Rumput Odot yang Tahan Banting

Senin, 27 November 2017, 20:59 WIB

Pennisetum purpurium cv. Mott (Rumput Gajah Mini)

AGRONET - Rumput gajah odot atau rumput mott elephant adalah rumput tahan banting menghadapi segala kondisi.  Pada musim panas saat sapi atau domba membutuhkan hijauan berkualitas, rumput ini menjadi incaran para peternak.   Rumput gajah odot mampu bertahan hidup di kondisi sulit air sekalipun.  Pakar tanaman makanan ternak, Dinas Peternakan Provinsi Jawa Tengah menyebutkan, “Dinas Peternakan Jawa Tengah membantu peternak menanam rumput gajah odot di Rembang.  Meskipun di musim kemarau perkembangan rumput odot tetap cepat.”

Penanaman rumput gajah odot pada lahan berpotensi rendah, hasilnya pun cukup memuaskan.  Di tepian pantai daerah Cilacap, Jawa Tengah, rumput ini berdampingan dengan tanaman cabai, rumput ini mampu berproduksi optomal.  Terlebih bila di tanam dalam lahan yang berkualitas baik. Produktifitas rumput gajah odot per hektare berkisar 120 hingga 250 ton per tahun. 

Tingginya produktifitas ini karena si rumput ‘tahan banting’ ini juga memeiliki banyak anakan.  Awal panen jumlah anakan per rumpun kisaran 26 tunas, selanjunya dapat mencapai lebih dari 200 tunas.  Sama halnya dengan jenis rumput lain, saat panen rumput gajah odot di umur 35 sampai 45 hari pada musim penghujan.  “Kalau musim kering, panen kira-kira 40 sampai 50 hari,” kata pembudi daya rumput gajah odot di Rembang, Jawa Tengah. 

Membudidaykana tanaman ini pun mudah.  Diawalai dengan memberi pupuk dasar pada lahan yang akan ditanamai rumput gajah odot.  Pemupukan dapat dilakukan dengan pemanfaatan pupuk kandang.  Per-hektar lahan hanya membutuhkan 3 ton.  Selanjutnya penanaman rumput gajah odot salah satunya dengan stek bibit.  Bibit sepajang 15 sampai 25 cm, sepertiga bagian dalam tanah. 

Jika tinggi sudah mencapai 50 sampai 100 cm, rumput gajah odot ini dapat dipanen.  Daun yang lembut, ruas batang yang cenderung empuk, menjadikan rumput ini banyak digemari peternak sapi dan domba.  Adalah Bapak Odot yang mempopulerkan salah satu rumput yang dikembangkan di Florida, Amerika Serikat untuk di budidaya di Indonesia.  Dari sana lah masyarakat mengenal rumput ini dengan sebutan rumput gajah odot.

Kelebihan lain dari rumput gajah odot, memiliki tinggi yang sesuai dengan tinggi rata-rata oorang Indonesia.  Hal ini memudahkan para pembudidaya untuk memanen.  Lembutnya daun dan empuknya batang, menjadikan peternak lebih efisiesn.  Tidak perlu menggunakan mesin pencacah untuk memotong-motong rumput ini.  Terlebih, rumput gajah odot ini memeliki kandungan nutrisi yang tinggi.  Protein kasar yang terkandung di dalamnya sebesar 14 %, sangat pas untuk diberikan sebagai makanan ternak (pakan) sapi dan domba.

Banyaknya nilai positif dari budi daya rumput gajah odot, menjadikan rumput ini sebuah peluang usaha baru.  Ign Haryanta Nugraha, Kepala Bidang Produksi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah menyebutkan, “Saat ini di Pasar Rumput Kebumen rumput gajah odot sudah mulai diperjualbelikan.”  Sebelumnya hanya rumput gajah, rumput raja, dan jerami yang di jual di sana. (269)

BERITA TERKAIT