Super Rumput Laut, Makanan Masa Depan

Selasa, 21 Agustus 2018, 00:14 WIB

Super rumput laut | Sumber Foto:Seakura.net

AGRONET – Isu kekurangan pangan di masa depan terus menjadi perhatian para peneliti dan praktisi pertanian. Pertambahan jumlah penduduk yang tidak terkendali, berkurangnya lahar subur, hama dan penyakit, serta dampak perubahan iklim adalah beberapa alasan yang menyebabkan masalah pasokan pangan di masa depan terus menjadi perhatian.

Berbagai penelitian dan usaha telah dilakukan. Sebut saja seperti pengembangan pertanian di gurun pasir atau pengembangan pertanian verikal dengan rumah kaca di perkotaan. Namun ini belum cukup. Para peneliti masih bekerja keras mencari terobosan baru.

Belum lama ini, Seakura, sebuah perusahaan pertanian asal Israel ikut mencoba menjawab tantangan ini. Penelitian dimulai sejak 2006 untuk menemukan metode dan produk yang sempurna. Sebuah tim ilmuwan di bidang Biologi, Biokimia, Aquamarine, dan Bilogi Kelautan yang dipimpin oleh Profesor Yonathan Zohar, kepala departemen Biologi Kelautan di University of Maryland, menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk membiakkan versi tanaman yang paling bergizi. Mereka melakukan penelitian di Marine Bio, sebuah pusat penelitian.

Gagasan dasarnya adalah membuat air laut bebas dari polutan. Tidak dapat dipungkiri, saat ini beberapa air laut di berbagai belahan dunia telah tercemar parah. Sampah, unsur logam berbahaya, plastik, zat radioaktif, kaleng kemasan, tumpahan minyak, zat kimia berbahaya, merkuri, dan jenis sampah lainnya. Semakin lama, ternyata pencemaran air laut semakin parah.

Seakura mencoba membuat air laut menjadi lebih bersih. Caranya, dengan mengusung teknologi filter dan sensor canggih untuk memisahkan zat-zat polutan berbahaya dan memisahkannya dari air laut.

Setelah semua zat polutan dikeluarkan dari air laut yang diambil dari Laut Tengah, air laut kemudian dialirkan ke dalam kolam-kolam di darat di sebelah utara Tel Aviv. Selain itu Seakura juga memanfaatkan teknologi budidaya perikanan yang inovatif dan teknologi penunjang lainnya.

Setelah melewati serangkaian penelitian dan percobaan, Seakura berhasil memanen hasil dari bertani di air laut yang lebih bersih. Beberapa di antaranya adalah sea lettuce (salada laut), red seaweed (rumput laut merah), dan mind blowing salad.

Menurut Yossi Karta, pemilik Seakura, rumput laut adalah makanan penduduk bumi di masa depan. Rumput laut adalah makanan semua makhluk hidup yang hidup di laut dan daratan. Ide Seakura sungguh menarik mengingat luas lautan sekitar dua kali luas daratan. Apalagi lahan subur daratan semakin tergerus.

Tapi mengapa Seakura memilih rumput laut ? Berdasarkan teori evolusi, menurut Yossi Karta, sebagian besar tanaman di bumi berasal dari rumput laut. ”Jadi sama artinya rumput laut memiliki semua bahan dasar untuk membangun hampir segalanya, ” ujar Karta. Menurut mereka jika kualitas air laut bertambah baik maka kualitas hewan laut seperti ikan, udang, plankton, dan lainnya juga akan semakin baik.

Produk sayuran organik yang dihasilkan Seakura ini diklaim 100% alami dari air laut yang bersih. Seakura berani mengklaim kalau produk mereka sebagai sayuran terbaik dan terbersih di dunia. ”Kami tidak memiliki pesaing. Tidak ada yang memiliki teknologi ini, ” klaim Karta.

”Super Seaweed” salah satu produk unggulan Seakura, memiliki kandungan protein, mineral, dan vitamin yang jauh lebih baik dibandingkan rumput laut, dan buah serta sayuran tanah. Setiap 100 gr Super Seaweed mengandung protein 31,9 gr, serat 38 gr, magnesium 2.389 mg, kalsium 655 mg, zinc 3,51 mg, iondine 23 mg, lysine 1,19 gr, vitamin C 21,9 mg, vitamin B 1,2,3,5,6, Beta-carotene 5,83 mg, dan potassium 2.163 mg.

Tidak hanya itu. Produk Seakura dapat dipanen 5 kali dalam setahun dan menghasilkan sekitar 100 ton rumput laut per acre (4.046,86 m2). Harga jualnya pun terjangkau. Walaupun berkualitas jempolan, selada laut dibandrol sekitar 2,5 dolar Amerika per 100 gram.

Percobaan Seakura tidak melulu untuk menghasilkan produk pertanian di air laut. Di waktu mendatang, selain Seakura berencana untuk membudidayakan beberapa jenis sayuran lainnya, juga beberapa jenis ikan laut yang bebas polutan.

Israel memang sudah dikenal sebagai negara penghasil sayuran dan buah-buahan. Dengan luas lebih kecil dari luas provinsi Jawa Tengah, Israel adalah eksportir sayuran dan buah-buahan nomor empat terbesar di dunia.
Menurut CEO Seakura, Moshe Rivosh, produk sayuran ini telah dijual ke berbagai negara seperti Inggris, Italia, Belgia, dan Belanda. Seakura meyakini kalau rumput laut sebagai makanan di masa depan.

Industri semacam ini kini telah menghasilkan nilai industri sebesar 7 milyar dolar Amerika. Diperkirakan pada tahun 2021, nilainya akan mencapai 18 milyar dolar Amerika, mengingat konsumsi rumput laut dan ganggang semakin berkembang. (555)

 

BERITA TERKAIT