’Petenteng’ Ayam Serama

Jumat, 23 Juni 2017, 11:22 WIB

Ayam Serama

AGRONET -- Jenis ayam yang satu ini senang bergaya ’petentang-petenteng’, walaupun tubuhnya kecil. Bahkan lebih kecil dari ayam kate. Kita mengenal ayam yang diklaim sebagai jenis ayam terkebil di dunia ini dengan nama ayam Serama. Cukup menggunakan satu tangan untuk menggenggam tubuhnya.

Umumnya berat ayam Serama antara 350 gram hingga 500 gram. Tingginya pun hanya sekitar 15 cm. Semakin kecil tubuhnya, semakin mahal harganya.

Kualitas ayam Serama ditentukan berat tubuhnya dan bentuk leher yang membuat kepalanya tertarik ke arah belakang. Bentuk sayap juga harus tegak lurus ke bawah dan ekornya tegak ke atas. Bentuknya yang unik ini membuat banyak orang tertarik memeliharanya.

Kehadiran ayam Serama ini dihasilkan oleh Wee Yean Een, seorang pegiat ayam dari Kampung Cina, Kota Baru, Kelantan, Malaysia, pada tahun 1971. Ia mencoba menyilangkan ayam Kate dengan ayam bantam. Dua tahun kemudian, Yean Een menyilangkan kembali turunan hasil persilangan pertama dengan ayam sutera. Hasilnya, ayam sutera bertubuh kecil.

Kerja Yean Een belum berhenti. Pada tahun 1988 ia menyilangkan kembali ayam sutera bertubuh kecil ini dengan ayam kate asal Jepang yang memiliki warna bulu yang indah dan ekor tegak. Hasil persilangan ketiga inilah yang oleh Yean Een diberi nama Serama. Nama ini terinspirasi dari nama tokoh pewayangan Sri Rama, namun karena lidah Yean Een tidak fasih melafalkan Sri Rama, akhirnya orang lebih mengenal dengan nama Serama.

Ayam Serama mulai dikenal tahun 1990, lewat sebuah kontes di Perlis, Malaysia. Selain di Malaysia, konstes ayam Serama juga banyak diadakan di Thailand. Di Indonesia, kontes ayam Serama baru digelar pada tahun 2004.
Bagi para pemula yang ingin memelihara ayam Serama, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, selain usia, dan asal-usulnya. Keindahan ayam Serama ditandai dengan beberapa hal :

1. Gerakannya harus lincah
2. Warna jengger dan pial harus merah dan tidak boleh cacat
3. Mata jernih dan bersinar
4. Bulu mengilap dan berminyak
5. Kaki harus bersih dan tidak cacat

Harga seekor ayam Serama sangat bervariasi, bergantung pada kualitasnya. Di tempat asalnya, Malaysia, seekor Serama Super kualitas kontes usia 9 bulan dapat mencapai Rp. 25 juta. Di Indonesia kita dapat memiliki ayam Serama usia 3 bulan dengan harga Rp 500 ribu sampai Rp 2 juta untuk kualitas standar. Tapi untuk ayam Serama kualitas kontes usia 3 bulan, harganya dapat mencapai Rp 5 juta. Jika telah dewasa, harganya dapat mencapai Rp 10 juta.

Walaupun bertubuhnya kecil, ternyata harga ayam Serama dapat menguras isi dompet kita. Masih tertarik untuk membelinya ? (555)

 

 

Komunitas