Petani Aceh Utara Diminta Tidak Tergantung Pupuk Kimia

Senin, 19 Pebruari 2018, 16:48 WIB

Kepala Bidang Sarana Dan Prasarana, Salahuddin, berharap petani tidak tergantung pada pupuk kimia.

AGRONET- Tahun ini, pasokan pupuk bersubsidi di Kabupaten Aceh Utara mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Jajaran dinas pertanian kabupaten setempat berharap para petani tidak bergantung terhadap penggunaan pupuk kimia, salah satunya jenis urea.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Aceh Utara, melalui Kepala Bidang Sarana Dan Prasarana, Salahuddin, Senin (19/02),  tidak memungkiri mayoritas para petani di Aceh Utara mengidamkan pupuk urea bersubsidi, dikarenakan harganya lebih murah. “Di balik ketersediaan pupuk bersubsidi ini, pemerintah tidak sepenuhnya memberikan kepada petani sesuai dengan kebutuhan luas lahannya, sehingga sangat penting bagi para petani untuk membiasakan mengunakan pupuk organik atau pupuk nabati. Dikhawatir jika petani terlalu bergantung kepada pupuk bersubsidi, maka setiap tahun tidak menutup kemungkinan akan selalu terjadi kelangkaan pupuk,” jelasnya.

Luas lahan di Kabupaten Aceh Utara saat ini mencapai 46.000 hektare, dengan estimasi kebutuhan pupuk khususnya urea diperlukan sekitar 13.000 ton. Sementara, jatah pupuk bersubsidi yang diterima selama tahun 2018 mencapai sekitar 9.000 ton lebih. Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya hanya sekitar 8.000 ton/tahun. (KBRN/111)

BERITA TERKAIT

Agro Pilihan