Modernisasi Pertanian Dimulai dari Minahasa Selatan

Minggu, 08 April 2018, 20:17 WIB

Bupati Minahasa Selatan, Christiany Eugena Paruntu ikut mencoba alsintan

AGRONET - Gerakan modernisasi Pertanian telah dicanangkan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dari Minahasa Selatan, Jumat (6/4/2018). Menurut Mentan Modernisasi pertanian adalah jawaban atas tuntutan dan dorongan untuk menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia tahun 2045. Tanpa terobosan-terobosan dalam tata cara bertani, sektor pertanian berpotensi ditinggalkan oleh generasi muda. Modernisasi pertanian mutlak dilakukan untuk menjadikan Indonesia negara super power dunia berbasis pertanian.

Mentan menyebutkan bahwa hingga kini pihaknya telah menggelontorkan ribuan alsintan ke seluruh pelosok tanah air dan menjadi rekor terbanyak sepanjang sejarah pertanian Indonesia. Kementan telah gelontorkan puluhan ribu Alsintan berbagai jenis.

“Ribuan embung telah kita bangun. Bendungan dan saluran air terus dibangun dan dinormalisasi", ungkap Amran.
Lebih lanjut dikatakan Amran, swasembada padi, jagung, bawang merah dan cabai yang telah dicapai tak lepas dari faktor mekanisasi pertanian yang pihaknya terus gencarkan. Saat ini Kementan juga sedang giat memacu produksi bawang putih untuk mengejar target swasembada penuh tahun 2021. “Kita ingin wujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia,” ujarnya.

Bupati Minahasa Selatan, Christiany Eugena mengatakan daerahnya berhasil menaikan produksi jagung yang sangat signifikan. Dari hanya 18 ribu ton menjadi 81ribu ton lebih setelah mendapatkan bantuan alsintan dari Kementerian Pertanian. Selama ini Minahasa Selatan dikenal sebagai dapurnya Indonesia timur yang mensuplai berbagai komoditas sayuran seperti kentang, kubis, wortel, cabai, bawang, dan sayuran lainnya. “Kami berkomitmen mendukung peningkatan ekspor jagung Minahasa Selatan melalui jalur Davao Filipina,” tuturnya.

Pada acara tersebut, Bupati Minahasa Selatan  mampu menyita perhatian ribuan petani yang hadir. Pasalnya bupati yang dikenal sebagai bupati tercantik di Indonesia tersebut tampak lihai mengoperasikan sendiri berbagai alat mesin pertanian seperti traktor, transplanter rota tanam dan combine harvester.

Rangkaian kegiatan di Minahasa Selatan diawali dengan tanam cabai organik di greenhouse, panen padi ladang menggunakan combine harvester, inseminasi sapi dan penanaman jagung dengan mesin transplanter. (Biro Humas dan Informasi Publik Kementan/222)