Meski Harga Tinggi, Bulog Pastikan Stok Beras Aman

Selasa, 20 Maret 2018, 16:13 WIB

Stok beras di gudang Bulog. | Sumber Foto:KBRN

AGRONET - Kepala Badan Urusan Logistik (BULOG) Banyuwangi, David Susanto, menyatakan kondisi  logistik menjelang bulan Ramadhan. Di Banyuwangi, stok beras dianggap mencukupi, dengan dominasi beras impor, terdiri dari 15.000 ton dalam negeri dan 25.000 ton impor, dan beras medium harganya Rp 9.500/kg di mana menurutnya harga tersebut stabil tinggi. Untuk itu, dibutuhkan Gerakan Stabilisasi Pangan (GSP) untuk membantu penurunan harga beras.

"Kita kan ada operasi pasar sampai saat ini masih berlangsung hingga akhir maret, dan mulai hari Senin kemarin seluruh Bulog mengadakan GSP atau Gerakan Stabilitasi Pangan, itu seluruh Indonesia," kata David, Selasa (20/3).

Terkait pernyataan Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, di mana Bulog selama ini masih menahan stok beras impor, David meluruskan bahwa hal tersebut dilakukan karena beras di dalam negeri masih ada dan jika nanti stok beras dalam negeri habis, Bulog akan mengeluarkan beras impor. David menambahkan, untuk beberapa bulan ke depan menjelang puasa dan lebaran tidak perlu khawatir akan kelangkaan karena stok dipastikan cukup.

"Kalo kita liat enam bulan ke depan cukup, terlebih di beberapa tempat lagi panen, jadi kalau menjelang lebaran tidak perlu kuatir, gula juga cukup, tepung juga cukup. Mungkin panen sampai bulan Mei," jelasnya. Sebelumnya, Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution  menyatakan pemerintah dalam satu atau dua minggu ini akan mengambil langkah untuk mengatasi harga beras yang masih tinggi. Bahkan, jika diperlukan akan menggelontorkan beras impor untuk keperluan operasi pasar. (KBRN/111)