Gulma Pakis sebagai Penutup Tanah Perkebunan

Selasa, 23 Januari 2018, 08:59 WIB

Gulma pakis cenderung dipertahankan keberadaannya di kebun kelapa sawit. | Sumber Foto:Humas IPB

AGRONET - Gulma pakis dengan nama ilmiah Nephrolepis Biserrata memiliki manfaat sebagai tanaman penutup tanah. Memiliki pertumbuhan yang tidak terlalu cepat, tumbuh berupa perdu, dan keberadaannya tidak banyak menimbulkan kerugian atau gangguan, sehingga tumbuhan ini cenderung dipertahankan keberadaannya di kebun kelapa sawit.

Tim peneliti yang terdiri dari Sudirman Yahya, Suwarto dari Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian (Faperta) Institut Pertanian Bogor (IPB); Kukuh Murtilaksono dari Departemen Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Faperta IPB; Mira Ariyanti dari Departemen Budidaya Pertanian, Faperta Universitas Padjadjaran; beserta Hasril H Siregar dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit, Medan, meneliti tentang peran gulma pakis sebagai tanaman penutup tanah pada perkebunan kelapa sawit.

“Gulma sebagai tumbuhan yang tidak dikehendaki tumbuh pada areal pertanaman kelapa sawit sebenarnya dapat dimanfaatkan sehingga keberadaannya tidak seluruhnya merugikan. Salah satu yang memiliki manfaat yaitu Nephrolepis Biserrata. Awalnya dipertahankan dan diperbanyak untuk menjaga kelembaban sekitar pokok kelapa sawit. Selanjutnya tanaman ini dijadikan sebagai vegetasi yang berperan dalam kegiatan konservasi tanah dan air di sekitar areal pertanaman kelapa sawit yaitu sebagai tanaman penutup tanah,” ujar Sudirman.

Berdasarkan faktor tersebut beberapa kebun swasta telah menggunakan Nephrolepis Biserrata sebagai tanaman penutup tanah. Selain itu, Nephrolepis Biserrata merupakan tanaman senang naungan sehingga memungkinkan ditanam pada areal tanaman kelapa sawit menghasilkan (TM). Penanaman tanaman penutup tanah dapat dikategorikan sebagai kegiatan yang mendukung ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil System) yaitu pemeliharaan tanaman dalam mendukung produktivitas tanaman.

“Jarak tanam 10 cm x 10 cm merupakan jarak tanam yang dianjurkan. Selain itu dihasilkan pula jumlah daun terbanyak dengan penanaman N. Biserrata pada jarak tanam 10 cm x 10 cm,” ujarnya.

“Selama proses dekomposisi, Nephrolepis Biserrata meningkatkan kandungan unsur hara tanah yaitu N, P, K dan C-organik berturut-turut sebesar 41 persen, 11 persen, 93 persen, 11.3 persen,” ungkapnya. (Humas IPB/111)