'Bugs Bunny' di Flona 2017

Sabtu, 19 Agustus 2017, 22:58 WIB

Kelinci Angora

AGRONET – Hewan yang satu ini sudah sejak lama menjadi kesayangan manusia. Tidak heran. Wajahnya yang imut membuat orang yang melihatnya mudah jatuh hati. Berdasarkan survei, kelinci termasuk satu dari sepuluh hewan yang disukai manusia, bersama dengan kucing, lumba-lumba, panda, anjing, pinguin, kuda, burung nuri, koala, dan bebek.

Kelinci juga sering dijadikan tokoh dalam film seperti Bugs Bunny, sebuah karakter film kartun Looney Tunes. Ia yang digambarkan sebagai kelinci yang mempunyai banyak akal dan tidak mudah menyerah, muncul perdana bersama tokoh Porky Pigs pada 30 April 1938. Ada juga White Rabbit (Alice in Wonderland), Roger Rabbit (Who Framed Roger Rabbit), Rabbit (Winnie The Pooh), Thumper (Bambi), dan tokoh kelinci lain.

Kelinci adalah hewan mamalia dan dapat ditemukan di banyak tempat di belahan bumi. Secara umum, kelinci terbagi menjadi dua jenis, kelinci liar dan kelinci peliharaan. Jika dilihat dari jenis bulunya, kelinci ini terdiri dari jenis berbulu pendek dan panjang. Sedangkan menurut rasnya, kelinci terbagi menjadi beberapa jenis, di antaranya Angora, Lyon, American Chinchilla, Dutch, English Spot, Himalayan, dan lain-lain.

Di Indonesia kebanyakan jenis kelinci yang kita jumpai adalah kelinci lokal, yakni jenis kelinci Jawa dan kelinci Sumatera. Kelinci Jawa warna bulunya cokelat perunggu kehitaman. Ekornya berwarna jingga dengan ujungnya yang hitam. Sedangkan Kelinci Sumatera merupakan satu-satunya ras kelinci yang asli Indonesia mempunyai warna bulu kelabu cokelat kekuningan. Asal kata 'kelinci' berasal dari bahasa Belanda, yaitu konijntje yang berarti ”anak kelinci”. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia mulai mengenal kelinci saat masa kolonial.

Dari sekian banyak jenis kelinci, seperti New Zealand White, Flemish Giant, Netherland Dwarf, English Spot, Himalayan, Havana, English Anggora, Jersey Wooly, Lop Holland, Tan, Drawft Hotot, Lion Head, dan masih banyak lagi, salah satu yang paling populer adalah kelinci Angora.

Kelinci Angora banyak digunakan sebagai hewan peliharaan dan kelinci ternak (untuk diambil bulunya). Sedangkan jenis kelinci lain digunakan sebagai hewan peliharaan dan hewan pedaging.

Kelinci Angora merupakan jenis kelinci yang memiliki bulu tebal, lebat, dan indah. Bulu kelinci Angora yang lembut dan halus banyak dimanfaatkan manusia sebagai bahan wool. Kelinci jenis ini berasal dari Turki.

Jika Anda ingin memelihara kelinci Angora, segera datang ke Flona 2017 di Lapangan Banteng. Karena pameran ini akan berakhir pada 21 Agustus. Di sana Anda dapat menjumpai Topan, salah satu peserta pameran yang menjual kelinci.

Ketika ditemui Agronet di Flona 2017, Topan mengungkapkan ada tiga jenis kelinci yang di jualnya; American Fuzzy Lop, Angora, dan Australia. Sudah 7 tahun ia berjualan kelinci. Selama di acara Flona 2017 saja, ia sudah menjual sekitar 200 ekor. Untuk jenis American Fuzzy Lop dijual dengan harga Rp 250 ribu per ekor. Sedangkan jenis Angora seharga Rp 125 ribu dan Australia Rp 80 ribu per ekor.

Kelinci Australia banyak diminati orang untuk dijadikan makanan, karena kelinci jenis ini memiliki daging yang berkualitas dan kadar lemak yang rendah. Menurut Topan, yang paling penting makanan untuk kelinci Australia harus diperhatikan. Karena untuk di ambil dagingnya maka jangan disediakan rumput dengan jumlah terbatas. Jika diberi makan berupa pellet, minimal 50 gram per hari. Untuk kelinci hamil sebanyak 20 gram dan kelinci menyusui sebanyak 150 gram.

Jenis kelinci American Fuzzpellet y Lop, sudah di budidayakan di Indonesia. Ciri kelinci ini adalah ukuran tubuhnya lebih kecil dari kelinci bligon atau kampong, telinga ngelop atau turun, bulu panjang tetapi tidak tebal seperti kelinci Angora.

Jenis kelinci American Fuzzpellet y Lop sangat manja. Sangat cocok untuk diajak bermain di rumah. Tapi, jangan sampai salah memberi makan kelinci ini. Jika diberi pellet sembarangan, karena akan membuat bulunya rontok. Untuk itu, kelinci American Fuzzpellet y Lop harus diberi pellet khusus dan juga sering disisir.

Untuk American Fuzzpellet y Lop jantan harus diperhatikan juga pada bagian testis. Bulu sering menempel di sana dan kotor, jadi harus sering di bersihkan. Kelinci ini juga rawan sore hocks atau penipisan bulu pada kaki. Untuk kelinci yang sudah berumur alas kaki harus dibuat senyaman mungkin. (Indri Novitasari)

Komunitas