Menikmati Durian di Agrowisata Candimulyo

Minggu, 19 Mei 2019, 02:13 WIB

Suasana di agrowisata Candimulyo | Sumber Foto:durian-candimulyo.blogspot.com

AGRONET – Tidak salah rasanya jika buah durian dijuluki sebagai ”rajanya buah” (King of Fruits). Begitu banyak orang yang menyukai buah ini, walaupun ada juga yang tidak tahan dengan bau wangi buah asli daerah tropis ini.

Jika Anda memang penggemar berat durian, sekali waktu mampirlah ke agrowisata Candimulyo yang letaknya sekitar 5 km sebelah timur kota Magelang, Jawa Tengah. Candimulyo adalah sebuah kecamatan yang berada di kaki gunung Merapi dan gunung Merbabu dengan ketinggian 400 hingga 600 meter dpl (di atas pemukaan laut).

Di Kecamatan Candimulyo ini diperkirakan terdapat lebih dari 12 ribu pohon durian di atas lahan seluas 97 hektar, yang tersebar tersebar di 19 desa seperti desa Mantenan, Sonorejo, Surojoyo, Giyanti dan desa-desa lainnya. Kabarnya, pasokan durian terbanyak dihasilkan dari desa Mantenan, lebih dari 80%. Pada saat panen, setiap pohonnya dapat menghasilkan 75 sampai 100 buah durian.

Umumnya petani durian di kecamatan Candimulyo memiliki berbagai macam varian pohon durian. Ada yang ditanam di pekarangan rumah, kebun, dan tegalan. Rata-rata pohon durian di sana telah berusia puluhan tahun. Menurut salah seorang petani di Desa Mantenan, Kecamatan Candimulyo telah menjadi sentra durian sejak tahun 1980-an. Saat itu petani measih menggunakan tali bambu untuk mengikat buah durian agar tidak jatuh saat telah matang.

BERITA TERKAIT

Seiring berjalannya waktu, dan semakin ramainya orang mengunjungi Candimulyo, akhirnya pada tahun 2015 Candimulyo diresmikan sebagai agrowisata atau sentra durian. Menikmati lezatnya buah durian langsung tempatnya, sekaligus dapat menikmati suasana sejuknya udara pegunungan dan pemandangan pedesaan yang asri.

Sebelum dikenal sebagai agrowisata durian, Candimulyo pernah menjadi penghasil ketela terbesar di wilayah Kabupaten Magelang. Tidak heran jika Candimulyo saat itu terkenal dengan pothel dan criping telo. Ketela-ketela ini juga digunakan sebagai bahan baku utama gethuk, jajanan pasar khas Magelang.

Pohon durian yang tumbuh di Candimulyo jenisnya beragam. Ada durian ketan, durian monthong, durian petruk, durian susu, durian oranye, hingga durian candy yang menjadi unggulan Candimulyo. Durian Candy buahnya besar. Rasanya pas di lidah penikmat duah durian. Manis diselingi rasa agak pahit.

Pada saat musim panen tiba, biasanya sekitar bulan November sampai Maret, agrowisata Candimulyo ramai dikunjungi orang. Mereka datang tidak hanya dari luar kota. Ada juga wisatawan mancanegara yang datang ke Candimulyo untuk menikmati lezatnya buah durian.

Saat panen, di sepanjang jalan menuju Candimulyo, ramai penduduk menjajakan durian hasil panen di kebunnya. Ada pembeli yang langsung menikmati durian di lapak pinggir jalan, tapi ada juga pembeli yang lebih suka langsung memilih dari pohon. Menikmati buah durian sekaligus suasana perkebunan. Harganya jualnya bervariasi. Dari Rp 15 ribu untuk yang ukuran kecil hingga Rp 100 ribu yang buah berukuran besar. Saat inilah warga Candimulyo mendapatkan penghasilan lebih besar dari biasanya.

Nama Candimulyo sebagai sentra durian telah dikenal hingga ke seluruh Indonesia. Bahkan wisatawan dari berbagai negara lewat agen perjalanan juga kerap mengunjungi Candimulyo.

Biasanya, pada setiap tahun pada saat musim panen tiba, diadakan festival durian. Festival ini menampilkan gunungan yang disusun dari buah durian dan jenis buah lainnya. Tidak hanya itu. Warga juga menampilkan pertunjukkan seni budaya. Pengunjung juga dapat berebut buah durian dari gunungan. Jadi, jangan sampai ketinggalan. (555)

BERITA TERKAIT