Pernah Makan Buah Wani ?

Sabtu, 07 September 2019, 19:47 WIB

Buah Wani | Sumber Foto:gambarbcd.blogspot

AGRONET – Buah ini nyaris tidak dikenal orang, kecuali di Bali. Ketika seorang teman dari Bali sekitar 38 tahun yang lalu bertanya soal buah ini, yang terbayang di kepala adalah buah bacang, kemang, atau kuweni. Ketiganya mirip dengan mangga, tapi rasanya tidak sama. Namun teman dari Bali itu mengatakan kalau wani tidak sama dengan bacang, kemang, dan kuweni.

Untuk menutupi rasa penasaran, akhirnya teman berbaik hati minta pada orang tuanya agar dikirim wani dari kampungnya di Singaraja, Bali. Ketika akhirnya dapat mencicipi buah wani, ternyata rasanya memang beda dengan mangga, bacang, kemang, atau kuweni.

Ketika belum dikupas, wani memang mirip dengan mangga. Sejatinya, wani memang berkerabat dengan mangga, bahkan sangat dekat dengan kemang. Tapi setelah dikupas kulitnya, terlihat daging buahnya berwarna putih, berserat, dan rasanya manis agak asam. Rasanya beda dengan mangga, bacang, kemang, atau kuweni.

Wani termasuk buah klimakterik, yakni walaupun sudah dipetik proses pematangannya terus berlanjut. Kadang, wani yang belum matang diperam untuk mempercepat proses pematangan. Wani yang masih mengkal juga disukai, dimakan sebagai rujak bumbu Bali, atau dimakan langsung.

Wani kabarnya memiliki banyak varietas, hingga 22 jenis. Di antaranya yaitu wani madu, ngumpen dan tembaga. Kebanyakan orang lebih menyukai wani ngumpen, karena buahnya nyaris tidak memiliki biji. Buah ini asli dari Asia Tenggara dan tumbuh di Indonesia, Malaysia, Singapore, Brunei, Papua New Guinea, dan Filipina. Di Filipina dikenal dengan baluno, di Sabah dengan beluno, di Malaysia dengan belenu dan di daerah Sunda dengan binglu.

Di Bali, wani dikenal sebagai buah lokal. Biasanya pohon buah ini tumbuh di kebun. Tidak banyak yang membudidayakan secara khusus. Wani jenis tanpa biji, merupakan pengembangan lebih lanjut lewat kultur jaringan oleh seorang putra Bali.

Biasanya wani akan mulai berbunga pada bulan Juni sampai dengan Desember. Buahnya matang antara bulan September sampai Maret. Namun, sekarang ini cukup sulit mencari buah wani, walaupun sudah mencari di pasar tradisional. Namun jika beruntung menemukan buah ini pada musimnya, cobalah untuk mencicipi. Biasanya dapat ditemukan dijual beragam jenis buah wani.

Budidaya buah wani rasanya perlu dilakukan sebelum menjadi langka dan bernasib seperti beberapa jenis buah lokal Indonesia lainnya seperti buah lobi-lobi, manau, kesemek, lai, bisbul, kelubi, kemunting, kecapi, dan beberapa jenis buah lainnya. (555)