Wisatawan Makan Durian Gratis di Festival Makan Durian Buleleng

Senin, 05 Maret 2018, 17:26 WIB

Made Suyasa, mantan perkebel Desa Tajun salut terhadap terobosan yang dilakukan Made Arnaya dalam membuat FMD. | Sumber Foto:KBRN

AGRONET – Ratusan peserta memadati Rama Sintha Farm, Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan untuk mengikuti Festival Makan Durian (FMD), Minggu (4/3). Kegiatan yang baru pertama kali ini mengundang peserta dari berbagai daerah termasuk luar Bali. Salah satu peserta, Komang Rusmayanti mengaku sengaja datang dari Denpasar bersama keluarga untuk mengetahui seperti apa pesta makan buah durian yang diselenggarakan kali ini.

Rusmayanti mengatakan, kegiatan ini memang luar biasa di mana peserta diberikan kebebasan menikmati durian asli Tajun sepuasnya. Ia berharap ke depan acara dikemas lebih profesional dan tertib. “Mungkin susunan acaranya lebih tertata aja, mulai acaranya serentak jangan ada yang duluan makan, jadi bareng-bareng makannya gitu,” jelasnya.

Made Suyasa, mantan perkebel Desa Tajun salut terhadap terobosan yang dilakukan Made Arnaya selaku penggagas kegiatan tersebut serta panitia yang sudah bekerja dengan baik. Selama ini Desa Tajun terkenal hanya sebagai penghasil cengkeh, dengan acara Festival Makan Durian diharapkan nantinya dapat menarik lebih banyak wisatawan untuk datang ke Desa Tajun. “Sebagai teladan bagi petani-petani untuk kembali instropeksi, bahwa Desa Tajun ini bukan hanya cengkeh,” ucap Made.

Festival Makan Durian merupakan atraksi yang sangat unik dan mendapat apresiasi dari Dinas Pariwisata Buleleng. Sekretarisnya Dinas Pariwisata, Ketut Arjana mengatakan kegiatan ini menjadi destinasi agrowisata yang dapat dikembangkan di Desa Tajun. Menurut Arjana, acara yang terprogram akan dapat menarik wisatawan untuk datang ke Buleleng, karena Buleleng memiliki banyak pilihan untuk dinikmati di samping panoramanya yang berbeda dengan Bali Selatan juga menawarkan agrowisata dan beragam hasil pertanian untuk dapat dinikmati.

“Tentu akan kita dukung dan sekali lagi kita dorong supaya gerakan makan buah ini menjadi suatu kegiatan yang lebih spektakuler di tengah-tengah masyarakat kita. Ini sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat, karena sebagian besar masyarakat kita adalah petani,” ungkapnya. Di samping bisa menikmati durian lokal Desa Tajun sepuasnya, peserta juga diedukasi tentang beberapa tanaman varietas yang dikembangkan di Rama Sintha Farm.

Pemilik perkebunan, Made Arnaya mengatakan, ke depan pihaknya akan mengemas kembali kegiatan Festival Makan Durian dengan tampilan lebih baik lagi sehingga menjadi agenda tetap yang dapat dinikmati pecinta buah lokal. (KBRN /111)

Agro Pilihan