Unta, si ”Kapal Gurun Pasir”

Minggu, 01 Juli 2018, 20:01 WIB

Unta, si "Kapal Gurun Pasir" | Sumber Foto:Wikimedia

AGRONET –Sejak kurang lebih 5.000 tahun yang lalu unta telah dimanfaatkan manusia sebagai ”kendaraan” untuk melintasi gurun pasir. Selain alat tansportasi, manusia juga memanfaatkan susu dan daging unta untuk kebutuhan sehari-hari, serta bulu dan kulitnya. Unta juga dapat dipilih sebagai hewan kurban, selain sapi, kambing, dan domba.

Ada dua jenis unta yang dikenal. Pertama, unta dromedaris, atau disebut juga sebagai unta Arab. Unta ini memiliki satu punuk. Biasa ditemukan di Afrika Utara dan Timur Tengah. Jenis lainnya adalah unta Baktria yang mempunyai dua punuk. Unta ini hidup di Asia Tengah. Apapun jenisnya, unta memang hidup di gurun pasir.

Hewan ini hidup berkelompok, dengan pimpinan kelompok seekor pejantan yang dominan. Unta juga hewan yang sangat sosial dan suka menyapa satu sama lain jika saling bertemu. Umur harapan hidup unta antara 30 sampai 50 tahun.

Seperti diketahui, gurun pasir memiliki suhu yang ekstrim. Pada siang hari suhu dapat melampaui 50 derajat Celcius. Sedangkan di malam hari, suhu dapat turun hingga di bawah 10 derajat Celcius. Selain suhu, berjalan di atas pasir juga bukan perkara mudah. Lebih berat dibandingkan berjalan di atas tanah. Belum lagi sumber air sangat sulit ditemukan di gurun pasir.

Namun, Tuhan memberikan banyak kelebihan sebagai ”bekal” sehingga unta dapat beradaptasi sempurna hidup di gurun pasir. Berikut beberapa kelebihan unta.

- Punuk. Umumnya orang mengira punuk adalah semacam kontainer untuk menyimpan cadangan air. Ini salah, karena sebenarnya punuk unta berfungsi untuk menyimpan lemak yang jika diperlukan dapat diubah menjadi air dengan bantuan oksigen hasil respirasi.

Jadi, ketika unta menggunakan cadangan lemak, isi punuk akan berkurang. Misalnya, ketika unta tidak makan dalam jangka waktu yang cukup lama. Tubuh unta akan memetabolisme lemak di dalam punuk menjadi nutrisi. Ketika kemudian unta makan dan minum lagi, punuk akan diisi ulang.

Menurut penelitian, unta dapat bertahan hidup hingga enam bulan tanpa makanan atau air. Pada saat minum, unta dapat mengonsumsi air hingga 115 liter atau sekitar sepertiga berat badannya hanya dalam 10 menit. Tubuh unta terhidrasi lebih cepat dibandingkan hewan mamalia lain.

Punuk unta juga berfungsi untuk mengatur suhu tubuh. Ini merupakan fitur penting yang ada pada unta karena hidup di gurun pasir dengan suhu yang ekstrim antara siang dan malam hari. Dengan punuk ini, unta dapat meminimalkan penyekat panas di seluruh tubuh ketika suhu gurun tinggi di siang hari. Sehingga suhu tubuh unta tidak terlalu tinggi. Sebaliknya, ketika malam hari penyekat panas akan berfungsi maksimal agar suhu tubuh unta tidak terlalu rendah.

Tidak hanya itu. Bagian tertentu pada tubuh unta mempunyai kulit yang lebih tebal. Sehingga jika pada siang hari unta berbaring atau duduk di atas pasir panas, unta tidak akan merasakan panasnya pasir. Sebaliknya, pada malam hari yang sangat dingin, tubuhnya dilindungi juga oleh bulu-bulu di seluruh tubuhnya.

- Mata unta memiliki membran, alis tebal, dan dua lapis bulu mata yang dapat melindungi mata dari badai pasir. Bulu mata unta bekerja mirip seperti dua buah sisir dengan mata sisir yang saling menutup, sehingga tidak ada pasir yang dapat masuk ke bola mata.

- Unta mempunyai kaki yang lebar dan berkulit tebal untuk berjalan di atas pasir dan batu, yang seringkali bersuhu tinggi. Walaupun unta membawa beban ratusan kilogram, kaki unta tidak akan terperosok dan terbenam ke dalam pasir. Di samping itu kaki unta yang panjang juga berguna menjauhkan tubuhnya dari radiasi panasnya pasir.

- Berjalan di gurun pasir yang panasnya ekstrim akan membuat tubuh lebih cepat terdehidrasi. Oleh sebab itu, cairan tubuh harus dihemat. Unta memiliki sistem respirasi yang hanya meninggalkan sedikit sekali jejak uap air. Setiap kali uap air keluar dari paru-paru saat bernafas, uap air akan diserap kembali oleh tubuhnya melalui sel khusus yang terdapat di hidung bagian dalam.

Begitu pula jika unta berkeringat. Penguapan keringat hanya terjadi pada kulitnya, bukan pada rambutnya. Dengan cara pendinginan yang efisien itu, unta mampu menghemat air cukup banyak. Unta mampu bertahan dengan kehilangan bobot sekitar 33% karena berkeringat.

Kebanyakan makhluk hidup hanya mampu bertahan hingga kehilangan bobot sekitar 3% sampai 4% sebelum terjadi gagal jantung akibat mengentalnya darah. Walaupun unta kehilangan banyak cairan tubuh, darahnya tetap terhidrasi.

Sel darah unta yang berbentuk oval, membuat darah unta tidak mengental pada kondisi darah kebanyakan makhluk hidup sudah mengental. Pada makhluk hidup lain sel darahnya berbentuk bulat. Selain itu unta juga memiliki sistem imunitas yang unik dan dapat mengurangi kemungkinan darah mengental.

- Unta memiliki ginjal dan usus yang sangat efisien menyaring air. Bentuk urin unta sangat kental dan kotorannya sangat kering.

- Lubang hidung unta juga unik karena dapat ditutup untuk mencegah masuknya debu dan pasir. Telinganya pun memiliki bulu, di bagian dalam dan luar, untuk menghalangi masuknya pasir ke bagian dalam telinga.

- Unta adalah herbivora, tapi unta bukan tipe pemilih makanan. Bibirnya yang tebal memungkinkan untuk makan tanaman berduri seperti kaktus.

Dengan segala kelebihannya itu, tidak berlebihan rasanya jika orang menjuluki unta sebagai ”Kapal Gurun Pasir”. Tidak peduli kondisi gurun dan tubuhnya, unta tetap akan berjalan menjelajahi padang pasir. Bahkan unta dapat berlari hingga kecepatan 40 km per jam. (555)

 

BERITA TERKAIT