Formula Ekstrak VCO Bebas Asam Lemak

Senin, 30 April 2018, 12:23 WIB

Ani Septyopratiwi, Dosen UGM | Sumber Foto:Humas UGM

AGRONET-Virgin coconut oil (VCO) mulai booming tahun 2006. Hingga sekarang VCO terkenal sebagai suplemen kesehatan yang efektif digunakan selain obat herbal. Health diaries mengungkapkan bahwa VCO memiliki 10 manfaat untuk kesehatan, yaitu: mendukung sistem kekebalan tubuh, mengurangi resiko kolesterol dan serangan jantung, menurunkan berat badan, melawan kuman, membantu kelenjar tiroid, menyembuhkan luka, menyehatkan rambut, Mencegah stretch mark, menyegarkan dan melembabkan kulit, dan membantu sistem pencernaan.

Paham bahwa manfaat VCO cukup banyak bagi kesehatan, Ani Septyopratiwi, Dosen UGM, meneliti kandungan VCO dan pengolahannya. Hingga Ani berhasil membuat ekstra VCO atau minyak kelapa murni yang kaya protein, tanpa kandungan asam lemak bebas (free faty acid), dan tidak tengik. Ekstra VCO tersebut didapat dengan menggunakan metode spontan tanpa melalui pemanasan maupun penambahan bahan tambahan.

"Dengan metode spontan ini maka menghasilkan ekstra VCO yang kaya protein, encer, jernih, dan baunya harum atau tidak tengik,"jelas Ani Setyopratiwi, Jumat (27/4).
“Pengolahan VCO dengan metode spontan,” lanjutnya, “juga menjaga kandungan vitamin E dalam kelapa tetap utuh saat diproses menjadi ekstra VCO. Selain itu, dengan kadar asam lemak bebas nol dalam VCO dapat mencuci pembuluh darah yang terkena lemak. Ibarat deterjen, ekstra VCO akan mencuci lemak yang menempel di pembuluh darah dan mengeluarkannya lewat sistem sekresi.”

Keberhasilan dalam membuat ekstra VCO ini tidak lepas dari penelitian yang dilakukan sejak 28 tahun lalu. Ani menceritakan saat dia diterima menjadi dosen pada tahun 1989 di FMIPA UGM, kala itu tengah marak penelitian pembuatan minyak kelapa tanpa pemanasan sehingga dia pun terjun dalam riset tersebut dan menekuninya hingga kini.

“Ada banyak metode pembuatan minyak kelapa tanpa pemanasan yang dilakukan di UGM. Berbagai metode ini menghasilkan VCO yang tidak sama pula,” jelasnya.

Ani menyampaikan kunci keberhasilan dalam pembuatan VCO ditentukan oleh dua hal. Pertama, bahan baku (kelapa) harus cukup tua, kering, tetapi masih dalam kondisi segar atau kering di pohon. Kedua, terletak pada metode pemisahan minyak dari santan.

Pembuatan ekstra VCO dengan metode spontan cukup sederhana. Awalnya, kelapa diparut lalu dibuat santan. Berikutnya, santan yang diperoleh didiamkan selama 4-5 jam hingga minyak kelapa pecah.
“Dari 1 butir kelapa Jawa bisa didapatkan ekstra VCO maksimal 125 ml, sementara dengan kelapa Sulawesi bisa sampai 200 ml,” ujar Ketua HIPPI (Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia) ini.

Ketekunan Ani dalam meneliti minyak kelapa tidak hanya menghasilkan ekstrak VCO yang berkualitas. Saat ini, dia juga mengembangkan produk olahan minyak kelapa dengan brand Heltico. Setidaknya ada 25 jenis produk kosmetik dan kesehatan yang dihasilkan, seperti minyak telon, baby lotion, penyubur rambut, krim pagi-malam, vitamin bibir dan lainnya yang sebentar lagi akan menembus pasar internasional. (Humas UGM/222)