KLHK Gelar Jambore Masyarakat Gambut

Senin, 30 April 2018, 08:44 WIB

Pembukaan Jambore Masyarakat Gambut di Kiram Park, Sabtu (28/4) | Sumber Foto:Biro Humas KLHK

AGRONET-Jambore Masyarakat Gambut kembali digelar di Kiram Park, Desa Kiram, Banjar, Kalimantan Selatan dari 28-30 April 2018. Kegiatan ini melibatkan sekitar 2.000 peserta dari 7 provinsi target restorasi gambut oleh Badan Restorasi Gambut (BRG) yaitu: Riau Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Papua.

Jambore Masyarakat Gambut adalah forum untuk mewadahi pertukaran pengetahuan, peningkatan kapasitas, penguatan jejaring dan penguatan komitmen masyarakat gambut untuk melindungi dan mengelola ekosistem gambut. Jambore ini juga menyampaikan pesan bahwa tata kelola gambut yang baik dapat berjalan efektif ketika masyarakat mendapat ruang partisipasi yang tepat.

Bambang Hendroyono, Sekretaris Jenderal KLHK, yang hadir mewakili Menteri LHK untuk membuka acara Jambore mengapresiasi acara ini. Bambang menjelaskan ada tiga upaya pemerintah pusat terhadap restorasi gambut. Pertama, pemerintah dalam hal ini Kementerian LHK memberikan akses kelola kawasan hutan melalui legalitas perizinan untuk kawasan hutan Indonesia. Kedua, memberikan hak dan mengusahakan agar berhasil akses legal yang diberikan melalui proses pendampingan sosialisasi kewirausahaan. Ketiga pemerintah memberikan pendidikan vokasi kepada masyarakat agar apa yang diusahakan hak kelolanya dapat didukung keterampilan guna meningkatkan kapasitas dan kapabilitas.

Provinsi Kalimantan Selatan mempunyai sejarah penting dalam pengelolaan gambut di Indonesia. Kebudayaan pertanian dan perikanan di ekosistem gambut banyak dikembang-sebarkan Suku Banjar ke berbagai tempat hingga ke pantai timur Sumatera.

“Budaya masyarakat Kalimantan Selatan untuk mengelola gambut sudah berkembang sejak dahulu sehingga penting dilestarikan dan ditularkan," ujar Sahbirin Noor, Gubernur Kalimantan Selatan saat membuka acara, di Kiram Park (28/4). (Biro Humas KLHK/222)