Herbal Dewa Mahkota Dewa

Senin, 02 Oktober 2017, 21:34 WIB

Tanaman mahkota dewa | Sumber Foto:Wikipedia

AGRONET – Syanne, perempuan berdarah Bugis dari Jayapura itu, hijrah sementara ke Jakarta. Ia harus menjalani pengobatan atas gejala kanker payudara yang dihadapinya. Tak ingin mengambil resiko, ia memutuskan untuk tinggal di Jakarta selama mungkin agar memudahkan pengobatannya. Namun di Jakarta ia malah mendapatkan saran yang tak diduganya.

”Kalau masih gejala kanker, mengapa tidak memakai pengobatan dengan mahkota dewa saja. Itu kan tanaman obat dari papua,” begitu saran yang ia terima. Segera ia mencari tahu, seperti apa tanaman obat mahkota dewa yang dianggal sebagai herbal dewa itu?

Bagi para pemerhati tanaman herbal, keunggulan mahkota dewa sudah sangat biasa. Sama sekali bukan hal baru. Tanaman perdu bernama latin ’Phaleria macroparnea’ memang tumbuh subur di tanah Papua. Mulai dari dataran rendah hingga di dataran yang cukup tinggi. Sekitar 25 tahun silam, mahkota dewa mulai diburu kalangan herbalis. Dijadikan ikon baru kebangkitan pengobatan herbal yang terpinggirkan oleh obat-obatan pabrik.

Harapan pada mahkota dewa memang cukup tinggi. Mengandung berbagai senyawa penting untuk pengobatan, jenis tanaman ini memang dianggap sebagai salah satu obat ’dewa’. Daging buahnya yang merah yang serupa jambu bol terlihat seperti enak untuk dimakan. Tetapi, jangan salah. Daging buah itu bukan untuk dimakan, melainkan diiris-iris kecil dan dikeringkan.

Irisan kecil buah mahkota dewa yang sudah kering itu dapat direbus. Airnya untuk diminum sebagaimana halnya air teh. Rebusan tersebut diyakini dapat menghambat pertumbuhan sel kanker. Berbagai senyawa penting yang ada tanaman ini membuat mahkota dewa jadi herbal dewa. Seperti senyawa alkaloid, saponin, flavonoid, hingga polifenol.

Bukan hanya menjadi herbal untuk menghambat kanker, mahkota dewa juga dipakai untuk berbagai keperluan kesehatan. Menguatkan imunitas baik dari serangan virus maupun bakteri; melancarkan metabolisme tubuh, hingga mengatasi masalah jantung koroner adalah sebagian dari manfaat herbal Papua ini. Bahkan glaukoma pada mata pun kabarnya dapat diredakan dengan herbal berbahan utama mahkota dewa.

Maka berbagai industri herbal pun berlomba untuk menggunakan mahkota dewa untuk pengembangan produknya. Berbagai produk dari mahkota dewa kini telah menyebar ke seluruh penjuru dunia berkat toko-toko online. Mulai dari untuk menekan tumor, hingga menurunkan kadar kolesterol.

Namun untuk mendapatkan manfaat mahkota dewa, tak harus membeli produk industri gerbal tersebut. Mahkota dewa sangat mudah ditanam. Baik di tanah pekarangan, maupun pada pot. Siapkan tanah gembur bercampur sedikit humus, masukkan biji kering mahkota dewa ke dalamnya, lalu siram dengan sedikit air. Beberapa waktu kemudian, tanaman muda mahkota dewa sudah akan bersemai.

Cukup dengan cara itu sudah akan punya tanaman mahkota dewa di rumah. Dapat untuk penghias dan penyegar pekarangan. Lebih dari itu adalah unjtuk menjaga kesehatan sepanjang usia. Karena itulah maka Syanne segera menyiapkan pot, menanam herbal dewa mahkota dewa yang berasal dari daerahnya sendiri, yakni Papua. (312)


BERITA TERKAIT

Komunitas