FAO Lihat Indonesia Berpeluang Besar Ekspor Produk Pertanian

Jumat, 09 Maret 2018, 16:58 WIB

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menerima kunjungan Asisten Dirjen FAO/Kepala FAO Regional Bangkok (ADG FAO Bangkok), Ms. Kundhavi Kadiresan.


AGRONET - Di sela-sela acara the Fourth Jakarta Food Security Summit (JFSS-4) di Jakarta Convention Center Senayan, pada 8 Maret 2018, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman melakukan pertemuan bilateral dengan Asisten Dirjen FAO/Kepala FAO Regional Bangkok (ADG FAO Bangkok), Ms. Kundhavi Kadiresan. Dalam pertemuan, Amran didampingi oleh Dr. Mat Syukur (Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Perdagangan dan Hubungan Internasional) dan Ir. Baran Wirawan, MSc. (Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Tata Hubungan Kerja Lingkup Kementan). Sementara, Ms. Kundhavi Kadiresan didampingi oleh Kepala Perwakilan FAO di Jakarta, Mr. Mark Smulders.

Amran menyampaikan capaian pembangunan pertanian melalui program UPSUS. Program ini mencakup semua aspek yang berkontribusi untuk menciptakan sebuah kondisi pertanian yang sehat. Aspek tersebut meliputi perubahan mendasar atas kebijakan-kebijakan yang menghambat pelaksanaan program, perbaikan infrastruktur, penguatan peran-peran industri hilir, introduksi asuransi pertanian, dan memperpendek rantai pasok komoditas pertanian.

Dalam pertemuan, ADG FAO Bangkok menyampaikan apresiasi atas capaian Pemerintah RI di sektor pertanian, terutama pelaksanaan program asuransi pertanian dan sistem informasi pemantauan pertanian. Menurutnya, asuransi pertanian (khususnya crop insurance) Indonesia dapat diterapkan dengan baik, di negara lain tidak mudah menerapkan program asuransi.

Kundhavi menyarankan adanya kenaikan produksi dan Indonesia berpeluang untuk melakukan ekspor produk pertaniannya. Untuk memasarkan produk pertanian ke luar negeri, produk tersebut harus berdaya saing, efisien, dan spesifik, misalnya produk pertanian organik. Kundhavi berharap Indonesia dapat menjadi promotor sistem pertanian Low External Input Sustainable Agriculture (LEISA) dan Organik. (Biro Humas dan Informasi Publik Kementan/111)