Ke Yogya, Mampir ke Gudeg Yu Djum

Rabu, 27 Maret 2019, 23:49 WIB

Gudeg Yu Djum, kuliner tradisional di Yogyakarta yang telah banyak dikenal orang | Sumber Foto:gudegyudjumpusat.com

AGRONET – Kuliner yang satu ini rasanya sudah banyak dikenal orang. Letaknya di kota Yogyakarta. Setiap musim libur, pelancong yang dari luar kota Yogyakarta biasanya menyempatkan mampir ke jalan Wijilan, tempat kuliner ini dijajakan.

Gudeg Yu Djum. Begitu nama kuliner yang mengkhususkan berjualan gudeg, makanan khas Yogyakarta.  Gudeg dibuat dengan bahan baku nangka muda yang dimasak dalam kuah santan dengan bumbu dan rempah-rempah selama berjam-jam. Biasanya gudeg disajikan dengan sambal goreng krecek (kulit sapi), telur pindang, tahu bacem, tempe bacem, ayam opor, atau ayam bacem.

Nama ”Yu Djum” diambil dari nama pendirinya, Djuwariyah. Pertama kali Djuwariyah menjual gudeg buatannya di Kampung Widjilan. Tepatnya di sebelah selatan Pelengkung Widjilan. Sedangkan dapur tempat memasak gudeg berada di Kampung Karangasem, Mbarek, Jalan Kaliurang KM 4,5. Djuwariyah mengawali bisnis gudegnya 1951, dan baru pada tahun 1985 warung makan Gudeg Yu Djum dibuka di Widjilan.

Jika kita ke jalan Wijilan, Yogyakarta, di sana dapat dijumpai banyak warung sederhana yang menjual gudeg. Namun, Gudeg Yu Djum adalah yang paling ramai dikunjungi. Jalan Wijilan letaknya tidak jauh dari Kraton Yogyakarta atau jalan Malioboro. Untuk dapat sampai ke sana, dapat menggunakan becak, andong atau jalan kaki. Sejak tahun 1942, jalan Wijilan mulai ramai oleh penjual gudeg.

BERITA TERKAIT

Menurut cerita banyak orang, gudeg Yu Djum rasanya pas di lidah. Kunci lezatnya gudeg Yu Djum terletak pada pemilihan bahan baku dan cara memasak. Untuk nangka muda, sengaja didatangkan dari daerah Prembun. Nangka muda dari  Prembun konon sangat cocok untuk membuat gudeg. Nangka muda Prembun tidak mudah lumat walaupun dimasak berjam-jam. Beda dengan nangka muda dari daerah lain. Sedangkan warna coklat gudeg disebabkan oleh daun jati yang dimasak bersama dengan nangka muda.

Ada lagi rahasia lainnya. Gudeg Yu Djum dimasak masih dengan cara tradisional, dengan menggunakan kayu bakar. Untuk bahan baku opor dan bacem ayam, selalu menggunakan ayam kampung. Sedangkan untuk telur pindang, dipakai telur bebek.

Dengan cara memasak dan bahan pilihan ini, gudeg Yu Djum dapat tahan hinggal 24 jam tanpa perlu disimpan dalam lemari es. Tapi, daya tahannya dapat menjadi tiga hari jika gudeg disimpan dalam lemari es. Untuk oleh-oleh, gudeg dapat dikemas dalam besek atau kendil.

Jika Anda kebetulan mampir ke Wijilan dan kebetulan warung makan Yu Djum ramai dikunjungi orang, Anda dapat pindah ke gudeg Yu Djum di tempat lain. Saat ini gudeg Yu Djum telah memiliki 7 gerai di Yogyakarta. Usaha kuliner yang terus berkembang hingga kini tidak lain hasil dari ketekunan dan kegigihan seorang Djuwariyah selama lebih dari 65 tahun. (555)

BERITA TERKAIT