Robot Traktor Buatan Indonesia

Selasa, 07 Mei 2019, 23:53 WIB

Robot Trakahid Hasyim warga Kebumentor ciptaan W | Sumber Foto:Kebumen Ekspres

AGRONET – Teknologi robotik telah menyentuh bidang pertanian di Indonesia. Alasan klasik yang telah diprediksi jauh-jauh hari. Bekerja di lahan persawahan tidak lagi menarik untuk generasi muda.

Untuk pekerjaan membajak sawah misalnya. Semakin sulit mendapatkan tenaga operator traktor. Menjadi operator mesin traktor memang sangat menguras tenaga.  Hal yang sama juga terjadi di negara maju, sulit mendapatkan tenaga kerja di bidang pertanian.

Kesulitan lain muncul pada saat musim hujan. Resiko tersambar petir membuat petani harus menghentikan pekerjaan membajak sawahnya. Masalah ini menjadi pencetus bagi pelajar SMKN 2 Metro Lampung. Idenya, bagaimana caranya agar tetap bisa membajak sawah sekalipun turun hujan.

Dengan sebuah traktor untuk membajak sawah atas dukungan kelompok tani setempat, guru dan murid SMKN 2 membuat robot traktor yang dapat dikendalikan dari jauh. Hasilnya, traktor dapat berjalan sendiri untuk gerakan maju. Namun, untuk gerakan berbelok masih dibutuhkan bantuan tenaga manusia. Mereka bertekad akan terus menyempurnakan robot traktor ini hingga dapat membajak sawah dengan kendali jarak jauh tanpa perlu bantuan tenaga manusia.

BERITA TERKAIT

Di daerah Kebumen, tepatnya di Desa Tepakyang, Kecamatan Adimulyo, seorang warga berhasil memodifikasi traktor tangan menjadi sebuah robot traktor yang dapat dikendalikan dari jauh. Wahid Hasyim -begitu nama orang dibalik pencetus robot traktor- memang memiliki hobi aeromodelling.

Agar traktor dapat  dikendalikan dari jauh, Wahid menggunakan beberapa komponen seperti remote drone, mechanic micro controller dan perangkat elektronik lainnya. Dengan tambahan rangkaian elektronik karya Wahid, traktor tangan dapat bergerak sendiri membajak sawah dengan pengendalian jarak jauh.

Awalnya, ketika Wahid mendapat ide ini, ia menceritakan rencananya kepada rekan sejawatnya di Kelompok Tani Desa Tepakyang. Namun, ”gayung tidak bersambut”. Wahid dianggap mengada-ada. Tapi tekad Wahid telah bulat untuk membantu petani. Ia tetap melanjutkan niatnya untuk mewujudkan robot traktor.

Dengan berbekal biaya sendiri, Wahid bekerja merakit robot traktor. Komponen elektronik dibeli dari toko perlengkapan robotik dan elekronik. Bahkan ada yang harus diimpor dari Tiongkok. Setidaknya dibutuhkan biaya sekitar Rp 3,5 juta untuk membuat perlengkapan elektronik yang harus dipasangkan pada traktor tangan agar menjadi sebuah robot yang dapat dikendalikan dari jauh.

Robot traktor dirancang dapat dikendalikan dari jarak 100 meter. Jarak ini cukup jauh mengingat sangat jarang petani di Indonesia yang memiliki lahan sawah hingga lebar 100 meter. Jadi, saat robot ini bekerja, petani cukup duduk di gubuk tepi sawah mengendalikan robot sambil menyeruput kopi.

Robot traktor impian Wahid akhirnya terwujud. Namun robot traktor ini belumlah sempurna. Dapat dikatakan masih dalam bentuk prototipe. Salah satu masalah muncul adalah ketika traktor bekerja membajak sawah, traktor sering ’nyungsep’ karena adanya beban mesin diesel di sebelah depan.

Pada kasus traktor dipakai manual dengan tenaga manusia, hal ini tidak terjadi karena setang traktor dipegang oleh tangan manusia. Tapi saat setang traktor kosong, maka beban menjadi tidak seimbang. Untuk menyelesaikan masalah ini Wahid menambah ban mobil bekas pada bagian belakang.

Pada saat traktor dipakai untuk wungkal atau membalik tanah, masih dibutuhkan bantuan tenaga manusia agar hasil pengerjaannya bagus. Traktor juga relatif lebih sulit dikontrol saat wungkal. Tapi ketika traktor dipakai untuk menggaru (meratakan tanah) traktor bekerja dengan baik. Dengan segala kendala tersebut, robot traktor ciptaan Wahid telah bekerja sejak November tahun lalu. Paling tidak sekitar 5 hektar sawah telah berhasil dibajak.

Walaupun Wahid telah berhasil menyempurnakan robot traktor ini namun ia belum mau menerima pesanan dari kalangan umum. Ia merasa masa uji coba robot traktor ini masih terlalu pendek. Baru satu bulan.

Saat ini Wahid hanya menyewakan traktor miliknya atau menerima pesanan perangkat elektronik untuk kelengkapan robot traktor. Harga perangkat elektronik ini dijual antara Rp 4 juta sampai Rp 4,5 juta. ”Robot siluman” begitu Wahid menjuluki robot traktor ciptaannya. Suatu saat akan meramaikan lahan persawahan, membantu para petani Indonesia menggarap sawahnya. (555)



BERITA TERKAIT