KLHK Lestarikan Arwana Super Red di Habitatnya

Kamis, 19 April 2018, 11:22 WIB

Nota Kesepahaman Dirjen KSDAE Kementerian LHK dengan Ketua APPS ( Asosiasi Penangkar dan Pedagang Siluk) Kalimantan Barat | Sumber Foto:LKHK

AGRONET – Saat ini populasi Ikan Arwana semakin menyusut. Sebagai upaya pelestarian, maka dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara Dirjen KSDAE Kementerian LHK dengan Ketua APPS ( Asosiasi Penangkar dan Pedagang Siluk) Kalimantan Barat tentang pengawetan jenis ikan Arwana Super Red (Scleropages formosus) di habitat alaminya pada kawasan Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS), selasa (17/4).

Wiratno, Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), menegaskan bahwa mengembalikan kembali jumlah ikan Arwana merupakan kewajiban bagi para penangkar Arwana di bawah binaan BKSDA Kalimantan Barat. “restocking spesies yang dilindungi itu harus, salah satunya di habitat alaminya” jelasnya.

Siluk atau Arwana Super Red memiliki ciri fisik berupa sisik yang berwarna merah. Menurut para ahli warna merah ini disebabkan oleh kandungan mineral dalam air gambut Danau Sentarum. Kandungan air dan sumber makanan di hutan gambut mendorong evoluasi pada ikan tersebut dimana sisiknya berwarna merah.

Peraturan Pemerintah No.7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar menggolongkannya sebagai hewan yang dilindungi. CITES (Lembaga Internasional mengatur perdagangan tumbuhan dan satwa liar) mengkategorikan Ikan Arwana Super Red ddalam Appendix I CITES. Kategori ini mengharuskan perdagangan dan pemanfataanya dilakukan melalui upaya penangkaran pada keturunan kedua (F2) dan berikutnya.

APPS merupakan induk para penangkar dan pedagang ikan Arwana khususnya di Kalimantan Barat. Pengawetan jenis Ikan Arwana Super Red ini merupakan inisiatif APPS dengan bimbingan BKSDA Kalbar sebagai instansi yang berwenang dalam mengatur perdagangan satwa liar di Indonesia. Peran APPS dalam upaya pengwaetan jenis ikan diimplentasikan dalam bentuk pendampingan tenaga ahli untuk alih pengetahuan, keterampilan dan teknologi serta penyediaan indukan Ikan Arwana Super Red ssecara selektif sesuai peraturan perundangan. Hal ini juga mendukung pengembangan sanctuary dan pelespaliaran di dalam kawasan TN Danau Sentarum. (KLHK/222)