Agrowisata Kebun Teh Tambi Wonosobo

Kamis, 14 Maret 2019, 01:25 WIB

Agrowisata Kebun Teh Tambi Wonosobo | Sumber Foto:bonvoyagejogja.com

AGRONET – Bosan dengan wisata kebun teh Puncak atau Subang Jawa Barat ? Ada pilihan lain yang tidak kalah menarik. Kebun teh Tambi Wonosobo, Jawa Tengah. Perkebunan teh ini terletak di desa Tambi, Kabupaten Wonosobo, di kaki gunung Sindoro.

Tidak sulit untuk mencapai lokasi perkebunan ini, apalagi jika menggunakan kendaraan pribadi. Lokasinya mudah dicari karena terletak di jalur utama menuju Dataran Tinggi Dieng. Dari kota Wonosobo jaraknya sekitar 16 km ke arah utara.

Namun jika menggunakan kendaraan umum, pilihlah bus jurusan Wonosobo-Dieng. Turun di Desa Tambi. Jika berangkat dari kota Yogyakarta, butuh sekitar 2,5 jam perjalanan untuk menempuh jarak sekitar 85 km.

Perkebunan teh Tambi dibangun sejak tahun 1865, pada saat Indonesia masih diduduki Belanda. Perusahaan perkebunan ini awalnya didirikan sebagai cabang dari salah satu perusahaan Belanda dengan nama Bagelen Thee & Kina Maatschaappij. Selanjutnya perusahaan ini dikelola oleh NV John Peet dengan kantor pusat di Jakarta.

Setelah Indonesia merdeka, terjadi perubahan. Pengelolaan perkebunan kemudian beralih ke tangan pribumi. Tetap usai Konferensi Meja Bundar pada tahun 1950 kepengelolaan dikembalikan ke Belanda. Selanjutnya, pada tahun 1954 kebun dijual kepada NV Eks Pegawai Perkebunan Negara Sindoro Sumbing dan kepengurusannya bekerjasama dengan Pemda Wonosobo. Kerjasama melahirkan perusahaan baru yang diberi nama NV Tambi dan kini namanya menjadi PT Tambi.

Luas lahan perkebunan ini sekitar 830 ha yang terbagi menjadi 3 unit yakni Unit Tambi, Unit Tanjungsari, dan Unit Bedakah. Perkebunan kebun teh tambi ini terletak di ketinggian antara 800 – 2000 meter di atas permukaan laut. Tingkat curah hujannya di kisaran 2500 – 3500 mm/ tahun.

Jika suatu saat berkunjung ke agrowisata ini, jangan lewatkan untuk mencicipi teh hasil perkebunan Tambi. Teh hasil olahan perkebunan  Tambi ini sebanyak 80% dijual ke perusahaan lokal dan internasional. Sisanya, dijual dengan merk teh Tambi yang mempunyai ciri logo Punokawan, baik untuk kemasan teh hitam ataupun kemasan teh hijau.

Jika diperlukan, pengunjung dapat ditemani pemandu wisata untuk menjelaskan proses produksi teh sejak mulai dari dipetik hingga siap dikemas. Usahakan keliling perkebunan pada pagi hari. Karena pada saat pagi hari para pemetik teh yang kebanyakan perempuan sedang bekerja. Mereka memetik teh dengan gunting yang telah dimodifikasi.

Selain berkeliling di perkebunan, tersedia pula beberapa pilihan paket tour. Ada paket tour yang dilengkapi dengan permainan outbond sekitar wilayah perkebunan.

Usahakan menginap di lokasi agrowisata ini. Apalagi jika berkunjung bersama keluarga. Nikmati sejuknya udara pegunungan. Soal penginapan tidak perlu khawatir. Di sana banyak tersedia penginapan dengan harga yang terjangkau. Ada baiknya pesan lebih dahulu sebelum tiba di lokasi ini. Apalagi saat musim libur.

Pengunjung tidak dipungut biaya ketika memasuki perkebunan teh Tambi. Namun untuk masuk ke kawasan Dataran Tinggi Dieng, dipungut biaya tiket Rp 2.000,- per orang. Jika memilih paket tour standar, harganya Rp 27.500,- per orang , dengan jumlah minimal 10 orang. Untuk paket eksklusif dengan minimal 20 orang, harganya Rp 55.000,- orang dan untuk paket eksklusif outbond Rp 115.000,- per orang. Pilihlah paket tour sesuai kebutuhan.

Jika telah selesai menikmati perkebunan teh Tambi, Anda dapat melengkapi liburan dengan mampir ke Telaga Merdada Dieng dan Candi Arjuna. Lokasi keduanya tidak jauh dari perkebunan teh Tambi. (555)