai ini memiliki ciri khas, ”ekor” panjang dan kurus. Dibuat oleh pegiat hortikultura, Troy Primeaux, dan beberapa pembudidaya paprika. Sepintas, cabai ini mirip dengan Carolina Reaper.

5. Trinidad Scorpion ”Butch T" 1.463.700 SHU
Cabai ini pernah memegang rekor sebagai cabai terpedas pada tahun 2011. Tidak diragukan lagi cabai ini memang sangat pedas. Cabai yang ditemukan oleh Butch Taylor ini diberi nama Scorpion karena bentuk ujung buah cabai yang mirip dengan sengat kalajengking.

6. Naga Viper 1.349.000 SHU
Cabai ini dibudidayakan di Inggris dan merupakan hibrida dari berbagai jenis cabai. Dari pernyerbukan silang antara Naga Morich, Bhut Jolokia (Ghost Pepper), dan Trinidad Scorpion yang dilakukan beberapa tahun, lahirlah cabai ”super panas” ini.

Cabai Naga Viper sempat memegang rekor cabai terpedas di dunia untuk waktu yang sangat singkat. Namun kelahiran 4 jenis cabai lain yang lebih pedas membuat peringkatnya turun sampai ke-5. Budidaya yang hanya singkat dilakukan, membuat bibit cabai ini menjadi langka.

7. Bhut Jolokia (Ghost Pepper) 1.041.427 SHU
Cabai ini sangat terkenal. Di masa lalu, cabai ini sering dipakai sebagai ajang tantangan bagi mereka yang berani memakannya.

Cabai Bhut Jolokia yang berasal dari Assam, India adalah cabai pertama yang mampu menembus angka 1.000.000 SHU. Cabai ini memegang gelar cabai terpedas selama 4 tahun, dari tahun 2007 hingga 2011, sampai Trinidad Scorpion ’Butch T’ mengalahkannya.

8. 7 Pot Barrackpore 1.000.000 SHU
Cabai 7 Pot Barrackpore dari kota Chaguanas di Trinidad dan Tobago ini adalah salah satu yang terpedas dari jenis cabai 7 pot paprika. Wilayah Trinidad dan Tobago memang terkenal banyak menghasilkan cabai super pedas. Cabai ini juga lazim digunakan untuk saus atau bubuk cabai, karena rasa pedasnya yang tinggi dan tahan lama.

9. 7 Pot Red (Giant) 1.000.000 SHU
Cabai ini masuk dalam kelompok 7 pot. Varietas lain 7 pot adalah Jonah dan Yellow.

10. Red Savina Habanero 500.000 SHU
Pada awal cabai super pedas dikenal, red savina habanero adalah rajanya. Namun, gelar ini segera harus ditanggalkan setelah ada beberapa cabai super pedas lain yang mampu menghasilkan rasa pedas melampaui cabai ini. Saat ini, red savina habanero hanya mampu menduduki posisi ke-10.

Awalnya red savina habanero yang dibudidayakan secara selektif dari generasi ke generasi memiliki target untuk menghasilkan buah yang lebih besar dan lebih pedas dari Karibia Red Habanero. Pembudidayaan selektif ini membuat red savina habanero memegang gelar sebagai cabai terpedas di dunia selama 12 tahun dari tahun 1994 hingga 2006.

Hingga saat ini, red savina habanero masih memegang rekor sebagai cabai terlama memegang gelar tersebut. Sejak 2006 banyak cabai lain yang lebih pedas ditemukan dan dibudidayakan termasuk Ghost Pepper dan Carolina Reaper.

Red savina habanero adalah legenda di kalangan petani cabai karena rasanya yang manis hampir seperti buah dan tentu saja plus rasa pedas yang ekstrim. Cabai ini termasuk jenis tanaman cabai yang paling mudah tumbuh dan sangat produktif. (555)

BERITA TERKAIT