Rafflesia, Bunga Asli Indonesia

Minggu, 09 September 2018, 20:53 WIB

Rafflesia Arnoldii | Sumber Foto:Wikimedia

AGRONET – Tumbuhan bunga ini sudah kita kenal sejak duduk di bangku sekolah dasar. Rafflesia atau bunga bangkai, demikian nama bunga yang dikenalkan oleh guru sekolah dasar pada kita.

Rafflesia sebenarnya adalah genus tumbuhan bunga parasit yang memiliki catatan sejarah panjang di Indonesia. Tumbuhan bunga ini ditemukan seorang pemandu ekspedisi di Indonesia pada tahun 1818 yang bekerja untuk Dr. Joseph Arnold. Tumbuhan yang memiliki bunga berukuran besar namun tidak memiliki batang, daun ataupun akar yang sesungguhnya kemudian diberi nama dengan mengacu pada nama pemimpin ekspedisi, Thomas Stamford Raffles.

Ciri yang paling menonjol dari tumbuhan Rafflesia adalah bunga bermahkota lima. Pada beberapa spesies, seperti Rafflesia arnoldii, ukuran diameter bunga tunggalnya dapat melebihi 100 cm dengan berat hingga 10 kg. Ukuran bunga yang ekstra besar ini membuat Rafflesia arnoldii  menjadi tumbuhan bunga terbesar di dunia dari seluruh tumbuhan berbunga. Sedangkan spesies Rafflesia terkecil, Rafflesia manillana, diameter bunganya sekitar 20 cm.

Berbeda dengan bunga jenis lain yang menghasilkan bau harum, bunga Rafflesia mengeluarkan bau seperti daging  busuk. Oleh sebab itu orang juga menyebut tumbuhan bunga ini dengan nama ”bunga bangkai”. Bau bunga yang tidak enak ini ternyata menarik perhatian serangga seperti lalat dan kumbang untuk datang menghampiri sambil membawa serbuk sari dari bunga jantan ke bunga betina.

Belum lama ini di Kebun Raya Bogor, Rafflesia patma (bunga patma) mekar. Menurut keterangan LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) mekarnya bunga Rafflesia Patma merupakan keberhasilan Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya LIPI Bogor membungakan tumbuhan langka melalui teknik grafting atau penyambungan akar di luar habitat aslinya.

Mekarnya bunga Rafflesia patma semakin istimewa, karena bunga patma yang mekar kali ini memiliki 6 kelopak mahkota bunga. Sebelumnya diketahui bunga patma hanya memiliki 5 kelopak di mahkota bunganya.

Membiakkan Rafflesia di luar habitatnya masih sangat sukar dilakukan karena sifat biologisnya yang sangat rumit. Upaya yang dilakukan oleh peneliti Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya LIPI adalah menyambung akar inang Rafflesia yaitu Tetrastigma (Tetrastigma spp.) dari famili Vitaceae. Tetrastigma adalah sejenis tumbuhan merambat berkayu yang hidup di hutan tropis.

Tetrastigma, inang tumbuhan Rafflesia patma yang berada di Kebun Raya Bogor merupakan Tetrastigma dari habitat asli bunga patma di Cagar Alam Pangandaran, Ciamis, Jawa Barat. Tetrastigma ini kemudian disambung dengan akar Tetrastigma yang telah tumbuh di Kebun Raya Bogor. Apa yang dilakukan peneliti Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya LIPI ini berbeda dengan metode sebelumnya yang dilakukan peneliti Belanda yaitu memindahkan tanaman Rafflesia rochusenii pada tahun 1929.

Hingga hari ini diketahui di seluruh dunia terdapat sekitar 27 spesies Rafflesia. Empat di antaranya -Rafflesia borneensis, Rafflesia ciliata, Rafflesia titan, dan Rafflesia witkampii- belum diketahui ciri-cirinya dengan pasti. Semua spesies Rafflesia ditemukan di wilayah Asia Tenggara, di semenanjung Sumatra, Kalimantan, Malaysia, dan Filipina.

Di Indonesia paling tidak terdapat 15 species Rafflesia. Selain Rafflesia patma yang tumbuh di Kebun Raya Bogor, ada Rafflesia arnoldii yang tumbuh di hutan Bengkulu. Selain Rafflesia arnoldii, di Bengkulu juga tumbuh tiga species Rafflesia lain, yaitu; Rafflesia gadutensis (diameter bunga sekitar 50 cm), Rafflesia haseltii (diameter bunga sekitar 30 cm sampai 60 cm), dan Rafflesia bengkuluensis.

Keempat jenis species Rafflesia yang tumbuh di Bengkulu dapat ditemukan di beberapa tempat, antara lain di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), Padang Guci Kabupaten Kaur, dan pusat pelatihan gajah (PLG).

Berikut ini beberapa jenis Rafflesia yang tumbuh di berbagai hutan.

- Rafflesia azlanii, ditemukan di hutan lindung Temenggor, Perak, Malaysia. Jenis Rafflesia ini diberi nama Azlanii untuk menghormati Sultan Azlan Shah dari Perak, yang merupakan pelindung Heritage Expedition.

- Rafflesia baletei, ditemukan di wilayah Bicol, selatan Luzon, Filipina pada tahun 1991. Nama Rafflesia ini diambil dari penelitinya, Danilo Balete.

- Rafflesia banahawensis, ditemukan di daerah pegunungan Banahaw, Filipina.

- Rafflesia cantleyi, ditemukan di Semenanjung Malaysia dan Pulau Tioman, sebuah pulau di lepas pantai timur Semenanjung Malaysia. Spesies ini nyaris identik dengan Rafflesia hasseltii.

- Rafflesia gadutensis, adalah spesies endemik Pulau Sumatera. Spesies gadutensis hanya mekar pada dua bulan pertama dalam satu tahun.

- Raflesia hasseltii, ditemukan di Muara Labuh dan Alahan Panjang, Sumatera Barat pada tahun 1918.

- Rafflesia keithii, tanaman berbunga parasit dalam genus Rafflesia, spesies endemik pulau Kalimantan. Diameternya rata-rata 80 cm hingga satu meter. Diberi nama sesuai dengan nama penemunya, Henry George Keith. Keith adalah mantan Konservator Hutan di Kalimantan bagian Utara.

- Rafflesia kerri, ditemukan di Sungai Manna, Bengkulu oleh tim dan ahli botani Dr. Joseph Arnold.

- Rafflesia lobata, adalah endemik Pulau Panay, Filipina. Ditemukan di pegunungan Provinsi Antique dan Iloilo. Spesies ini adalah spesies kedua  yang ditemukan di Pulau Panay.

- Rafflesia magnifica, adalah endemik hutan tropis di Mindanao, Filipina. Populasi spesies yang ditemukan pada tahun 2005 ini terbatas pada rentang gunung Candalaga.

- Rafflesia panchoana, ditemukan di Filipina. Nama Panchoana diambil dari nama seorang ahli botani Universitas Filipina di Los Baños, Laguna, Juan V. Pancho. Diameter bunga saat mekar penuh sebesar 15 sampai 20 cm.

- Rafflesia patma, adalah jenis tanaman parasit yang tidak memiliki akar, daun, dan tangkai. Satu-satunya bagian yang disebut sebagai tanaman adalah jaringan yang tumbuh pada tanaman inang merambat yaitu Tetrastigma. Rafflesia patma tidak sama dengan Rafflesia arnoldi. Diameter bunga Rafflesia patma antara 25 sampai 30 cm.

Proses pertumbuhan Rafflesia patma sangat lamban. Kadang butuh waktu hingga 2 tahun untuk berbunga. Spesies ini berhasil ditanam di Kebun Raya Bogor. Hal ini menjadi yang pertama kali di dunia, bunga Rafflesia mekar di luar habitat aslinya. (555)