Agrowisata Pohon Kurma di Pasuruan

Senin, 29 Juli 2019, 03:55 WIB

Suasana wisata pohon kurma di Pasuruan | Sumber Foto:Daka Tour

AGRONET – Siapa yang tidak kenal dengan buah Kurma. Buah ini sangat populer di Indonesia, khususnya di bulan Ramadhan. Kurma menjadi hidangan wajib untuk buka puasa.

Di Timur Tengah kurma telah menjadi makanan pokok sejak ribuan tahun yang lalu. Banyak orang meyakini pohon Kurma berasal dari daerah Teluk Persia dan telah dibudidayakan sejak zaman kuno,  kemungkinan pada awal 4000 SM. Bangsa Mesir Kuno memanfaatkan buah kurma sebagai bahan untuk membuat anggur kurma dan memakan langsung buahnnya. Bukti arkeologi yang ditemukan menjelaskan kalau budidaya kurma di bagian Arab Timur telah ada pada tahun 6000 SM.

Seiring perjalanan waktu, orang Arab menyebarluaskan kurma di sekitar Selatan dan Barat Daya Asia, bagian utara Afrika, Spanyol dan Italia. Bangsa Spanyol juga turut menyebarkan kurma ke Mexico dan California pada tahun 1765.

Saat ini kurma merupakan tanaman tradisional penting di Turki, Irak, Arab, Afrika Utara hingga ke Maroko. Di negara-negara Islam, kurma dan yoghurt adalah makanan tradisional utama untuk berbuka puasa, terutama pada bulan Ramadan. Kurma,  terutama Medjool dan Deglet Noor, juga dibudidayakan di Amerika Serikat, khususnya di bagian selatan California, Arizona, dan selatan Florida.

Pohon kurma dapat berbuah setelah ditanam selama 4 sampai 7 tahun dan dapat dipanen ketika telah berusia 7 sampai 10 tahun. Pohon kurma yang telah dewasa dapat menghasilkan hingga 120 kg buah kurma pada setiap musim panennya.

Mereka yang pernah berkunjung ke negara di kawasan Timur Tengah –untuk menjalankan ibadah haji atau umrah misalnya- sudah barang tentu pernah melihat pohon kurma. Di sana biasanya jamaah haji atau umrah diajak berkunjung ke kebun kurma oleh biro perjalanan.

Di Indonesia sekarang ini juga telah terdapat kebun kurma. Lokasinya di desa Karanglo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Tempat ini saat cocok untuk mereka yang ingin merasakan suasana padang pasir dengan pemandangan pohon kurma. Atau, mereka yang pernah datang ke Timur Tengah dan rindu dengan suasananya.

Kebun kurma yang dikelola oleh Duta Wisata Group ini memiliki luas 2 hektar. Pohon-pohon kurma yang ada di area wisata ini ditanam pada Agustus 2016. Jenisnya cukup beragam seperti kurma medjool, kurma barhee, kurma lulu, kurma sultana, dan kurma ajwa. Selain pohon kurma, pengunjung juga dapat menjumpai beberapa jenis pohon lain yang lazim tumbuh di Timur Tengah seperti pohon siwak, buah tin, zaitun, matoa, delima hitam, delima merah, dan beberapa jenis pohon lainnya.

Untuk membuat suasana di kebun kurma lebih mirip di Timur Tengah, pihak pengelola membangun miniatur Ka’bah. Beberapa wahana juga dibangun sebagai sarana permainan. Ada wahana kereta kelinci, gembok tresnah, sepeda udara, rumah jungkir, motor ATV, moper, helikopter, dan kolam pasir.

Buah kurma yang telah matang dapat dibeli sebagai oleh-oleh. Kurma yang paling banyak diminati adalah kurma muda. Konon ibu-ibu yang ingin segera memiliki anak dianjurkan agar mengonsumsi kurma muda.

Harga tiket masuk terbilang murah. Pada hari biasa, Senin hingga Kamis, harga tiket masuk Rp. 10.000. Pada akhir minggu, hari Sabtu dan Ahad, harga tiket masuk Rp 15.000. Jangan lupa, pada hari Jumat wisata kebun kurma tutup. Ada baiknya telpon dahulu sebelum datang. Paling tidak untuk menanyakan apakah pohon-pohon kurmanya telah  berbuah. (555)