Cantiknya Jagung Berwarna

Senin, 03 Desember 2018, 23:17 WIB

Tampilan cantik jagung berwarna ternyata tidak membuat jagung enak dikonsumsi. | Sumber Foto:wikipedia

Ayo kawan kita bersama, menanam jagung di kebun kita,
Ambil cangkulmu, ambil cangkurmu, kita bekerja tak jemu-jemu
Cangkul cangkul cangkul yang dalam,
Tanahnya longgar jagung kutanam

AGRONET – Masih ingat lagu ”Menanam Jagung” ciptaan Ibu Sud yang liriknya ada di atas ? Lagu itu selain mengajak anak-anak untuk rajin bekerja di kebun, juga memberitahu kita kalau jagung adalah salah satu bahan makanan pokok penting di Indonesia.

Selain enak dimakan langsung sebagai jagung rebus atau bakar, jagung juga dapat dibuat menjadi sup atau perkedel. Atau, sebagai makanan ringan seperti popcorn dan corn flake (sereal jagung).

Penggunaan lainnya sebagai sumber minyak pangan dan bahan dasar tepung maizena. Berbagai produk turunannya menjadi bahan baku berbagai produk industri farmasi, kosmetika, dan kimia. Manfaat lainnya, jagung menjadi komponen penting pakan ternak.

Jagung masuk ke bumi Indonesia diperkirakan pada abad ke-16, dibawa oleh penjelajah Portugis. Namun sebenarnya, sebagai tanaman pangan penghasil karbohidrat –selain gandum dan padi- jagung telah lama dikenal oleh manusia.

Budidaya jagung primitif ditemukan arkelog di bagian selatan Meksiko. Diperkirakan telah berusia 7.000 tahun. Sisa-sisa tongkol jagung kuno yang ditemukan di Gua Guila Naquitz, Lembah Oaxaca berusia sekitar 6250 tahun. Tongkol utuh tertua ditemukan di gua-gua dekat Tehuacan, Puebla, Meksiko, berusia sekitar 3450 SM. Bahkan, bangsa Olmek dan Maya diduga telah membudidayakan jagung di Amerika Tengah sejak 10 000 tahun yang lalu dan telah mengenal berbagai teknik pengolahan hasil.

Umumnya jagung yang banyak beredar di pasar, warna bulirnya adalah kuning. Warna bulir jagung ditentukan oleh warna endosperma dan lapisan terluarnya (aleuron). Namun, seiring dengan perkembangan teknologi pertanian, saat ini dapat dijumpai jagung dengan bulir beraneka warna. Mulai ungu, jingga, putih, kuning, merah, biru, merah muda, hingga hitam. Satu tongkol jagung dapat memiliki bulir dengan warna berbeda-beda.

Keanekaragaman bentuk dan warna sayur dan buah memang telah banyak dilahirkan diberbagai tempat di dunia. Salah satu contohnya adalah stroberi putih hasil kreativitas Miyoshi Agritech Co dari Jepang. Stroberi putih yang diberi nama ”Hatsukoi no kaori” (”Aroma Cinta Pertama") dijual dengan harga 500 Yen (sekitar Rp 65.000) per buah !

Seperti halnya stroberi, jagung juga tidak luput dari tangan kreatif para pegiat pertanian. Carl Barnes, seorang petani keturunan Indian Cherokee asal Oklahoma, Amerika Serikat, adalah orang pertama yang melakukan percobaan membuat jagung memiliki bulir warna-warni.

Awalnya ia ingin melestarikan varietas jagung warisan nenek moyangnya. Varietas jagung langka ini merupakan jagung asli Amerika (Native American Tribes Corn). Ia mengumpulkan bibit jagung dengan warna khusus dan kemudian menanamnya dengan cara melakukan persilangan. Setelah bertahun-tahun melakukan serangkaian percobaan, Barnes berhasil melahirkan jagung yang memiliki bulir warna-warni pada setiap tongkolnya.

Usaha Barnes kemudian diteruskan oleh temannya, Greg Schoen, dengan menanam biji-biji jagung yang diterimanya dari Barnes. Menurut Schoen, biji jagung warna-warni yang ia terima dari Barnes merupakan hasil persilangan jagung Pawnee, jagung Osage berbiji merah dan jagung Osage berwarna kelabu.

Schoen meneruskan usaha Barnes. Ia mengawinsilangkannya dengan beberapa varietas jagung tradisional. Hasilnya varietas jagung yang baru dengan warna yang semakin cerah dan indah.

Schoen kemudian menjuluki jagung yang ia tanam pada tahun 2007 dengan nama glass gem corn atau ”jagung permata kaca”, karena bulirnya yang warna-warni terlihat indah laksana batu permata.  Jagung ini memiliki bulir warna biru, hijau, pink, dan ungu.

Penampakan jagung ”permata kaca” memang indah. Tapii sayangnya jagung ini tidak dapat dimakan langsung dari tongkolnya karena lapisan bulirnya sangat keras. Umumnya orang menggiling jagung jenis ini untuk dijadikan bahan makanan lain. Kabarnya, jagung ”permata kaca” dapat dijadikan popcorn walaupun hasilnya tidak warna-warni.

Pada tahun 2010, Schoen memutuskan untuk memberikan biji-biji jagung ”permata kaca” kepada Bill McDorman, di Arizona. Oleh Bill jagung ”permata kaca” mulai diproduksi dan dipasarkan secara online dengan harga 7,95 dolar Amerika per   paket.

Jagung ”permata kaca” hasil karya Barnes dan Schoen sekarang telah banyak ditanam di Indonesia. Banyak orang tertarik mencoba menanam karena warnanya yang indah. Di Indonesia, jagung semacam ini diberi nama jagung permata, jagung pelangi, atau jagung warna-warni. Untuk bibit, satu bulir jagung “permata kaca” dijual dengan antara harga Rp 2.000 sampai Rp 3.000.

Beberapa praktisi pertanian di Indonesia bahkan juga mencoba membuat jagung berwarna seperti yang pernah dilakukan siswa SMAN 1 Bogor. Mereka mencoba menyilangkan jagung kuning dan jagung hitam. Hasilnya, jagung dengan warna putih, kuning, merah muda, ungu, dan hitam. Sayang rasanya tidak seenak jagung warna kuning.

Ada juga yang mencoba membuat jagung dengan warna hitam. Walaupun diklaim memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, namun orang tidak menyukainya karena rasanya yang hambar.

Jadi, tampilan yang cantik dan eksotis belum tentu enak dikonsumsi. Jagung asli dengan warna kuning alami tetap yang paling enak dimakan. (555)


BERITA TERKAIT