Robot Ubur-ubur, Penjelajah Dasar Laut

Selasa, 16 Oktober 2018, 07:52 WIB

Robot Ubur-ubur | Sumber Foto:Tech-tube

AGRONET – Kehadiran teknologi robotik dan kecerdasan buatan (artificial intelligence) di bidang pertanian dan perikanan nampaknya semakin dibutuhkan. Masalah minimnya tenaga kerja yang berminat di bidang pertanian dan kebutuhan perluasan lahan pertanian untuk memenuhi kenaikan kebutuhan pangan, membuat robot semakin dibutuhkan untuk menggantikan pekerjaan manusia.

Beberapa pekerjaan di bidang pertanian dan perikanan yang telah dapat dikerjakan robot antara lain memetik buah, menyiram pestisida, pemantauan lahan pertanian dari udara, menanam padi dan sayuran, memanen sayuran, dan mencari ikan di dasar laut. Perkembangan teknologi kecerdasan buatan secara langsung membuat robot semakin cerdas sehingga aplikasinya juga semakin beragam.

Belum lama ini sebuah tim dari Universitas Florida Atlantic (UFA) menciptakan sebuah robot dengan bentuk meniru hewan ubur-ubur. Mereka terinpirasi oleh hewan yang memiliki sejarah kehidupan 500 juta tahun di muka bumi ini karena cara bergeraknya di dalam laut memungkinkan untuk menerobos ruang yang sempit. Tujuan utama penciptaan robot ubur-ubur ini adalah untuk memantau kehidupan bawah laut dan kondisi laut.

Ubur-ubur ciptaan tim UFA ini dibuat dari jaringan tikus dan silikon untuk memahami bagaimana jaringan ubur-ubur berkontraksi seperti otot jantung manusia. Sedangkan tubuh dan tentakel robot ubur-ubur dibuat komponen lunak. Mereka menghindari pemakaian plastik keras dan kabel agar pada saat pemakaiannya di dasar laut tidak merusak ekosistem di daerah sensitif seperti Great Barrier Reef, Australia.

Tahap awal, dilakukan uji coba unjuk kerja lima robot ubur-ubur yang dibuat dengan menggunakan karet yang memiliki kekerasan berbeda di terumbu karang bawah laut di lepas pantai Florida Selatan. Para peneliti merancang robot ubur-ubur dengan meniru bentuk ubur-ubur bulan (Aurelia aurita). Hasilnya cukup menggembirakan. Robot ubur-ubur mampu berenang melawan arus seperti hewan aslinya. Tidak hanya itu. Robot ubur-ubur dapat bergerak dari sisi ke sisi dalam arus air laut dengan menggunakan tentakelnya.

Agar dapat bergerak dalam air, robot ubur-ubur ditenagai oleh baterai 3 volt. Baterai ini berfungsi untuk menjalankan sirkuit elektronik kecil, mengaktifkan sensor suhu dan salinitas, serta menjalankan dua buah pompa. Fungsi dua pompa ini untuk membuat delapan tentakel robot ubur-ubur mengembang sehingga dihasilkan gerakan berenang. Namun ketika pompa mati, air akan mengalir kembali ke laut dan tentakel robot ubur-ubur mengendur.

Tim UFA juga menguji beberapa robot ubur-ubur di akuarium dan kolam renang. Di dalam kolam renang ditaruh lembaran plexiglas yang diberi lubang dengan ukuran lebih kecil dari tubuh robot ubur-ubur. Dari pengujian ini ternyata robot ubur-ubur ini dapat berenang melewati lubang tersebut. Ketrampilan ini akan berguna untuk penjelajahan dasar laut, rig minyak atau instrumen oseanografi yang ditambatkan di dasar laut.

Dalam satu dasawarsa terakhir, telah lahir beberapa jenis robot penjelajah bawah laut dalam bentuk ikan, gurita, kura-kura dan pari untuk keperluan penjelajahan bawah laut yang lebih baik dan efisien. Namun kebanyakan dari robot-robot ini tidak bertahan lama karena keterbatasan dana riset. Eksperimen pembuatan robot di bidang kelautan rupanya tidak semenarik pengembangan teknologi drone atau pesawat antariksa bagi para penyandang dana.

Saat ini unjuk kerja robot ubur-ubur masih terus dikembangkan. Diharapkan robot ubur-ubur dapat menyelam lebih dalam hingga beberapa ratus kaki di bawah permukaan laut dengan menggunakan teknologi sonar sebagai pemandu penjelajahannya. (555)