Dirut Bulog: Negara tak Boleh Kalah Sama Mafia Beras

Senin, 07 Mei 2018, 13:15 WIB

Dirut Perum Bulog, Budi Waseso. | Sumber Foto:Istimewa

AGRONET-Badan Urusan Logistik (Bulog) bertekad untuk memberangus mafia beras. Menurut Dirut Perum Bulog, Budi Waseso (Buwas), sindikat beras itulah yang kerap menghalangi upaya pencapaian swasembada pangan.

Saat ini Bulog sedang memetakan sindikat-sindikat beras beserta jaringannya. “Masak sih negara kalah sama mafia beras, tidak boleh itu,” kata Buwas kemarin (6/5) di Kebon Agung, Bantul, Yogyakarta.

Ia menilai, keberadaan mafia atau sindikat perberasan di Indonesia merupakan masalah yang serius. Melalui pemberantasan mafia atau sindikat itu, dia berharap keberadaan beras betul-betul bisa dikendalikan.

Hal itu tak hanya mencakup ketersediaan beras saja akan tetapi juga kestabilan harga yang wajar. Bulog akan berkoordinasi dengan satgas pangan, baik dari Kementerian Pertanian maupun Kementerian Perdagangan, yang selama ini sudah berjalan.

Dia menambahkan pengendalian beras oleh negara akan memberikan keuntungan pada semua pihak. Petani dan penjual pun, tutur Buwas, akan sama-sama diuntungkan. Demikian juga dengan pembeli. Adanya kestabilan harga, sambungnya, akan membuat pembeli tidak lagi dirugikan.

Tiga hal yang menjadi perhatian Bulog dalam masalah ini, yakni harga, ketersediaan, dan kualitas beras. Buwas menjelaskan, bahwa Indonesia tetap bisa melakukan swasembada dengan peningkatan kualitas pertanian, khususnya beras. Dia menekankan pentingnya jaminan kualitas beras sebagai bahan makanan pokok saat ini.

Peningkatan kualitas beras, kata Buwas, akan menjadi sumber pemasukan dalam masalah ketahanan pangan. “Jika kita bangun dengan bibit bagus, pertanian bagus, hasil yang maksimal, maka Indonesia mestinya tidak perlu impor," kilahnya.

Ia mengungkapkan Indonesia seharusnya tidak perlu impor beras jika betul-betul mewujudkan swasembada pangan. Impor beras baru diperlukan saat Indonesia mengalami musim paceklik sehingga kebutuhan saat itu memang besar. (442)