Seminar Nasional Sebagai Wadah Informasi Mendukung Ketahanan Pangan

Minggu, 19 November 2017, 13:36 WIB

Prof.Dr.Ismoyowati, Dekan Fakultas Peternakan Unsoed, Menyampaikan Makalah Seminar | Sumber Foto:Alief Einstein

AGRONET – Mendukung Ketahanan Pangan Nasional Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) mengadakan Seminar Nasional Teknologi dan Agribisnis Peternakan Seri V (STAP V) (18/11).  STAP V merupakan ajang pertukaran informasi terkait topik-topik penelitian antar peserta seminar maupun khalayak ramai.  Ketua panitia Seminar Nasional STAP V, Ir. Juni Sumarmono, M.Sc., Ph.D., menyatakan, “Kegiatan ini sebagai salah satu media interaksi dan penyebarluasan informasi inovasi dan teknologi mutahkir dari kalangan akademisi, praktisi, pemerintah dan semua stakeholder peternakan.”

Bekerjasama dengan Jurnal Ilmiah terakreditasi, Animal Production, STAP V mengambil Sub tema ‘Teknologi dan Agribisnis Peternakan untuk Mendukung Ketahanan Pangan’.  Dimana tujuan Seminar Nasional ini untuk mensinergikan potensi, permasalahan dan kebutuhan di bidang peternakan.  Dengan bersinergi akan muncul solusi dalam pengembangan peternakan yang berkelanjutan.

Merangkum perkembangan teknologi yang bermula dari teknologi kelokalan, kearifan lokal hingga teknologi terkini  akan lebih mudah dengan bersinergi.  Ujung dari semua itu akan terbentuk sebuah blue print pengembangan teknologi peternakan di Indonesia dan dunia.

Dr.Arief Sabdo Yuwono, SEAMEO BIOTROP, dalam sesi utama menyampaikan materi ‘Membangun Industri Peternakan yang Ramah Lingkungan’.  Narasumber dari Kasetsart University, Thailand, Prof.Dr.Neramit Sookmanee berkesempatan memberikan materi berjudul ‘The Importance of Animal Breeding and Genetic Resources to Improve Animal Productivities in The South East Asian Region. Serta Dekan Fakultas Peternakan Unsoed, Prof.Dr.Ismoyowati menyampaikan materi berjudul ‘Keragaman Genetik dan Konservasi Unggas Lokal’.

Materi ‘Pengembangan Agrowisata Peternakan’ disampaikan Prof. Budi Guntoro SP.t, MSc, Ph.D dari Universitas Gadjahmada sebagai narasumber undangan.  Dari Universitas Diponegoro, Prof.Ir Edy Kurnianto Ph.D menyampaikan paparan ‘Sumberdaya genetik ternak lokal’. 

Dr.Ir Aris Winaya MP dari Universitas Muhamadiyah Malang mendalami materi genetik sapi lokal.  Dr. Aris menyampaikan materi ‘Teknologi Analisi DNA dalam Penguatan Strategi Konservasi Genetik Sapi Lokal Indonesia’.  Konsensen dalam penanganan unggas, mengantarkan Dr.Ir Ely Tugiyanti, M.P., Fakultas Peternakan Unsoed menjabarkan ‘Pemanfaatan Ampas Teh sebagai Feed Aditif Pakan Unggas dan Anti Bakteri terhadap Escherchia coli”.

Berbeda dari Seminar Nasional pada umumnya.  Dalam STAP V Panitia mengelompok peserta diskusi secara acak, tidak sesuai dengan bidang ilmu.  Pengelompokan seperti ini menjadi peserta bertukar keilmuan, pemikiran, dan wacana yang lebih luas.  Seusai seminar, artikel yang dibuat oleh peserta akan melalui proses review.  Tulisan yang memenuhi persyaratan akan diterbitkan pada jurnal ilmiah terakreditasi Animal Production.  Sedangkan artikel lainnya akan diterbitkan dalam bentuk prosiding ber-ISBN (International Standard Book Number).

Seminar Nasional bertempat di Ruang Kresna, Hotel Aston Imperium, Purwokerto dihadiri oleh peserta dari berbagai penjuru di tanah air.  Nampak berbagai intanansi Pemerintahan turut serta dalam kegiatan ini, seperti : Balai penelitian ternak Ciawi, Bogor, BPTP Kepulauan Bangka Belitung Pangkalpinang, Dinas Pertanian dan Pangan Kab Kulonprogo yogyakarta, Pusat Penelitian Biologi-LIPI Bogor. 

UniversitasBengkulu, Universitas Islam Kalimantan, Universitas Syah Kuala, Universitas Samawa Sumbawa Besar, Universitas Sulawesi Barat, Universitas Jambi, Universitas Lampung, Universitas Tanjungpura, Universitas Perjuangan, Universitas Satya Wiyata Mandal Nabire Papua, Universitas Hasanuddin Makassar, Universitas Musamus, Universitas Andalas, adalah sederet akademisi yang berasal dari luar Pulau Jawa.

Tak ketinggalan, delegasi dari Universitas Padjajaran, Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada, Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang, dan Universitas Muhammadiyah Purworejo.  Sebagai tuan rumah, Universitas Jenderal Soedirman turut berpartisipasi dalam upaya mendukung ketahanan pangan. (Alief Einstein-Koordinator Sistem Informasi Unsoed/269)