Lele Sangkuriang dari Jawa Barat untuk Nusantara

Minggu, 19 November 2017, 15:37 WIB

Lele Sangkuriang | Sumber Foto:H. Nasruddin

AGRONET - Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi, Jawa Barat mulai Tahun 2004 mengembangkan lele sangkuriang yang kini sudah banyak di budidaya di nusantara.  Praktisi lele sangkuriang, H. Nasruddin menyatakan, “Sudah 34 provinsi ikut pelatihan ditempat saya.”

Abah Nasruddin, begitu ia kerap disapa, dengan semangat memberikan pedoman pelaksanaan dan bimbingan teknis budidaya lele sangkuriang pada tiap tamu yang berkunjung.  “lele sangkuriang sekarang banyak peminat, karena sudah banyak penelitian yang menunjukkan omega 3 dalam lele sangkuriang setara ikan salmon,” ujarnya.

Desa Gadog, Kecamatan Mega Mendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat salah satu sentra lele sangkuriang yang dikembangkan Abah Nasruddin.  Lele sangkuriang merupakan hasil persilangan lele dumba generasi ke 2 dengan lele geneari ke 6.  Pemijahan dilakukan secara alami seperti ikan air tawar pada umumunya. 

Keunggulan dari persilangan tersebut, jumlah telur yang dihasilkan lebih banyak.  Setelah menetas, lele sangkuriang lebih tahan hama dibanding jenis lele lainnya.  Masa panen yang pendek membuatnya semakin diminati.  Dibutuhkan waktu 50 sampai 60 hari untuk pembesaran, dan 4 bulan untuk pembenihan.

Budidaya Lele sangkuriang tidak memerlukan modal yang terlalu besar.  H. Warsun Bendahara LVRI DKI Jakarta, memanfaatkan kolam-kolam dilingkungan kantor untuk membudidaya lele sangkuriang ini.  Meskipun dilakukan dalam skala kecil, peningkatan pendapatan secara berkelanjutan terus meningkat. 

“Alhamdulillah hasilnya bagus, cukup buat biaya hidup kami yang veteran ini,” kata H. Warsun.  Terlebih, sarana produksi banyak tersedia dan mudah diperoleh.  Warsun pun tidak perlu pusing untuk mecari pasar.  Tiap sore pedagang pecel lele sudah mengantri di halaman kantornya.

Keuntungan di tahun pertama dan kedua tidaklah terlalu vantastis.  Menginjak tahun ke 3 dan seterusnya barulah keuntungan dari beternak lele sangkuriang dapat dibilang memuaskan.  Hal ini lantaran modal pembuatan kolam sudah kembali.

Peternak lele sangkuriang kelas perorangan dalam tahap awal pengembangan membutuhkan 11 kolam.  Terdiri dari 1 kolam pemijahan, 9 kolam penetasn, 1 kolam pemeliharaan induk.  Tenaga kerja yang dibutuhkan antara 1 sampai 2 orang.  (269)

BERITA TERKAIT